kehamilan
Bahaya Kegemukan Ibu Hamil Picu Risiko Masalah Lemak Hati Anak setelah Lahir
HaiBunda
Senin, 11 May 2026 19:00 WIB
Daftar Isi
Obesitas kerap menjadi penyebab dari berbagai masalah kesehatan, terlebih saat hamil. Ibu hamil yang kegemukan sangat berisiko membuat bayi mengalami masalah liver atau hati di kemudian hari.
Saat hamil, sering kali kita hanya fokus terhadap pemenuhan nutrisi, suplemen, dan pemeriksaan rutin. Namun, kita melewatkan satu hal yang sangat penting sebelum memutuskan untuk menjalani program hamil, Bunda.
Hal tersebut adalah berat badan yang ideal. Dalam sebuah jurnal terbaru, berat badan kedua orang tua dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan anak di masa depan. Studi tersebut menemukan obesitas meningkatkan risiko penyakit hati pada anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu risiko yang dapat terjadi adalah penyakit hati berlemak. Kondisi ini terjadi karena penumpukan lemak berlebihan di dalam hati yang mengganggu fungsi organ. Oleh karena itu, berat badan menjadi salah satu kunci yang tidak boleh dilupakan sebelum hamil, Bunda.
Temuan kaitan ibu hamil yang kegemukan dengan penyakit lemak hati pada anak
Studi yang dikemukakan pada jurnal Gut menganalisis lebih dari 1.900 data orang dewasa muda. Para peneliti menemukan hubungan yang kuat antara indeks massa tubuh (BMI) orang tua dan risiko penyakit hati berlemak pada penyakit keturunan.
Menurut dokter sekaligus konsultan obgyn di Rumah Sakit Fortis, Dr. Isha Wadhawan, obesitas sebelum kehamilan, baik pada Bunda maupun Ayah dapat meningkatkan risiko penyakit hati berlemak pada anak saat mereka beranjak dewasa.Â
Nah, pernyataan Wadhawan sejalan dengan data yang ditemukan dalam penelitian tersebut. Dikutip dari laman NDTV, berikut kaitan berat badan orang tua dengan risiko penyakit hati berlemak pada anak-anak:
- Setiap peningkatan satu unit pada BMI Bunda dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 10 persen.
- Setiap peningkatan satu unit pada BMI Bunda dapat meningkatkan risiko sebesar 9 persen.
- Jika kedua orang tua kelebihan berat badan atau obesitas, risiko anak meningkat lebih dari tiga kali lipat.
Selain itu, Karolinska Institutet dan Universitas Harvard juga meneliti hal serupa. Dalam Journal of Hepatology, mereka menyebut bahwa penyakit hati berlemak dapat diwariskan pada anak yang ibunya memiliki BMI di atas 30, terutama di awal kehamilan.Â
Maka dari itu, menjaga berat badan di usia subur atau sebelum kehamilan menjadi langkah yang sangat penting. Nantinya, berat badan yang ideal akan mencegah ibu hamil kegemukan serta menciptakan kehamilan yang sehat.Â
Bagaimana dampak dari penyakit hati berlemak pada anak
Penyakit hati berlemak yang terjadi karena obesitas ini termasuk dalam jenis non-alkoholik. Masalah ini memang seringkali tidak bergejala dan berbahaya, Bunda. Namun, apabila dibiarkan dan tidak ditangani dengan tepat maka penyakit ini berkembang menjadi komplikasi serius, seperti:
- Peradangan hati: Lemak di hati sudah menyebabkan iritasi dan peradangan. Sel-sel hati mulai rusak dan kadar enzim hati biasanya akan meningkat.
- Sirosis: Akibat peradangan yang terus-menerus, jaringan hati yang sehat berubah menjadi jaringan parut yang membuat hati keras dan berbenjol-benjol.
- Gagal hati: Hati sudah tidak mampu lagi bekerja menyaring racun, memproduksi protein, atau membantu pencernaan. Pada tahap ini, fungsi hati menurun drastis dan dapat mengancam nyawa.
Persiapan sebelum program hamil untuk cegah kegemukan
Melansir dari berbagai sumber, para dokter dan ahli turut menekankan pentingnya konseling pra-kehamilan. Pada konseling ini, para calon orang tua akan mendapatkan bimbingan mengenai:
- Langkah-langkah untuk mencapai berat badan yang sehat dan ideal
- Tips meningkatkan dan memperbaiki pola makan serta aktivitas fisik
- Cara mengelola kondisi kesehatan yang menjadi pendukung selama kehamilan
"Pengelolaan berat badan sebelum kehamilan tidak hanya bermanfaat bagi orang tua tetapi juga mengurangi risiko penyakit hati berlemak pada anak-anak mereka," pungkas Dr. Wadhawan.Â
Demikian penjelasan bagaimana risiko ibu hamil yang kegemukan terhadap kesehatan bayi jangka panjang, terutama terhadap risiko penyakit lemak hati. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Kaki Bengkak Ibu Hamil Normal atau Tanda Preeklamsia, Ini Bedanya
Kehamilan
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal
Kehamilan
Bobot Shandy Aulia Naik 3 Kg di Trimester Kedua, Apa Kata Dokter?
Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Kehamilan
Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Obesitas Saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Bayi Cacat Lahir
Mengalami Obesitas saat Hamil, Apakah Bunda Harus Diet?
Adakah Batasan Berat Badan Bayi untuk Lahir secara Pervaginam?