HaiBunda

KEHAMILAN

Campak pada Ibu Hamil, Ketahui Cara Mencegah dan Penanganannya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 16 Mar 2026 14:40 WIB
Campak pada Ibu Hamil, Ketahui Cara Mencegah dan Penanganannya/ Foto: Getty Images/iStockphoto/photocheaper
Jakarta -

Temuan kasus campak di Indonesia belakangan kembali mencuri perhatian publik. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, kenaikan kasus campak di Indonesia, terutama pada anak, terjadi setelah angka imunisasi sempat menurun.

Penyakit campak disebabkan oleh virus Morbillivirus, yang mudah menular. Selain anak-anak, kelompok rentan tertular campak adalah ibu hamil.

"Tertular virus campak selama kehamilan dapat berdampak buruk dan luas bagi ibu yang melahirkan dan bayi yang belum lahir," kata dokter anak di Children's Hospital at London Health Sciences Centre di Ontario, Kanada, Dr. Michelle Barton, dalam ulasan artikel di Canadian Medical Association Journal.


"Hal ini bisa sangat serius, dengan beberapa bayi mengalami komplikasi baik segera atau beberapa tahun kemudian setelah lahir," sambungnya.

Campak bukan hanya penyakit masa kanak-kanak. Jika tertular campak selama kehamilan, maka Bunda berisiko jauh lebih tinggi terkena pneumonia, hepatitis, dan memiliki risiko kematian sepuluh kali lebih besar, dibandingkan dengan orang yang tidak hamil.

Melansir dari laman University of Texas Southwestern Medical Center, campak memang belum terbukti dapat menyebabkan cacat lahir pada janin yang sedang berkembang. Namun, penelitian menemukan bahwa infeksi campak pada ibu menjelang akhir kehamilan dikaitkan dengan komplikasi pernapasan yang parah pada bayi setelah lahir.

Sementara menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), campak selama kehamilan dapat membahayakan ibu dan bisa mengakibatkan bayinya lahir prematur dengan berat badan rendah.

Baca Juga : Campak

Gejala campak

Gejala campak selama tiga hingga lima hari pertama dapat mirip dengan pilek atau flu, yakni gejala batuk, pilek, kelelahan, demam, dan mata merah serta berair. Sekitar 70 persen orang akan mengalami bintik Koplik (bintik-bintik keputihan kecil di mulut), yang akan muncul satu hingga dua hari sebelum munculnya bercak merah dan ruam.

Ruam campak yang khas sering dimulai di garis rambut dan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki. Ruam ini muncul selama tiga hingga empat hari, Bunda.

Pencegahan dan penanganan campak saat hamil

Campak dapat dicegah dengan vaksinasi measles, mumps, and rubella (MMR). Vaksin hanya bisa diberikan pada ibu sebelum hamil ya.

"Selama kehamilan, perempuan disarankan untuk tidak mendapatkan vaksin MMR, karena vaksin tersebut merupakan vaksin 'hidup', yang berarti mengandung virus yang dilemahkan untuk memicu respons imun tubuh," kata dokter spesialis kedokteran ibu dan janin, Ashley Zink, M.D.

"Virus yang dilemahkan berpotensi menembus plasenta dan menginfeksi janin, itulah sebabnya disarankan agar perempuan divaksinasi sebelum hamil atau menunggu hingga setelah melahirkan. Vaksin ini aman untuk ibu menyusui dan tidak memengaruhi bayi," sambungnya.

Bagi ibu hamil yang belum divaksinasi, pencegahan campak dapat dilakukan dengan mengenakan masker N95. Bunda bisa menggunakan masker saat berada di tempat umum untuk mengurangi kemungkinan infeksi.

Selain itu, ibu hamil disarankan untuk mencuci tangan secara teratur selama minimal 20 detik, dan menghindari menyentuh wajah.

Jika Bunda sedang hamil dan mencurigai terpapar campak, segera hubungi dokter ya. Orang yang terpapar campak dapat diobati dengan intravenous immunoglobulin (IVIG), yakni terapi antibodi yang berasal dari plasma darah banyak donor sehat. Pemberian IVIG dapat membantu mengurangi risiko infeksi atau mengurangi keparahan.

Namun perlu dicatat, pengobatan IVIG hanya diberikan dalam waktu enam hari setelah terpapar. Pengobatan juga direkomendasikan untuk orang yang hanya menerima satu suntikan MMR atau yang riwayat vaksinasinya tidak jelas.

Demikian penjelasan terkait campak pada ibu hamil dan dampaknya bagi janin, serta pencegahan dan penanganannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kasus Campak Meningkat, Benarkah Bisa Diobati dengan Air Kelapa?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Resep Jus Penurun Kolesterol Paling Cepat yang Mudah Dibuat di Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

Sering Muntah Setelah Makan Stroberi, Anak Ini Ternyata Mengidap Tumor Otak

Parenting Nadhifa Fitrina

10 Cara Ampuh Meredakan Nyeri Bekas Suntikan Imunisasi pada Bayi

Parenting Kinan

Bagaimana Cara Mengetahui Anak Alergi Jenis Apa? Simak Penjelasannya Bun

Parenting Indah Ramadhani

Dari X AE A-XII hingga Dia Sekala Bumi, Ini 5 Nama Anak Artis dan Pulic Figure Paling Unik

Nama Bayi Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Campak Meningkat di Indonesia, Yuk Bunda Cek Lagi Imunisasi Si Kecil

Bagaimana Cara Mengetahui Anak Alergi Jenis Apa? Simak Penjelasannya Bun

5 Resep Jus Penurun Kolesterol Paling Cepat yang Mudah Dibuat di Rumah

10 Cara Ampuh Meredakan Nyeri Bekas Suntikan Imunisasi pada Bayi

Kota Unik Ini Hampir Semua Penduduknya Tinggal di Satu Gedung, Begini Kehidupan Mereka

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK