KEHAMILAN
Waspada Cuaca Panas Saat Hamil, Benarkah Bisa Picu Keguguran?
Elia Amaliana | HaiBunda
Kamis, 03 Sep 2026 07:30 WIBPerubahan iklim mempengaruhi kekeringan yang berkepanjangan di beberapa wilayah, sehingga memerlukan kebutuhan yang ekstra untuk menghindari dampaknya terhadap kesehatan.
Dikutip dari Medical Express, sebuah studi internasional digelar oleh Saint Pau Research Institute (IR Sant Pau), bersama Center of Data and Knowledge Integration for Healt (CIDACS, Brazil) untuk meneliti hal ini.
Berdasarkan data yang melibatkan hampir 30 juta kelahiran selama dua dekade di Brasil, tercatat dampak kekeringan selama kehamilan bisa meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur. Semakin ekstrem panasnya akan semakin tinggi juga risiko kelahiran prematurnya.
Penelitian yang diterbitkan di The Lancet Regional Health-Americas ini merupakan bagian dari proyek bertema Influence of Adverse Climate Events on Birth Outcomes and Maternal and Child Nutrition Using Data From the 100 Million Brazilian Cohort. Analisis ini berfokus pada populasi yang rentan secara sosioekonomi dan melihat dampak kekeringan berbeda-beda berdasarkan kondisi lingkungan dan sosial di setiap daerah.
Saat ini, Dr. Aline Rocha, peneliti di SalutData Lab, memperluas penelitiannya untuk menganalisis potensi dampak kekeringan terhadap perkembangan anak hingga usia 5 tahun.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kekeringan bukan hanya fenomena lingkungan atau pertanian, tetapi juga berpotensi menjadi penentu kesehatan ibu dan anak. Ini adalah contoh nyata kesehatan planet, bagaimana perubahan iklim dan sistem alam pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan manusia,” ucap Rocha.
Cuaca panas tingkatkan risiko kelahiran prematur
Dampak kekeringan ternyata berkaitan erat dengan risiko kelahiran prematur. Kelahiran prematur kemungkinan naik sekitar 2% pada tiga periode waktu yang dianalisis, atau setara dengan 1,4 persen hingga 1,7 persen kasus per 1.000 kelahiran.
Risiko ini terlihat semakin meningkat seiring dengan intensitas kekeringan. Pada paparan selama enam bulan, misalnya risiko meningkat 1 persen saat kekeringan tergolong sedang hingga 5 persen ketika kekeringan berada pada tingkat ekstrem. Temuan ini memungkinkan pertengahan dan akhir kehamilan menjadi masa yang rentan terhadap dampak kekeringan.
Dikutip dari laman resmi Boston University, menurut jurnal Epidemiology, hasil studi tersebut menemukan bahwa ibu hamil di Amerika Utara memiliki risiko keguguran dini 44% lebih tinggi pada bulan-bulan musim panas, terutama akhir Agustus dan awal September.
Kondisi sosial dan ekonomi memperkuat dampaknya
Kondisi sosial dan ekonomi dapat meningkatkan seseorang lebih rentan terhadap dampak perubahan iklim. Orang dengan sumber daya terbatas akan kesulitan menghadapi kekurangan pangan, kenaikan harga, hingga kesulitan mendapat air yang aman konsumsi. Kondisi ini dapat memengaruhi gizi dan akses terhadap pemeriksaan kesehatan.
"Peristiwa iklim tidak memengaruhi semua orang secara sama. Kondisi sosial sebagian besar menentukan kemampuan masyarakat untuk melindungi diri dari kekurangan pangan dan air, menjaga gizi yang memadai, atau mengakses perawatan prenatal. Oleh karena itu, langkah-langkah adaptasi harus memberikan perhatian khusus kepada perempuan hamil dalam situasi yang lebih rentan," tegas Rocha.
Para peneliti menemukan ada tiga hasil yang bisa merugikan:
- Kelahiran sebelum usia kehamilan 37 minggu
- Berat badan lahir rendah meski lahir cukup bulan
- Ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan bayi lain dengan usia kehamilan yang sama.
Itulah dampak musim panas yang bisa picu keguguran pada ibu hamil. Semoga membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
Simak video di bawah ini, Bun:
Bumil Tiba-tiba Nggak Suka Bau Suami, Kok Bisa?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cuaca Panas Ekstrem Disebut Berisiko Picu Diabetes pada Ibu Hamil, Ini Cara Mencegahnya
9 Tips bila Ibu Hamil Kegerahan di Musim Kemarau, Boleh Makan Buah Segar Bun
Merawat Kesehatan Gigi saat Hamil Mampu Turunkan Risiko Lahir Prematur
10 Faktor Risiko Kelahiran Prematur, Ada yang Bisa Dicegah Sebelum Hamil Bun
TERPOPULER
Audi Marissa & Anthony Xie Bagikan Foto Terakhir Jelang Cerai, Ucap Terimakasih untuk Hal Ini...
Waspada Cuaca Panas Saat Hamil, Benarkah Bisa Picu Keguguran?
Terpopuler: Potret Prilly Latuconsina Temani Omara Esteghlal Napak Tilas Kampus
6 Kalimat Sering Digunakan Orang yang Lebih Suka Deep Talk
Aaliyah Massaid Bikin Aturan Olahraga Malam untuk Suami Akibat Trauma Kehilangan Ayah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lulur untuk Kulit Cerah, Halus, dan Glowing
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi AC 1/2 PK Inverter Low Watt, Bagus dan Hemat Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Drama China Terbaru yang Ditunggu-tunggu Penayangannya, Modern hingga Kerajaan
Waspada Cuaca Panas Saat Hamil, Benarkah Bisa Picu Keguguran?
Audi Marissa & Anthony Xie Bagikan Foto Terakhir Jelang Cerai, Ucap Terimakasih untuk Hal Ini...
Terpopuler: Potret Prilly Latuconsina Temani Omara Esteghlal Napak Tilas Kampus
6 Kalimat Sering Digunakan Orang yang Lebih Suka Deep Talk
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cushion Matte Sering Cakey atau Berubah Warna? Ini Cara Pilih yang Beneran Tahan Lama
-
Beautynesia
Profil TUIDE, Girl Group K-Pop Baru Naungan Hybe
-
Female Daily
Dari Fibreno sampai Parfois, Ini 4 Butik Fashion & Beauty Baru di Jakarta yang Nggak Boleh Kamu Lewatkan
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Fenomena 'Office Ageing': Pegawai Kantor Pakai Masker Hingga Buka Payung
-
Mommies Daily
Rekomendasi Film Dewasa Asia dari Jepang, Korea, hingga India untuk Ditonton