kehamilan
Mual saat Hamil: Kapan Sebaiknya Dimuntahkan atau Ditahan? Ini Faktanya
HaiBunda
Senin, 29 Jun 2026 20:20 WIB
Daftar Isi
- Mengenal kondisi mual saat hamil (morning sickness)
- Mual saat hamil: Kapan sebaiknya dimuntahkan atau ditahan?
- Cara mengatasi mual saat hamil
- Daftar makanan untuk menghilangkan mual pada ibu hamil
- Doa agar tidak mual dan muntah saat hamil
- Posisi tidur yang sebaiknya dipilih untuk atasi mual dan muntah saat hamil
- Tanda muntah yang berbahaya saat hamil
Banyak perempuan merasa mual atau muntah secara aktif khususnya di awal kehamilan. Terkait mual saat hamil, kapan sebaiknya dimuntahkan atau ditahan? Ini faktanya, Bunda.
Dalam kebanyakan kasus, mual dan muntah di awal kehamilan memang tidak memerlukan pengobatan. Kondisi ini merupakan gejala normal pada kehamilan di trimester awal yang dikenal dengan morning sickness.Â
Seringnya, kondisi mual di pagi hari tersebut, gejalanya cukup ringan. Sehingga, Bunda tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun, dalam kasus yang lebih parah, obat anti mual terkadang juga diperlukan, seperti dikutip dari laman Health.nsw.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal kondisi mual saat hamil (morning sickness)
Mual saat hamil (morning sickness) merupakan gejala alami dalam kehamilan. Sekira 70 persen perempuan mengalaminya pada trimester pertama kehamilan. Dan, mual serta muntah khususnya di pagi hari ini dapat terjadi kapan saja. Dalam hal ini, perubahan pola akan dan gaya hidup bisa membantu meredakan kondisi tersebut.
Mual di pagi hari terasa paling buruk bagi sebagian besar perempuan sekitar minggu ke-8 hingga ke-10 kehamilan. Namun, waktu ini bervariasi, dan gejala setiap orang tidak mencapai puncaknya pada waktu yang sama.
Mual di pagi hari cenderung membaik atau hilang sekitar minggu ke-13 kehamilan (akhir trimester pertama). Namun, beberapa perempuan mengalami gejala yang masih ada hingga awal trimester kedua (minggu ke-14 hingga ke-27 kehamilan). Dalam kasus yang jarang terjadi, mual di pagi hari terjadi hingga akhir kehamilan.
Penyebab dari mual di pagi hari (morning sickness) memang belum sepenuhnya diketahui. Tim medis percaya bahwa hal tersebut merupakan campuran antara perubahan fisik dan kimia. Biasanya, penyebabnya ialah gula darah rendah, peningkatan hormon kehamilan (hCG), fluktuasi tekanan darah, perubahan metabolisme, dan lainnya.
Kondisi morning sickness biasanya bertambah parah ketika dibarengi dengan stres dan kecemasan, kelelahan yang berlebihan, makan atau mencium aroma tertentu, mabuk perjalanan, adanya cuaca panas atau hangat.
Mual saat hamil: Kapan sebaiknya dimuntahkan atau ditahan?
Mual saat hamil yang berakhir dengan muntah lebih sering memang menimbulkan kekhawatiran bagi kesehatan bayi yang belum lahir. Apalagi, mual dan muntah dapat menegangkan otot perut dan menyebabkan rasa sakit dan nyeri lokal. Tetapi, mekanisme fisik muntah tidak akan membahayakan bayi, Bunda. Sebab, janin dilapisi sempurna di dalam kantung cairan ketubannya.
Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa mual di pagi hari sedang dikaitkan dengan penurunan risiko keguguran. Namun, muntah yang berkepanjangan (yang menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan) dapat menghilangkan nutrisi yang tepat dan meningkatkan risiko bayi kekurangan berat badan saat lahir.Â
Terkait mual saat hamil, kondisi ini merupakan gejala alami dalam kehamilan, Bun. Sehingga, tubuh yang akan berusaha adaptasi dengan proses perubahan tersebut khususnya di awal kehamilan. Jadi, biarkan tubuh yang mengatur ritmenya secara alami. Jika memang terasa mual dan ingin muntah, Bunda bisa langsung mengikuti ritme tersebut dan tidak boleh memaksakan atau menginduksi muntah secara sengaja.
Penting diingat bahwa, seseorang tidak boleh menyebabkan muntah kecuali memang diinstruksikan oleh dokter, Bun. Sebab, muntah yang disebabkan diri sendiri mungkin bisa menyebabkan potensi risiko seperti dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan kerusakan pada tenggorokan, gigi atau gusi, seperti dikutip dari laman Medical News Today.
Cara mengatasi mual saat hamil
Mual di pagi hari yang parah dikenal sebagai hiperemesis gravidarum dan dapat memengaruhi sekitar satu dari 1.000 perempuan hamil. Gejala HG termasuk adanya muntah berulang, penurunan berat badan, dan dehidrasi.Â
Meski mengalami ketidaknyamanan, ada berbagai cara mengatasi mual saat hamil yang bisa Bunda praktikkan guna membuat situasi lebih nyaman. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:
1. Tidak minum obat dalam bentuk apa pun, kecuali dalam rekomendasi dokter
2. Makan makanan kecil seperti biskuit manis sebelum bangun dari tempat tidur di pagi hari
3. Jangan mengonsumsi makanan yang dicurigai membuat Bunda mual.Â
4. Makan makanan kecil secara teratur karena perut kosong cenderung memicu mual
5. Menghindari memasak atau menyiapkan makanan
6. Minum sebanyak mungkin. terkadang, menyesap jus, teh jahe, sup bening, atau minuman ekstrak daging sapi dapat membantu
7. Pertimbangkan akupresur atau akupunktur di pergelangan tangan
8. Kenakan pakaian longgar
9. Beristirahat lebih banyak karena bergerak dapat memperburuk mual di pagi hari
10. Konsumsi suplemen vitamin B6 bisa membantu dengan saran dari dokter
Morning Sickness/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari |
Daftar makanan untuk menghilangkan mual pada ibu hamil
Mual dan muntah pada ibu hamil memang tidak menyenangkan dan bisa membuat stres. Bagi sebagian perempuan, sangat penting mencari cara berdamai dengan situasi tersebut. Salah satunya ialah selektif memilih makanan guna meminimalisir terjadinya mual dan muntah pada ibu hamil. Berikut ini daftar makanan untuk menghilangkan mual pada ibu hamil yang bisa dijadikan rekomendasi harian:
1. Makanan hambar dan mudah dicerna seperti pisang, saus apel, roti panggang
2. Makanan berprotein tinggi seperti ayam, selai kacang, dan kacang-kacangan
3. Minuman dingin dan makanan ringan seperti smoothie dan susu almond
4. Jahe
5. Teh herbal
6. Buah-buahan dan sayuran tinggi kandungan air seperti semangka dan mentimun
7. Buah jeruk
8. Mint
9. Makanan tinggi vitamin B6 seperti salmon dan alpukat
10. Kaldu
Doa agar tidak mual dan muntah saat hamil
Morning sickness atau rasa mual dan muntah biasanya terjadi pada masa tiga bulan awal kehamilan. Setiap ibu hamil mungkin akan merasakan derajat mual yang berbeda-beda. Ada yang biasa saja, tetapi ada juga yang merasakan mual dan muntah cukup parah sehingga memerlukan pengobatan.Â
Nah, agar Bunda bisa melewati masa tersebut dengan baik, melantunkan doa demi kebaikan Bunda dan bayi dalam rahim menjadi hal terbaik yang bisa dilakukan. Berikut ini salah satu doa agar tidak mual dan muntah saat hamil ya Bunda seperti dikutip dari Buku Doa & Zikir Mustajab untuk Ibu Hamil dan Menyusui yang ditulis Ummu Azzam dan diterbitkan Qultum Media:
Bismillaahil ladzii laa ilaaha illaa huwal haliimul kariimu rabbil 'arsyil 'azhiim. Laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul 'arsyil 'azhiim.
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Penyabar, Yang Mahamulia, Tuhan 'Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan semesta langit dan bumi, dan Tuhan 'Arsy yang agung.
Posisi tidur yang sebaiknya dipilih untuk atasi mual dan muntah saat hamil
Menciptakan kenyamanan khususnya di trimester awal kehamilan perlu dilakukan sesuai kenyamanan masing-masing, Bunda. Selain mempraktikkan tips di atas, salah satu cara yang juga bisa dilakukan guna meredakan morning sickness yang parah yakni dengan memilih posisi tidur. Berikut ini posisi tidur yang sebaiknya dipilih untuk atasi mual dan muntah saat hamil:
1. Berbaring miring dengan bantuan sandaran bantal
2. Jika Bunda mengalami mulas di malam hari, cobalah menopang tubuh bagian atas dengan bantal
3. Jika Bunda mengalami masalah sakit punggung, gunakan bantal dan letakkan di bawah perut
4. Hindari posisi tidur telentang karena dapat menyebabkan masalah dengan sakit punggung, pernapasan, sistem pencernaan, wasir, tekanan darah rendah, dan menyebabkan penurunan sirkulasi ke jantung dan bayi, seperti dikutip dari laman American Pregnancy
5. Hindari juga posisi tidur tengkurap karena dapat membuat Bunda tidak nyaman
Tanda muntah yang berbahaya saat hamil
Mual dan muntah di pagi hari bisa mencakup mual ringan, sedang, hingga muntah sesekali. Biasanya, kondisi ini dapat dikelola dengan penyesuaian gaya hidup seperti makan makanan kecil lebih sering, dan menjaga diri dari risiko dehidrasi, seperti dikutip dari laman Giurgentcare.
Mengenali tingkat keparahan dan gejala dari mual dan muntah sebenarnya dapat membantu mencegah komplikasi seperti dehidrasi dan kekurangan gizi. Untuk itu, kenali tanda muntah yang berbahaya saat hamil dan menyegerakan diri ke dokter untuk mendapatkan pengobatan ya, Bunda:
1. Penurunan berat badan melebihi 5 persen dari berat badan pra kehamilan yang menandakan adanya risiko malnutrisi
2. Muntah terus menerus yang terjadi lebih dari tiga kali sehari
3. Adanya tanda-tanda dehidrasi parah seperti urine gelap, pusing, dan kelelahan
4. Ketidakmampuan melakukan aktivitas rutin sehari-hari karena tingkat keparahan gejala
5. Merasakan gejala kardiovaskular seperti pusing saat berdiri, pingsan
6. Warna urine gelap dan sedikit selama periode delapan jam menandakan adanya dehidrasi parah
7. Selaput lendir kering dan haus yang hebat, mencerminkan kehilangan cairan yang signifikan
8. Muntah darah atau bahan yang menyerupai bubuk kopi, demam tinggi terus menerus, atau sakit perut yang hebat
Mengidentifikasi tanda bahaya tersebut sedini mungkin dapat melindungi kesehatan Bunda dan janin dalam rahim. Karenanya, segera dapatkan pertolongan medis dan memastikan akses kesehatan dengan cepat yang bisa menyelamatkan jiwa diri sendiri dan bayi yang ada di kandungan.
Semoga informasinya membantu, Bunda. Jaga kesehatan dan jangan lupa bahagia, karena kebahagiaan Bunda juga dirasakan janin di kandungan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Tak Disangka, 9 Makanan Ini Ternyata Ampuh Redakan Rasa Mual saat Hamil
Kehamilan
7 Cara Mengatasi Mual selama Kehamilan, Coba Jalan Kaki Bun
Kehamilan
Cara Mengatasi Mual saat Hamil, Coba dengan Ubah Beberapa Kebiasaan Ini
Kehamilan
5 Cara Mengatasi Mual Saat Hamil Muda Menurut Pandangan Islam
Kehamilan
Obat Mual yang Aman Dikonsumsi Ibu Hamil untuk Redakan Morning Sickness
9 Foto
Kehamilan
9 Potret Gaya Busana Keluarga Kerajaan Inggris Usai Melahirkan
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Morning Sickness/ Foto: HaiBunda/ Mia Kurnia Sari
Peneliti Ungkap Penyebab Mual dan Muntah Ekstrem di Awal Kehamilan
Hamil Anak Pertama, Lee Da Hae Ungkap Masakan Spesial Ibunda untuk Atasi Morning Sickness
Hiperemesis Gravidarum Memengaruhi 1 dari 50 Ibu Hamil di Dunia, Ketahui Gejalanya