HaiBunda

KEHAMILAN

12 Cara Mengetahui Kehamilan dengan Memegang Perut

Melly Febrida   |   HaiBunda

Jumat, 17 Apr 2026 08:50 WIB
12 Cara Mengetahui Kehamilan dengan Memegang Perut/Foto: Getty Images/draganab
Jakarta -

Cara mengetahui kehamilan dengan memegang perut sering kali dipercaya sebagai cara sederhana yang bisa Bunda lakukan sendiri di rumah. Mungkin Bunda juga pernah kepikiran, "Kalau diraba, terasa beda enggak ya?"

Wajar kalau Bunda penasaran itu. Apalagi saat tubuh mulai terasa berbeda, sedikit-sedikit jadi kepikiran apakah ini tanda hamil atau bukan. Namun, jika dilihat dari sisi medis, kehamilan tentunya dipastikan dengan tes bukan hanya dari sentuhan atau tekanan pada perut.

Ciri-ciri ada janin di dalam perut

Bunda mungkin merasakan ciri-ciri ada janin di dalam perut. Ciri-ciri kehamilan ini umumnya muncul dalam 1-2 minggu pertama setelah Bunda telat haid.


Tak hanya itu, gejala lain ikut menyertainya seperti nyeri payudara, morning sickness, kelelahan, bercak darah ringan, dan masih banyak lagi. Gejala-gejala yang Bunda alami ini disebabkan meningkatkan kadar hormon kehamilan. 

Gejala ini bisa menjadi petunjuk awal kemungkinan sedang hamil. Berikut beberapa gejala beserta penjelasan yang menjadi ciri-ciri ada janin di perut.

1. Menstruasi tidak teratur

Ciri ada janin yang paling umum dan jelas adalah menstruasi yang tidak teratur. Dilansir dari ClevelandClinic, setelah terjadinya pembuahan maka tubuh memproduksi hormon yang menghentikan ovulasi dan pengelupasan lapisan rahim. Ini berarti siklus menstruasi telah berhenti dan tidak akan haid lagi sampai setelah bayi lahir. 

Tetapi haid tidak teratur tidak selalu merupakan tanda kehamilan. Ada juga karena stres, olahraga berlebihan, diet, ketidakseimbangan hormon, dan faktor lain yang dapat menyebabkan periode menstruasi tidak teratur.

2. Mual dan muntah di pagi hari

Gejala kehamilan ini dapat terjadi kapan saja, siang atau malam tak selalu pagi hari. Mual dapat terjadi seawal dua minggu kehamilan. Tidak semua orang mengalami mual dan ada berbagai tingkat mual. 

Bunda bisa merasa mual tetapi tidak pernah muntah. Sekitar setengah dari perempuan hamil muntah karena mual. Sebenarnya, mual selama kehamilan cukup normal, Namun, itu dapat menjadi masalah jika ibu hamil mengalami dehidrasi.

Orang yang tidak dapat menahan makanan dan cairan karena mual yang ekstrem dapat mengalami kondisi yang disebut hiperemesis gravidarum. Hubungi penyedia layanan kesehatan jika mengalami mual dan dehidrasi yang ekstrem.

3. Payudara sensitif dan bengkak

Payudara dapat terasa nyeri saat disentuh selama kehamilan. Rasa nyeri mungkin mirip dengan rasa nyeri pada payudara sebelum menstruasi, hanya saja lebih terasa. Areola (area di sekitar puting) mungkin juga mulai menghitam dan membesar.

Rasa nyeri ini bersifat sementara dan akan hilang setelah tubuh Anda terbiasa dengan peningkatan hormon. Bunda mungkin juga menyadari bahwa payudara membesar dan bra terasa lebih ketat dari biasanya.

4. Sering buang air kecil

Sebelum telat haid, Bunda mungkin menyadari lebih sering buang air kecil. Ini terjadi karena Bunda memiliki lebih banyak darah daripada sebelumnya. Selama kehamilan, suplai darah tubuh meningkat.

Ginjal menyaring darah dan membuang limbah berlebih. Limbah ini keluar dari tubuh sebagai urine. Semakin banyak darah dalam tubuh, Bunda semakin sering buang air kecil.

5. Kelelahan

Banyak orang yang merasa sangat lelah di awal kehamilan. Tanda kehamilan ini terjadi karena tingginya kadar hormon progesteron.

Mirip dengan gejala awal kehamilan lainnya, kelelahan cenderung membaik di trimester kedua (setelah minggu ke-13 kehamilan). Namun, kebanyakan orang merasakan kembali kelelahan di trimester ketiga.

6. Bercak darah dan perdarahan ringan

Ini mungkin tampak seperti tanda yang buruk. Namun, perdarahan ringan (bercak darah) dapat menjadi tanda bahwa embrio telah menempel di lapisan rahim. Implantasi terjadi sekitar 10 hari setelah pembuahan. Perdarahan implantasi terlihat seperti tetesan darah kecil atau cairan berwarna cokelat dari vagina. 

Perdarahan ini dapat dimulai sekitar waktu menstruasi reguler dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Bercak darah dapat menyebabkan beberapa orang berpikir bahwa mereka hanya mengalami menstruasi ringan dan tidak hamil.

7. Perut kembung

Perut Bunda mungkin butuh beberapa minggu atau bulan untuk bisa terlihat. Namun, lonjakan hormon dapat menyebabkan perut terasa kembung dan menyebabkan Bunda lebih sering buang gas dari biasanya.

8. Kram

Bunda juga dapat mengalami kram ringan seperti saat menstruasi yang datang dan pergi selama beberapa hari. Jika kram ini terutama terasa di satu sisi tubuh atau parah, penting untuk segera menghubungi penyedia layanan kesehatan. Ini bisa menjadi tanda kehamilan ektopik atau komplikasi lainnya.

9. Sakit punggung

pada awal kehamilan, Bunda bisa merasakan sakit punggung yang disebabkan perluasan otot inti, relaksasi tendon, sinovium, dan panggul, serta penyesuaian postur tubuh dalam menopang peningkatan berat badan janin yang sedang tumbuh.

Selain itu, peningkatan berat badan juga dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan yang mengakibatkan perubahan postur berdiri, berjalan, duduk, dan berbaring, sehingga menyebabkan sakit punggung.

Namun yang perlu diingat, satu-satunya cara untuk memastikan Bunda hamil adalah dengan melakukan tes kehamilan atau meminta penyedia layanan kesehatan melakukan USG.

Foto: Getty Images/iStockphoto/Sorapop

12 Cara mengetahui kehamilan dengan memegang perut

Banyak mitos berkembang tentang cara mengetahui kehamilan dengan memegang perut. Berikut beberapa yang sering dipercaya. Tapi, ini belum terbukti secara medis. 

1. Perut seperti kembung saat ditekan

Salah satu cara mengetahui kehamilan dengan menekan perut dan terasa seperti kembung. Perut kembung memang salah satu gejala kehamilan, penyebabnya karena kadar progesteron yang meningkat. Hormon progesteron dapat menyebabkan otot-otot di seluruh tubuh rileks dan pencernaan melambat.

2. Perut terasa kram saat ditekan

Kram tanda kehamilan sama seperti saat menstruasi. Bunda munkin merasakan perut terasa kram saat ditekan. Ini karena sel telur mulai menempel pada dinding rahim dan menyebabkan rahim sedikit meregang.

3. Perut mulas saat ditekan

Bunda bisa merasa mulas karena perubahan hormon di awal kehamilan. Hormon progesteron yang meningkat termasuk yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk sembelit. Alhasil, Bunda bisa merasa tidak nyaman dan perut mulas saat ditekan.

4. Mual dan muntah saat perut ditekan

Melansir laman Vinmec, hormon estrogen dan progesteron yang meningkat selama kehamilan dapat menyebabkan ibu hamil mengalami mual dan muntah di beberapa minggu pertama kehamilan. 

5. Cara mengetahui kehamilan: perut terasa membesar saat disentuh

Kehamilan mengubah banyak hal di tubuh Bunda. Salah satunya ukurna perut yang semakin besar. Bunda mungkin merasakan perut semakin membuncit, terasa lebih keras, dan nyeri saat disentuh atau tekan.

6. Ingin buang air kecil (BAK) saat perut ditekan

Rahim Bunda membesar selama kehamilan sehingag memberi tekanan pada kandung kemih. Ini yang membuat Bunda jadi lebih sering buang air kecil.

7. Perut terasa tidak nyaman saat disentuh atau ditekan

Perut yang semakin membesar rasanya tidak terlalu nyaman saat disentuh atau ditekan. Hal ini disebabkan adanya perubahan kadar hormon di tubuh Bunda. Selain itu, ketidaknyamanan muncul karena perut terasa kencang disebabkan janin mulai berkembang di awal kehamilan.

8. Perut terasa kencang dan berat

Keberadaan janin di dalam rahim terlihat dengan perut yang terasa kencang dan berat. Bunda mungkin perlu beradaptasi dengan perubahan tersebut sehingga merasa lebih nyaman. 

9. Pusar menonjol

Pusar ibu hamil lebih menonjol dari sebelumnya. Mengutip dari VeryWellFamily, pembesaran perut yang mengakibatkan pusar lebih menonjol.

10. Pusar terasa gatal

Ibu hamil bisa merasakan gatal-gatal, termasuk di pusar. Ini sifatnya sementara dan normal terjadi selama kehamilan.

11. Pusar terasa sakit

Peregangan kulit di area pusar bisa membuat area pusar ikut meregang. Dan masalah otot dapat menyebabkan pusar terasa sakit. Namun, jika Bunda merasa sakit yang berlebihan maka segera periksakan ke tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

12. Merasakan denyut nadi saat memegang  perut

Jumlah darah yang beredar di tubuh ibu hamil meningkat drastis. Akibatnya, darah lebih banyak yang dipompa pada setiap detak jantung. Ini yang membuat denyut nadi di aorta perut lebih terasa.

Bagaimana cara tekan pusar dan memegang perut tanda hamil?

Jika Bunda bertanya bagaimana cara menekan pusar dan memegang perut yang menandakan hamil, maka jawabannya tidak ada teknik medis yang merekomendasikan sebagai cara untuk mendiagnosis. 

Dari beberapa sumber menjelaskan bahwa menekan perut tidak bisa mendeteksi keberadaan janin. Apalagi di awal kehamilan, ukuran janin masih sangat kecil sehingga tidak dapat dirasakan. 

Bahkan, dokter dalam pemeriksaan fisik menggunakan metode khusus, bukan hanya dengan sentuhan biasa. Karena itu, Bunda sebaiknya tidak langsung menyimpulkan hanya dari merasakan perubahan di perut.

Cara mengetahui kehamilan dengan lebih akurat

Sejumlah perempuan baru merasakan dirinya hamil beberapa hari setelah pembuahan. Tapi, ada juga perempuan yang tidak merasakan sama sekali selama berminggu-minggu bahkan sampai hasilnya menandakan positif. 

Melansir ClevelandClinic, seseorang bisa merasa hamil sebelum telat haid. Bahkan, beberapa perempuan mengaku merasakan gejala kehamilan dalam waktu seminggu setelah pembuahan.

Cara untuk mengetahui kehamilan dengan memegang perut memang belum terbukti secara ilmiah. Karena itu, cara yang lebih akurat tentunya dengan tes kehamilan.

Tes kehamilan bekerja dengan mendeteksi kadar hCG tertentu dalam urine. Bunda dapat melakukan tes kehamilan segera setelah terlambat menstruasi. 

Namun, banyak ahli yang menyarankan untuk menunggu setidaknya satu minggu setelah terlambat menstruasi untuk mendapatkan hasil yang paling akurat. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Sempat Vasektomi, Ayah Ini Putuskan Operasi Lagi demi Anak Keempat

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Cara Mengenali Orang yang Berpotensi Selingkuh Menurut Psikologi

Mom's Life Natasha Ardiah

Intip 7 Perlengkapan Bayi Alyssa Daguise, Ada yang Spesial Dibeli di Paris

Kehamilan Annisa Karnesyia

5 Potret Rumah Impian Ummi Quary, Jadi Kado Buat Diri Sendiri di Usia 24 Tahun

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Disomasi, Dirut RS Hasan Sadikin Sebut Petugas Bayi Hampir Tertukar Terdistraksi

Parenting Nadhifa Fitrina

Wabah Campak Tewaskan Ratusan Anak di Negara Ini

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Unpad Nonaktifkan Guru Besar yang Diduga Lakukan Pelecehan ke Mahasiswi

7 Alasan Orang Tua Menggabungkan Nama Si Kecil

5 Cara Mengenali Orang yang Berpotensi Selingkuh Menurut Psikologi

Intip 7 Perlengkapan Bayi Alyssa Daguise, Ada yang Spesial Dibeli di Paris

Wabah Campak Tewaskan Ratusan Anak di Negara Ini

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK