HaiBunda

KEHAMILAN

Perjuangan Promil Pasutri Ini Viral, Rogoh Rp700 Juta untuk IVF sampai Tarik Dana Pensiun

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Selasa, 23 Jun 2026 16:30 WIB
Perjuangan Promil Pasutri Ini Viral, Rogoh Rp700 Juta untuk IVF sampai Tarik Dana Pensiun/Foto: Getty Images/chanakon laorob
Jakarta -

Tidak semua pasangan bisa dengan mudah mendapatkan anak. Ada yang harus melewati perjalanan panjang, penuh emosi, dan juga biaya yang tidak sedikit demi menjalani program kehamilan atau promil.

Salah satu kisah yang viral datang dari pasangan suami istri di Sydney, Australia, yang harus mengeluarkan dana besar hingga puluhan ribu dolar untuk menjalani program bayi tabung atau in vitro fertilization.

Biaya promil tembus Rp700 juta

Melissa Szeto dan suaminya, Dat, menghabiskan bertahun-tahun mencoba untuk hamil secara alami dan ketika itu tidak berhasil, mereka menjalani beberapa kali program bayi tabung (IVF) di klinik Sydney dengan biaya penuh yang membuat mereka kekurangan uang.


Pasangan itu menyelesaikan tiga kali program yang ketat dan tidak berhasil, dan masing-masing menghabiskan biaya AU$15.000. Keduanya memiliki karier yang mapan dan berpenghasilan layak, tetapi mengeluarkan uang sebanyak itu sambil juga tinggal di kota termahal di Australia adalah hal yang berat.

“IVF menghabiskan biaya dengan sangat cepat, terutama ketika Anda menjalani beberapa siklus dan transfer,” kata Szeto dikutip dari News.com.au.

Pasangan ini diketahui telah menghabiskan lebih dari AU$70.000 atau sekitar Rp700 juta untuk menjalani perjalanan IVF selama beberapa tahun. 

Biaya tersebut bukan hanya untuk satu kali prosedur, melainkan akumulasi dari berbagai siklus IVF, termasuk pemeriksaan, obat-obatan hormon, pengambilan sel telur, hingga transfer embrio yang harus diulang berkali-kali. Setiap siklus IVF sendiri bisa memakan biaya sekitar AU$15.000, sehingga ketika dilakukan berulang kali, total pengeluaran pun membengkak drastis.

Sampai harus tarik dana pensiun

Karena tekanan finansial yang semakin besar, pasangan ini akhirnya mengambil langkah berat: Mencairkan dana pensiun (superannuation) mereka untuk melanjutkan pengobatan. Langkah ini dilakukan setelah beberapa kali percobaan IVF tidak berhasil, sementara keinginan untuk memiliki anak tetap kuat.

Meski akhirnya mereka berhasil memiliki anak setelah menemukan klinik dengan skema biaya lebih terjangkau, keputusan tersebut meninggalkan dampak finansial jangka panjang, termasuk berkurangnya tabungan pensiun di masa depan. 

Dilema besar: Mimpi jadi orang tua vs masa depan finansial

Kisah ini membuka mata banyak orang tentang dilema yang sering dihadapi pasangan infertil: antara mengejar impian memiliki anak atau menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

Di satu sisi, IVF menjadi harapan terakhir bagi banyak pasangan. Namun di sisi lain, biaya yang sangat tinggi membuat sebagian orang harus mengorbankan tabungan masa depan mereka.

Menurut Financial educator yang dikutip ABC News, penarikan dana pensiun di usia 30–40 tahun dapat mengurangi saldo pensiun hingga dua kali lipat dari jumlah yang diambil pada saat pensiun nanti, karena hilangnya efek bunga majemuk (compound interest). 

Artinya, jika seseorang menarik sekitar Rp300 juta dari dana pensiun hari ini, nilai 'kerugian' di masa depan bisa mencapai jauh lebih besar ketika dihitung dalam pertumbuhan investasi jangka panjang.

Perjuangan yang tidak selalu terlihat

Di balik kisah viral pasangan yang menghabiskan ratusan juta untuk program bayi tabung, ada lapisan perjuangan yang sering tidak tampak di permukaan. Publik biasanya hanya melihat hasil akhir kehamilan yang berhasil atau cerita tentang biaya besar, padahal prosesnya jauh lebih panjang dan kompleks.

Secara medis, program IVF bukan sekadar prosedur sekali jalan. Banyak pasangan harus melewati beberapa siklus, dengan tingkat keberhasilan yang tidak selalu pasti. Setiap kegagalan bukan hanya berarti penundaan, tetapi juga pengulangan seluruh proses dari awal, termasuk penggunaan obat hormon, tindakan medis, hingga biaya tambahan yang terus menumpuk.

Namun yang lebih jarang dibahas adalah sisi emosional dan psikologisnya. Studi di bidang psikologi reproduksi menunjukkan bahwa pasangan yang menjalani program infertilitas sering mengalami stres kronis, kecemasan, bahkan gejala depresi ringan hingga sedang. Tekanan ini biasanya berasal dari kombinasi harapan yang tinggi, usia, serta ekspektasi sosial tentang kehadiran anak dalam pernikahan.

Dari sudut pandang sosial, pasangan juga sering menghadapi pertanyaan atau tekanan lingkungan yang tidak selalu sensitif. Hal ini membuat perjalanan promil menjadi pengalaman yang sangat personal, namun sekaligus terasa 'terbuka' bagi penilaian orang lain.

Sementara dari sisi finansial, beban tidak hanya terlihat dari angka yang dikeluarkan. Banyak keputusan besar diambil dalam kondisi emosional yang tinggi, termasuk penggunaan tabungan jangka panjang atau bahkan dana pensiun. Para ahli keuangan menekankan bahwa keputusan seperti ini sering terjadi dalam kondisi “financially vulnerable decision-making”, yaitu saat emosi dapat menggeser pertimbangan rasional tentang masa depan.

Karena itu, perjuangan promil sering kali tidak bisa dinilai hanya dari hasil akhirnya. Di balik satu kabar baik, ada perjalanan panjang yang melibatkan tubuh, pikiran, relasi, dan stabilitas ekonomi yang semuanya diuji secara bersamaan.

Pada akhirnya, kisah seperti ini mengingatkan bahwa tidak semua perjuangan terlihat di permukaan. Ada proses yang sunyi, berat, dan sangat personal—yang hanya dipahami sepenuhnya oleh mereka yang menjalaninya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Luna Maya Hiatus Demi Promil, Inginkan Bayi Kembar

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Kebiasaan Ini Sering Dilakukan People Pleaser Tanpa Sadar

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Momen Manis Ayu Ting Ting Dampingi Sang Putri Lulus SD, Intip Potretnya

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Resep Kue Ekonomis dan Hemat, Enak Anti Ribet

Mom's Life Amira Salsabila

Sertifikat TKA SD, SMP, SMA 2026: Fungsi, Cara Cek Nilai & Ketentuannya

Parenting Nadhifa Fitrina

Perjuangan Promil Pasutri Ini Viral, Rogoh Rp700 Juta untuk IVF sampai Tarik Dana Pensiun

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Deretan Artis Putuskan Pindah ke Bali, Terbaru Steffi Zamora & Nino Fernandez

Sertifikat TKA SD, SMP, SMA 2026: Fungsi, Cara Cek Nilai & Ketentuannya

Kisah Bunda Baru Menyadari Hamil setelah Mengalami Jerawat Parah

7 Kebiasaan Ini Sering Dilakukan People Pleaser Tanpa Sadar

5 Resep Kue Ekonomis dan Hemat, Enak Anti Ribet

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK