KEHAMILAN
Ini yang Terjadi pada Otak Perempuan Setelah Melahirkan
Annisa Aulia Rahim | HaiBunda
Jumat, 13 Mar 2026 07:00 WIBMenjadi seorang ibu bukan hanya mengubah kehidupan sehari-hari, tetapi juga memengaruhi cara kerja otak. Banyak Bunda mungkin merasa lebih sensitif, mudah lupa, atau justru lebih peka terhadap kebutuhan bayi setelah melahirkan. Ternyata, perubahan ini memang terjadi secara biologis di otak perempuan.
Para ilmuwan menemukan bahwa kehamilan dan persalinan dapat memicu perubahan struktur dan fungsi otak yang membantu Bunda beradaptasi dengan peran baru sebagai orang tua.
Perubahan otak setelah melahirkan
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah di bidang Nature Neuroscience menunjukkan bahwa beberapa bagian otak perempuan mengalami perubahan setelah melahirkan, terutama area yang berhubungan dengan empati, emosi, dan kemampuan merespons bayi.
Dalam studi tersebut, para peneliti melakukan pemindaian otak pada perempuan sebelum dan setelah kehamilan. Hasilnya menunjukkan adanya perubahan pada bagian otak yang berkaitan dengan:
- Ikatan emosional
- Empati
- Kemampuan memahami ekspresi bayi
Perubahan ini justru membantu Bunda lebih peka terhadap tangisan, ekspresi wajah, dan kebutuhan Si Kecil.
Kenapa Bunda sering lupa setelah melahirkan?
Banyak ibu baru mengaku mengalami mom brain atau mudah lupa setelah melahirkan. Kondisi ini sebenarnya cukup umum. Penelitian dari University of California Los Angeles menemukan bahwa hormon kehamilan seperti estrogen dan progesteron yang berubah drastis setelah persalinan dapat memengaruhi memori dan konsentrasi untuk sementara waktu.
Selain perubahan hormon, faktor lain juga bisa memengaruhi daya ingat, seperti:
- Kurang tidur karena mengurus bayi
- Kelelahan fisik
- Perubahan rutinitas harian
- Namun kabar baiknya, kondisi ini biasanya hanya sementara.
Otak jadi lebih peka terhadap bayi
Meski beberapa Bunda merasa lebih pelupa, ada sisi positif dari perubahan otak setelah melahirkan. Studi lain dari University of Amsterdam menemukan bahwa otak ibu justru menjadi lebih sensitif terhadap sinyal bayi, seperti suara tangisan atau ekspresi wajah.
Respons otak terhadap bayi bahkan bisa lebih kuat dibandingkan sebelum kehamilan. Inilah yang membuat Bunda sering langsung terbangun saat bayi menangis, meski sedang tidur nyenyak.
Menariknya, perubahan pada otak ibu tidak hanya terjadi selama masa awal menjadi orang tua. Penelitian menunjukkan beberapa perubahan struktur otak dapat bertahan hingga dua tahun setelah melahirkan, bahkan lebih lama pada sebagian perempuan. Para peneliti percaya perubahan ini membantu ibu membangun hubungan emosional yang kuat dengan anak.
Cara menjaga kesehatan otak setelah melahirkan
Setelah melahirkan, tubuh Bunda mengalami banyak perubahan, termasuk pada otak. Perubahan hormon, kurang tidur, serta tuntutan merawat bayi bisa membuat Bunda merasa lebih mudah lupa, lelah, atau emosional. Karena itu, penting bagi Bunda untuk menjaga kesehatan otak agar tetap fokus, tenang, dan mampu menjalani peran sebagai ibu dengan baik.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan Bunda:
1. Cukupi waktu tidur
Kurang tidur adalah salah satu penyebab utama Bunda merasa sulit berkonsentrasi setelah melahirkan. Meski merawat bayi sering membuat jadwal tidur berubah, Bunda bisa mencoba tidur saat bayi tidur. Istirahat yang cukup membantu otak memulihkan energi dan menjaga daya ingat.
2. Konsumsi makanan bergizi
Nutrisi berperan penting untuk kesehatan otak. Bunda disarankan mengonsumsi makanan yang kaya omega-3, protein, zat besi, dan vitamin B. Beberapa makanan yang baik untuk otak antara lain ikan, telur, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan.
3. Tetap aktif bergerak
Olahraga ringan dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan memperbaiki suasana hati. Bunda bisa mencoba berjalan santai, melakukan peregangan, atau yoga ringan setelah mendapat izin dari dokter.
4. Latih otak dengan aktivitas sederhana
Menjaga otak tetap aktif juga penting. Bunda bisa membaca buku, menulis jurnal, bermain teka-teki sederhana, atau melakukan aktivitas kreatif yang disukai. Hal ini membantu menjaga fungsi kognitif dan konsentrasi.
5. Kelola stres dengan baik
Merawat bayi memang menyenangkan, tetapi juga bisa membuat Bunda stres. Cobalah meluangkan waktu untuk relaksasi, seperti menarik napas dalam, mendengarkan musik, atau berbicara dengan pasangan dan keluarga.
6. Jangan ragu meminta bantuan
Bunda tidak harus melakukan semuanya sendiri. Meminta bantuan pasangan, keluarga, atau teman untuk membantu mengurus bayi atau pekerjaan rumah bisa memberi waktu bagi Bunda untuk beristirahat.
7. Perhatikan kesehatan mental
Jika Bunda merasa sedih berkepanjangan, cemas berlebihan, atau kehilangan semangat setelah melahirkan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kondisi ini bisa berkaitan dengan Postpartum Depression yang membutuhkan perhatian khusus.
Menjaga kesehatan otak setelah melahirkan sangat penting agar Bunda tetap sehat secara fisik dan mental. Dengan istirahat yang cukup, pola makan bergizi, serta dukungan dari orang terdekat, Bunda bisa menjalani masa setelah persalinan dengan lebih nyaman dan bahagia bersama Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Jumlah Dokter Kandungan Laki-Laki Semakin Sedikit, Apa Penyebabnya?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Relate, Nikita Willy Juga Alami Mom Brain setelah Melahirkan sampai Sandal Beda Sebelah
Peneliti Bakal Ungkap Perubahan Otak Ibu Hamil dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
6 Perawatan Setelah Melahirkan, Bantu Kencangkan Kulit Kendur
7 Persiapan Melahirkan Normal Supaya Berjalan Lancar, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
5 Potret Terbaru Song Hye Kyo di Usia 44 Tahun, Makin Memesona
Cerita Perjuangan Orang Tua Antar Anak ke Piala Dunia 2026, Rela Berpisah Sejak Usia 13 Tahun
Momen Prilly Latuconsina Ikut Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaraan Solo, Intip Potretnya
Viral, Model Ini Banjir Kritik Usai Jalani Photoshoot Menyusui Boneka Bayi
Turun 32 Kg dengan Diet Karnivora, Dokter Ini Klaim Banyak Orang Salah Paham soal Nutrisi
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Serum untuk Rambut Rontok, Bantu Perkuat Akar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Momen Prilly Latuconsina Ikut Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaraan Solo, Intip Potretnya
Cerita Perjuangan Orang Tua Antar Anak ke Piala Dunia 2026, Rela Berpisah Sejak Usia 13 Tahun
Viral, Model Ini Banjir Kritik Usai Jalani Photoshoot Menyusui Boneka Bayi
Peneliti Klaim Temukan Tes Darah yang Mampu Deteksi Ribuan Kondisi Genetik pada Ibu Hamil
5 Potret Terbaru Song Hye Kyo di Usia 44 Tahun, Makin Memesona
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Attitude Bunda S dan Adiknya Saat Endorse Brand Dibongkar, Nama Sarwendah Diseret
-
Beautynesia
Nggak Banyak yang Tahu, 4 Bandara Internasional Ini Punya Tur Kota Gratis yang Bisa Kamu Coba
-
Female Daily
Gandeng DPR Ian ke Jakarta, Alchemist Hadirkan OUT WEST Exhibition dan Luncurkan OUT WEST ABSOLU!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Video Battle Lipstik Matte: Harga Rp 500 Ribu vs Rp 65 Ribu, Bagusan Mana?
-
Mommies Daily
8 Kelas Liburan Anak di Surabaya yang Seru untuk Isi Libur Sekolah