HaiBunda

KEHAMILAN

Kurang Tidur saat Hamil Sebabkan Gangguan Kecemasan Pasca Persalinan, Simak Temuan Pakar

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 14 Jun 2026 21:00 WIB
Kurang Tidur saat Hamil Sebabkan Gangguan Kecemasan Pasca Persalinan, Simak Hasil Studi Terbaru/ Foto: Getty Images/iStockphoto/geargodz
Jakarta -

Depresi pasca persalinan merupakan masalah yang dapat dialami perempuan usai melahirkan. Depresi ini dapat ditandai dengan gangguan kecemasan yang sulit diatasi, Bunda.

Dilansir laman News Medical, setidaknya sekitar 15 persen perempuan mengalami gangguan kecemasan selama kehamilan dan periode pasca persalinan atau beberapa minggu setelah melahirkan.

Nah, untuk memastikan penyebabnya, para peneliti di Washington University di St. Louis melakukan penelitian untuk mengaitkan gangguan kecemasan tersebut dengan kualitas tidur seorang ibu saat hamil. Para peneliti telah menerbitkan hasil studi ini dalam jurnal Sleep, pada April 2026.


Dalam studi ini, para peneliti melakukan survei kepada 230 perempuan selama awal dan akhir kehamilan, serta periode pasca persalinan awal dan akhir untuk melihat bagaimana gangguan tidur berkorelasi dengan gejala kecemasan dan OCD (Obsessive Compulsive Disorder) atau gangguan obsesif kompulsif.

"Mendapatkan tidur nyenyak sepanjang malam bisa menjadi sulit selama periode tersebut," kata utama studi dan psikolog Rebecca Cox, PhD.

Periode perinatal atau masa kehamilan, gangguan tidur dapat terjadi karena berbagai faktor seperti perubahan hormonal dan fisik, serta stres yang terkait dengan kehamilan. Dalam studi terbaru ini diketahui bahwa masalah tidur selama kehamilan sangat terasa pada trimester ketiga, meningkat selama periode pasca persalinan awal, dan stabil setelahnya.

Namun, dampak lanjutan dari gangguan tidur tersebut terhadap kecemasan membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.

Dampak kurang tidur saat hamil terhadap gangguan kecemasan

Di studi ini, para peserta diminta untuk mengisi beberapa kuesioner tentang kebiasaan tidur dan kecemasan, yang mencakup pertanyaan terkait kekhawatiran tentang bayi atau ketakutan akan bahaya yang menimpa bayi.

Pertanyaan lain yang diajukan terkait dengan ciri-ciri OCD, seperti pikiran tentang 'peristiwa berbahaya akan terjadi kecuali saya sangat berhati-hati' atau 'ada yang tidak beres jika tidak sempurna'. Tim peneliti juga menyelidiki bagaimana kepercayaan diri seorang ibu hamil dalam kemampuannya 'mengatasi' situasi memengaruhi tidur dan kecemasannya.

Hasil studi menemukan bahwa durasi tidur yang lebih pendek, dikaitkan dengan peningkatan kecemasan perinatal dan keyakinan obsesif seiring waktu. Ibu yang mengalami gangguan tidur lebih banyak, rata-rata memiliki kecemasan perinatal yang lebih tinggi, dan efeknya lebih buruk bagi mereka yang memiliki tingkat kemampuan mengatasi masalah lebih rendah.

"Temuan utama menunjukkan bahwa durasi tidur yang lebih pendek merupakan prediktor longitudinal yang lebih kuat untuk kecemasan perinatal. Gangguan tidur mungkin bisa menjadi target yang baik untuk intervensi kesehatan mental di masa perinatal," kata para penulis studi.

Jadwal jam tidur yang baik untuk ibu hamil

Selama hamil, Bunda memang disarankan untuk mencukupi waktu tidur untuk menghindari rasa tidak nyaman. Waktu tidur yang cukup dan berkualitas juga dapat mengembalikan energi dan mengatasi kelelahan.

Profesor keperawatan di University of California San Francisco, Kathryn Lee, menyarankan jam tidur ibu hamil yang baik setidaknya 8 jam setiap malam, sehingga bisa memenuhi kebutuhan tidur tujuh jam.

"Seorang perempuan perlu tidur lebih awal saat dia hamil. Saat hamil, perempuan membutuhkan istirahat ekstra dan tidak bisa lagi mengikuti jadwal tidur seperti sebelum hamil," kata Lee, dikutip dari Live Science.

Jadwal tidur dapat dibagi menjadi beberapa waktu. Misalnya, pada waktu siang hari, Bunda bisa tidur singkat selama 30 sampai 60 menit. Sisa waktu tidur bisa dioptimalkan di malam hari.

Jika dalam 10 sampai 15 menit Bunda kesulitan untuk tidur, segera bangun dan pindah ke ruangan lain dan lakukan hal-hal yang bisa merangsang rasa kantuk, seperti membaca atau mendengarkan musik lembut.

Demikian studi terbaru yang mengungkap dampak kurang tidur selama hamil dan pengaruhnya pada gangguan kecemasan usai melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Terlalu Lama Duduk Saat Hamil Bikin Kaki Bengkak? Ini Alasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa

Kehamilan Annisa Karnesyia

Cara Membuat Klepon Empuk dan Kenyal, Isi Gula Merahnya Lumer di Mulut

Mom's Life Amira Salsabila

Cara Mengenalkan Makna Kemerdekaan kepada Anak Sesuai Usia

Parenting Dilla Atqia Rahmah

Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi

Mom's Life Elia Amaliana

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

9 Ciri Orang EQ Tinggi dari Cara Hadapi Konflik Keluarga Menurut Psikolog

Cara Mengenalkan Makna Kemerdekaan kepada Anak Sesuai Usia

Cara Membuat Klepon Empuk dan Kenyal, Isi Gula Merahnya Lumer di Mulut

Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi

Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK