KEHAMILAN
Bongkar Beragam Mitos Tentang Kehamilan dan Risiko Autisme, Ketahui Faktanya Bun
Indah Ramadhani | HaiBunda
Kamis, 02 Apr 2026 08:50 WIBSejak masa kehamilan, diagnosis autisme sering kali memunculkan berbagai pertanyaan bagi para orang tua. Tak sedikit dari mereka yang sangat mengkhawatirkan risiko autisme terhadap perkembangan dan pertumbuhan Si Kecil, Bunda.
Selain itu, banyaknya hal yang perlu dipelajari tentang autisme seringkali membuat orang tua merasa kebingungan untuk mulai memahaminya dari mana. Perasaan overwhelmed ini pun pastinya akan terus muncul seiring meningkatnya jumlah diagnosis autisme dalam 20 tahun terakhir.
Di sisi lain, sebagai orang tua tentu kita tidak ingin melewatkan satupun informasi terbaru mengenai kondisi autisme tersebut. Oleh karenanya, penting untuk lebih bijak dalam memilah informasi yang benar dan dapat dipercaya agar tidak terjebak dalam kesalahpahaman, Bunda.
Mengenal gangguan spektrum autisme (ASD)
Mengutip laman National Institute of Mental Health (NIMH), gangguan spektrum autisme atau ASD merupakan gangguan neurologis dan perkembangan yang memengaruhi cara seseorang belajar, berperilaku, berinteraksi, serta berkomunikasi dengan orang lain.
Gangguan spektrum autisme umumnya dapat dikenali melalui beberapa tanda. Di antaranya adalah anak yang kesulitan berkomunikasi, perilaku anak yang cenderung repetitif atau berulang, serta perkembangan bahasa yang jauh lebih lambat.
Meskipun autisme dapat didiagnosis pada usia berapapun, gejala-gejala ini umumnya akan muncul dalam dua tahun pertama kehidupan anak, Bunda. Oleh karena itu, anak dengan autisme perlu menerima berbagai kebutuhan dan perawatan khusus sejak dini.
Ketahui mitos dan fakta dari kehamilan serta risiko autisme pada anak
Agar tidak salah memahami kondisi anak, serta mampu memberikan penanganan yang tepat, maka penting bagi Bunda untuk bijak dalam menerima segala informasi terkait autisme. Nah, berikut ini beberapa mitos dan fakta mengenai gangguan tersebut yang perlu diketahui, melansir laman Cleveland Clinic.
Mitos 1: Autisme adalah penyakit
Banyak yang salah memahami terkait autisme dan menganggapnya itu adalah sebuah penyakit, Bunda. Faktanya, menurut dokter spesialis anak, Carrie Cuffman, MD, autisme merupakan gangguan saraf yang mempengaruhi perkembangan dan fungsi otak pada anak.
Pada anak dengan autisme, perkembangan otak dan sistem sarafnya berbeda dari anak pada umumnya, Bunda. Namun, perbedaan tersebut dapat bervariasi pada setiap anak, itulah sebabnya kondisi ini disebut sebagai spektrum.
Mitos 2: Autisme adalah penyakit mental
Sejalan dengan fakta sebelumnya, autisme juga bukanlah penyakit mental. Faktanya mengungkapkan bahwa autisme merupakan gangguan perkembangan yang sudah ada sejak lahir, yang tentu berbeda dengan kondisi seperti skizofrenia yang biasanya akan muncul sewaktu-waktu.
Selain itu, Dr. Chuffman juga menegaskan bahwa penyakit mental memiliki pengobatan medis yang jelas, sedangkan autisme tidak dapat disembuhkan dengan obat. Meski begitu, ia meminta agar orang tua tetap perlu waspada terhadap risiko gangguan kejiwaan pada anak dengan autisme.
Mitos 3: Terjadi wabah atau epidemi autisme
Seiring meningkatnya kesadaran publik terhadap autisme, tak sedikit orang tua yang melibatkan profesional untuk melakukan pemeriksaan dan diagnosis. Maka dari itu, sebagian orang mungkin mengira telah terjadi lonjakan kasus autisme pada anak-anak.
Selain itu, meningkatnya keahlian tenaga medis dan penyedia layanan kesehatan dalam mengenali autisme juga membuat anak dapat terdiagnosis lebih cepat, Bunda. Meski begitu, para peneliti menyatakan bahwa peningkatan kasus ini tidak termasuk epidemi atau wabah.
Mitos 4: Autisme hanya menyerang anak laki-laki
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), autisme bukanlah suatu kondisi yang dipengaruhi oleh jenis kelamin, Bunda. Meski terdapat perbedaan persentase antara anak laki-laki dengan anak perempuan yang didiagnosis autisme, hal itu tidak dianggap sebagai faktor utama.
Para peneliti menduga hal ini dikaitkan dengan kurangnya inovasi dalam mendeteksi autisme pada anak perempuan. Apabila di kemudian hari penemuan tersebut sudah berkembang, maka perbedaan diagnosis tersebut diperkirakan juga akan berkurang.
Mitos 5: Anak dengan autisme memiliki kepribadian yang sama
Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, autisme merupakan spektrum yang membuat setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, tidak tepat jika penyandang autisme digeneralisasi mempunyai kemampuan dan keterbatasan yang sama.
Berikut ini beberapa asumsi yang kerap digeneralisasi kepada anak dengan autisme:
- Semua anak autisme itu jenius dan savant (memiliki keterampilan khusus)
- Semua anak autisme itu kesulitan berbicara dan terbatas secara intelektual
- Semua anak autisme tidak punya empati
- Semua anak autisme tidak bisa bersosialisasi
Mitos 6: Autisme disebabkan oleh vaksinasi sejak dini
Mitos ini berawal dari klaim Andrew Wakefield pada tahun 1998 yang menyebut vaksin MMR menyebabkan autisme. Namun, penelitian tersebut terbukti palsu karena adanya manipulasi pada data serta konflik yang melibatkan kepentingan.
Meski hasil penelitiannya telah ditarik, tetapi banyak orang yang masih percaya terhadap mitos tersebut, Bunda. Oleh karena itu, hal ini menjadi salah satu dari sekian banyak alasan mengapa pemberian vaksin anak sejak dini diragukan.
Mitos 7: Autisme disebabkan oleh pola pengasuhan yang buruk
Mitos ini berawal dari teori yang dikemukakan pada tahun 1940-an yang menyebut autisme disebabkan oleh pola asuh “cold mom” atau ibu yang sangat cuek. Namun, teori tersebut telah terbukti sepenuhnya salah dan tidak memiliki dasar ilmiah.
Para ahli menegaskan bahwa pola pengasuhan tidak menyebabkan autisme. Meski begitu, pola pengasuhan yang diterapkan orang tua memang dapat mempengaruhi kesehatan mental serta perkembangan anak itu sendiri, Bunda.
Mitos 8: Autisme dapat disembuhkan
Bunda perlu mengingat kembali bahwa autisme bukanlah penyakit sehingga tidak dapat disembuhkan dengan obat. Namun, kondisi ini tetap dapat ditangani melalui terapi dan edukasi yang membantu anak berkembang sesuai potensinya.
“Saat ini, penanganan yang telah terbukti secara ilmiah dilakukan melalui terapi dan intervensi edukasi. Tidak ada obat-obatan, perubahan pola makan, suplemen vitamin, atau metode lain yang dapat menyembuhkan autisme,” kata Dr. Chuffman.
Alih-alih fokus pada penyembuhan, penanganan autisme lebih diarahkan untuk membantu anak berkembang secara mandiri, Bunda. Dengan diagnosis sejak dini, anak dapat memperoleh dukungan yang lebih cepat dan tepat. Hal ini terbukti banyak anak yang menunjukkan peningkatan seiring waktu.
Demikian informasi mengenai mitos dan fakta seputar kondisi autisme yang perlu diketahui para orang tua. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Bunda dalam memahami kondisi anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Hari Peduli Autisme Sedunia 2 April: Sejarah, Tema, dan Cara Merayakannya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Apakah Ada Cara Mencegah Autisme Sejak Dalam Kandungan?
Apakah Ada Cara Mencegah Autisme sejak dalam Kandungan? Ini Faktanya
Bahaya Kelebihan Parasetamol pada Bumil, Sebabkan Anak ADHD & Autisme
Cegah Autisme Sejak Kehamilan, Simak Sebab dan Tandanya Yuk Bunda
TERPOPULER
Anggun Pulang Kampung, Ajak Suami Bule Kumpul Lebaran Bareng Keluarga Besar
7 Nama Anak Perempuan Cantik dengan Filosofi Mendalam
Cerita Lucu AHY Antar Annisa Pohan Konsul Kandungan, Datang Agak Nunduk karena Merasa Pasangan 'Senior'
ART Tidak Kembali Bekerja Setelah Libur Lebaran? Ini yang Bisa Bunda Lakukan
Imbauan Terbaru Menaker: Karyawan Swasta hingga BUMN WFH 1 Kali Seminggu
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kompor Listrik yang Awet dan Cocok untuk Dapur Modern
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Berminyak, Sudah Coba Bunda?
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Obat Lambung untuk Ibu Hamil yang Aman Tersedia di Apotek
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
26 Rekomendasi Merek Sepatu Terkenal Branded Asal Indonesia & Luar Negeri, Bagus & Awet
Natasha ArdiahREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sikat Gigi Anak 1 Tahun ke Atas, Bisa Jadi Pilihan Bunda
Nadhifa FitrinaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cerita Lucu AHY Antar Annisa Pohan Konsul Kandungan, Datang Agak Nunduk karena Merasa Pasangan 'Senior'
5 Rekomendasi Kompor Listrik yang Awet dan Cocok untuk Dapur Modern
ART Tidak Kembali Bekerja Setelah Libur Lebaran? Ini yang Bisa Bunda Lakukan
7 Nama Anak Perempuan Cantik dengan Filosofi Mendalam
Anggun Pulang Kampung, Ajak Suami Bule Kumpul Lebaran Bareng Keluarga Besar
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
MONBEBE Siap-siap! MONSTA X Bakal Bawa Tur Konser THE X: NEXUS ke Jakarta
-
Beautynesia
4 Rekomendasi Tempat Wisata di Bogor untuk Libur Long Weekend bareng Keluarga
-
Female Daily
Tren Scarf 2026: Cara Simpel untuk Elevate Gaya Sehari-hari!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Gaya Santun Nikita Willy Liburan ke Jepang Curi Atensi, Konsisten Berhijab
-
Mommies Daily
6 Tempat Makan Enak dan Murah di Jabodetabek, Ada yang Viral & Selalu Antre!