HaiBunda

KEHAMILAN

Viral Strava Labour, Tren Mencatat Proses Melahirkan sebagai Latihan Fisik di Aplikasi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 25 May 2026 08:10 WIB
Viral Strava Labour, Tren Mencatat Proses Melahirkan sebagai Latihan Fisik di Aplikasi Kebugaran/ Foto: Getty Images/tampatra
Jakarta -

Proses melahirkan sering kali dianggap sebagai aktivitas fisik yang sangat intens. Pasalnya, proses ini melibatkan kerja pernapasan dan pengeluaran energi yang cukup besar layaknya olahraga.

Baru-baru ini, kaitan antara proses persalinan dan aktivitas fisik viral di media sosial. Beberapa Bunda membagikan progress dari proses persalinannya dengan aplikasi untuk melacak aktivitas fisik.

Aplikasi yang dimaksud adalah Strava, yakni platform jejaring sosial yang sering digunakan untuk melacak berbagai aktivitas fisik dan kebugaran, seperti berlari, bersepeda, dan aktivitas lainnya di luar ruangan. Setelah menjadi viral untuk mencatat proses persalinan, beberapa orang menyebutnya sebagai Strava Labour.


Viral dari unggahan di media sosial

Strava Labour pertama kali viral di media sosial X. Beberapa waktu lalu, akun @paularambles pernah membagikan tangkapan layar akun Strava milik seorang perempuan bernama Marina. Dalam akunnya, Marina menuliskan 'giving birth' atau 'melahirkan' sebagai aktivitas workout (latihan) di aplikasi.

Selain tulisan tersebut, Marina juga menunjukkan total waktunya melahirkannya, yakni 5 jam 37 menit, dengan rata-rata detak jantung 81 bpm, dan kalori yang terbuang sekitar 914.

Belakangan, unggahan ini kembali menjadi sorotan publik. Banyak netizen mengomentari ide Bunda ini dalam mencatat proses persalinannya di aplikasi kebugaran, serta kalori yang dibakar selama melahirkan.

"Wah, melahirkan membakar banyak sekali kalori!" ujar akun @ma****.

"Salah satu cara tercepat untuk menurunkan berat badan," ungkap @bo***.

"Sungguh mengejutkan bahwa persalinan hanya membakar kalori yang sangat sedikit," ujar @pe***.

Penggunaan aplikasi kebugaran untuk mencatat proses persalinan mungkin dapat mengetahui jumlah kalori yang dibakar selama melahirkan, Bunda. Melalui aplikasi ini, kita juga dapat memantau lama waktu bersalin.

Energi yang dikeluarkan saat melahirkan

Melahirkan dianggap seperti aktivitas fisik karena energi yang dikeluarkan cukup besar. Dilansir laman Healthline, para peneliti mengungkap bahwa pengeluaran kalori seorang perempuan saat melahirkan diperkirakan mirip dengan pelari maraton

Beberapa sumber lain menyebut bahwa pengeluaran kalori selama persalinan dapat bervariasi, Bunda. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhinya, seperti durasi dan intensitas persalinan.

Energi yang dikeluarkan saat hamil membuat banyak perempuan membutuhkan asupan makanan dan minuman selama persalinan. Ulasan studi di jurnal BMC Pregnancy Childbirth tahun 2025 menjelaskan bahwa ibu yang melahirkan dapat mengonsumsi jenis makanan yang sesuai kebutuhan untuk mengisi energi selama persalinan.

"Ibu yang melahirkan umumnya mengalami kekurangan energi. Kekurangan energi ini dapat memengaruhi jalannya persalinan, sehingga bidan (tenaga medis) dapat mendorong ibu untuk mengonsumsi jenis makanan yang sesuai pada berbagai tahapan persalinan, untuk memastikan asupan energi mencukupi," demikian isi studi.

Perlu dicatat, konsumsi makanan di waktu persalinan perlu dikonsultasikan dengan dokter atau petugas medis. Pasalnya, setiap rumah sakit memiliki kebijakan terkait hal ini.

Melansir dari laman Web MD, jika Bunda sehat dan kehamilan termasuk berisiko rendah, konsumsi makanan mungkin diperbolehkan selama persalinan. Ada beberapa jenis makanan dan minuman yang dapat dikonsumsi, yakni air, teh, dan kaldu bening.

Sebaliknya, Bunda yang memiliki kehamilan berisiko tinggi atau yang kemungkinan membutuhkan anestesi umum tidak boleh makan atau minum selama persalinan. Kondisi ini seperti menjalani operasi caesar yang direncanakan, berisiko menjalani operasi caesar darurat, bayi kembar, atau memiliki masalah kesehatan yang memengaruhi kehamilan.

Demikian viral Bunda menggunakan aplikasi kebugaran untuk mencatat proses persalinan, dan kebutuhan energi yang diperlukan selama melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Kebiasaan yang Membedakan Orang Cerdas dari yang Lainnya

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Benarkah Nonton TV Bisa Merusak Perkembangan Otak Anak?

Parenting Indah Ramadhani

Nina Zatulini Curhat Jadi Sering Bolak-balik Nursery Room, Bagikan Momen Ini

Menyusui Indah Ramadhani

Viral Strava Labour, Tren Mencatat Proses Melahirkan sebagai Latihan Fisik di Aplikasi

Kehamilan Annisa Karnesyia

7 Kepribadian Orang yang Bicara Sambil Memeriksa HP, Tidak Menatap Lawan Bicara

Mom's Life Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

6 Kebiasaan yang Membedakan Orang Cerdas dari yang Lainnya

Benarkah Nonton TV Bisa Merusak Perkembangan Otak Anak?

Nina Zatulini Curhat Jadi Sering Bolak-balik Nursery Room, Bagikan Momen Ini

Viral Strava Labour, Tren Mencatat Proses Melahirkan sebagai Latihan Fisik di Aplikasi

5 Aktris & Aktor Korea Ini Ternyata Punya Adik Kandung Idol K-Pop

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK