KEHAMILAN
Perubahan Hormon Kehamilan Bisa Memperparah Gejala ADHD pada Perempuan? Ini Hasil Studi
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Senin, 22 Jun 2026 15:20 WIBKehamilan memicu berbagai perubahan hormonal yang dapat memengaruhi kondisi fisik maupun mental. Bagi perempuan dengan ADHD, fluktuasi hormon selama masa kehamilan diduga dapat memengaruhi gejalanya, Bunda.
Menurut ulasan di laman Additude, fluktuasi hormonal selama siklus menstruasi, kehamilan, pasca persalinan, perimenopause, dan menopause bisa memperparah gejala ADHD, yang menunjukkan korelasi langsung antara kadar estrogen dan dopamin.
Perlu diketahui, estrogen adalah hormon yang bertanggung jawab atas perkembangan seksual dan reproduksi perempuan. Hormon ini juga mengatur neurotransmiter penting di otak, termasuk dopamin, yang berperan penting dalam fungsi eksekutif, serotonin, yang mengatur suasana hati, dan asetilkolin, yang berhubungan dengan daya ingat.
Menurut survei ADDitude tahun 2025, hampir dua pertiga perempuan dengan ADHD mengalami sindrom pramenstruasi (PMS), gangguan disforia pramenstruasi, dan/atau depresi pasca persalinan. Fluktuasi hormon estrogen memengaruhi semua perempuan, tetapi sering kali dirasakan lebih akut pada perempuan dengan ADHD yang mengalami tiga kondisi di atas.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Psychiatric Research tahun 2020, juga mengungkap temuan serupa. Menurut studi, perempuan dengan ADHD lebih mungkin mengalami gangguan suasana hati yang berhubungan dengan hormon dan gejalanya cenderung lebih parah dibandingkan yang dialami oleh perempuan tanpa ADHD.
Perempuan dengan ADHD usai melahirkan
Setelah melahirkan, gejala ADHD juga bisa dipengaruhi oleh hormon, Bunda. Kadar estrogen dan progesteron menurun drastis setelah melahirkan, sehingga perempuan dengan ADHD berisiko lebih tinggi mengalami depresi pasca persalinan.
Sebuah studi tahun 2023 yang dilakukan oleh Massachusetts General Hospital Center for Women's Mental Health menemukan risiko lima kali lebih tinggi untuk depresi pasca persalinan (16,8 persen) dan/atau kecemasan pasca persalinan (24,92 persen) di antara ibu baru dengan ADHD dibandingkan dengan perempuan tanpa ADHD.
Sementara itu, survei ADDitude tahun 2023 terhadap 1.829 orang dewasa dengan ADHD menemukan bahwa 61 persen perempuan melaporkan mengalami gejala depresi pasca persalinan.
Banyak perempuan dengan ADHD merasa bahwa karier, hubungan, dan kesehatan emosional mereka terancam karena fluktuasi hormon yang menyebabkan gejala ADHD. Menurut pemilik dan CEO ADHD Wellness Center, Dawn K. Brown, MD, memahami perubahan hormon perempuan sangat penting untuk mengetahui pengaruhnya pada gejala ADHD.
"Fluktuasi kadar hormon sepanjang siklus menstruasi dan selama kehamilan dapat memengaruhi gejala ADHD pada perempuan," ujar Brown.
"Kombinasi antara ADHD dan kondisi terkait hormon (seperti sindrom pramenstruasi, gangguan disforia pramenstruasi, dan depresi pasca persalinan) dapat menyebabkan diagnosis yang terabaikan dan sering kali mempersulit pengobatan. Oleh karena itu, memahami pengaruh hormonal ini sangat penting untuk menyesuaikan pendekatan pengobatan dan memberikan dukungan yang tepat."
Perlunya studi lanjutan
Sejauh ini, temuan penelitian umum menunjukkan bahwa hormon seks seperti estrogen berperan dalam memori, kognisi, dn regulasi emosi. Namun, belum ada penelitian definitif tentang bagaimana hormon memengaruhi ADHD pada perempuan.
Para peneliti juga belum sepenuhnya memahami bagaimana fluktuasi estrogen, progesteron, dan hormon lainnya sepanjang hidup seorang perempuan dapat memengaruhi otak pengidap ADHD.
Pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana fluktuasi hormon memengaruhi gejala ADHD dapat secara signifikan meningkatkan tingkat diagnosis dan pengobatan untuk perempuan. Tak hanya itu, hasilnya juga bisa digunakan untuk perawatan pencegahan dan pengobatan untuk kondisi seperti disforia pramenstruasi dan depresi pasca persalinan, Bunda.
"Kita membutuhkan penelitian yang menyelidiki peran hormon dalam ekspresi gejala ADHD pada anak perempuan dan dewasa," ungkap Julia Schechter, Ph.D., dari Duke Center for Girls and Women with ADHD.
"Penelitian ini harus mengkaji kadar hormon sepanjang masa reproduksi, termasuk awal pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, periode pasca persalinan, dan menopause, serta pasca menopause," lanjutnya.
Demikian penjelasan terkait perubahan hormon kehamilan dan kemungkinan dampaknya pada perempuan dengan ADHD. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
En Caul, Fenomena Bayi Lahir Masih Terbungkus Kantung Ketuban
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ayah Ternyata juga Alami Perubahan Hormon lho selama Bunda Hamil
Kenali Beragam Hormon selama Kehamilan dan Perannya di Trimester 1, 2, dan 3
Stres saat Hamil Berisiko Dua Kali Lipat Sebabkan Gangguan Perilaku pada Anak
Bahaya Kelebihan Parasetamol pada Bumil, Sebabkan Anak ADHD & Autisme
TERPOPULER
5 Potret Keseruan Olivia Jensen Pulang Kampung ke Cirebon, Naik Becak hingga Membatik
Autisme Bisa Berkaitan dengan Faktor Genetik dan Lingkungan? Ini Temuan Ilmuwan
4 Tanggal Lahir Ini Dikenal Paling Karismatik, Punya Pesona Memikat
Manfaat Suami Istri Pelukan selama 20 Detik Menurut Penelitian
Pesona 2 Anak Gadis Oki Agustina dan Pasha yang Berprestasi, Jago Ice Skating hingga Modeling
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Potret Keseruan Olivia Jensen Pulang Kampung ke Cirebon, Naik Becak hingga Membatik
Autisme Bisa Berkaitan dengan Faktor Genetik dan Lingkungan? Ini Temuan Ilmuwan
Manfaat Suami Istri Pelukan selama 20 Detik Menurut Penelitian
4 Tanggal Lahir Ini Dikenal Paling Karismatik, Punya Pesona Memikat
3 Resep Cenil Singkong yang Kenyal dan Legit, Jajanan Tradisional Favorit
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Nggak Mau Bawa Banyak Skincare? Satu Balm Ini Bisa untuk Wajah dan Badan
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Orang Pura-Pura Cerdas Dilihat dari Ucapannya
-
Female Daily
BABYMONSTER dan Garnier Micellar Water Punya Cara Baru Bikin Rutinitas Bersih-Bersih Wajah Lebih Praktis
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Rose BLACKPINK Identik Bergaun Hitam, Debut di Academy Museum Gala 2026
-
Mommies Daily
Dari yang Sudah Menikah untuk yang Belum: 8 Tanda Kamu Harus Berani Stop the Wedding!