KEHAMILAN
Miscarriage Awareness Month: Apakah Keguguran Berulang Bisa Dicegah? Ini Kata Dokter
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 18 Oct 2026 14:00 WIBKeguguran menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan bagi perempuan, terutama jika terjadi berulang kali. Dalam rangka Miscarriage Awareness Month atau Bulan Kesadaran Keguguran yang diperingati sepanjang Oktober ini, penting bagi setiap orang untuk memahami penyebab dan penanganannya.
Miscarriage Awareness Month dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang keguguran, termasuk yang terjadi berulang kali.
Lantas, apakah keguguran berulang bisa dicegah? Simak penjelasan dari dokter kandungan berikut ini ya!
Apa itu keguguran berulang?
Bunda pasti sudah tak asing dengan istilah keguguran berulang. Istilah ini sering dikaitkan dengan keguguran yang terjadi beberapa kali pada seorang perempuan.
Menurut Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. Kanadi Sumapraja, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Sc., keguguran berulang didefinisikan sebagai kondisi ketika seorang perempuan mengalami keguguran sebanyak dua kali atau lebih secara berturut-turut.
"Pada awalnya ada pendapat yang menyatakan bahwa keguguran dikatakan berulang bila terjadi tiga kali berturut-turut. Akan tetapi karena mempertimbangkan faktor emosional dan psikologis, kejadian ini dianggap harus diinvestigasi ketika terjadi dua kali keguguran berulang," ungkap Kanadi, dalam Exclusive Media Interview bersama Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) via Zoom, belum lama ini.
"Konsep dari keguguran sendiri adalah pengakhiran kehamilan atau kehamilan yang pendek. Kalau menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ini dibatasi, jadi berakhirnya kehamilan di bawah usia 20 minggu atau berat janin kurang 500 gram," sambungnya.
|
Baca Juga : 9 Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi
|
Penyebab pasti dari keguguran berulang dapat diketahui dari pemeriksaan detail atau investigasi. Namun, ada beberapa hal yang dikaitkan sebagai faktor penyebab, yakni kegagalan hasil pembuahan dan faktor supporting system dari ibu.
"Kegagalan hasil pembuahan ini bisa karena kegagalan tubuh ibu beradaptasi yang menyebabkan embrio 'ditolak'. Saat proses pembuahan, tidak darang terjadi kesalahan, seperti saat sel membelah atau masalah kromosom," ujar Kanadi.
"Sementara supporting system ibu ini berkaitan dengan kesiapan ibu sebelum pembuahan. Kalau proses ini sudah bermasalah, dinding rahim tidak supporting sehingga bisa menjadi faktor pemicu kegagalan, penempelan embrio tidak baik, atau mekanisme pembentukan plasenta tidak sempurna dan membuat cadangan untuk mendukung kehamilan tidak cukup."
Bisakah keguguran berulang dicegah?
Menurut Kanadi, belum ada prosedur pencegahan primer untuk keguguran berulang. Hal ini karena diagnosis keguguran berulang baru bisa ditegakkan ketika sudah terjadi keguguran, Bunda.
"Kita belum punya prosedur pencegahan primer, karena salah satu syaratnya mampu melakukan skrining untuk mendeterminasi yang berisiko keguguran berulang. Secara praktikal belum mampu melakukan skrining ini," ujarnya.
Selain itu, keberhasilan kehamilan tidak hanya ditentukan oleh pihak perempuan saja. Pihak laki-laki juga memegang peranan penting untuk mencapai keberhasilan pembuahan.
"Kalau bicara kehamilan, frekuensi keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh faktor perempuan, tapi faktor pria. Kualitas hasil pembuahan itu juga merupakan kontribusi dari faktor pria," kata Kanadi.
"Jadi artinya kalau mau melakukan pencegahan primer maka pastinya harus dilakukan kedua belah pihak. Akan tetapi karena kita belum mampu melakukan skrining yang spesifik faktor risiko, maka sulit mengetahuinya."
Meski faktor-faktor tersebut tidak dapat mencegah keguguran, pasangan suami istri masih bisa mengusahakan untuk mendapat kehamilan sehat melalui perubahan gaya hidup. Kanadi menyarankan untuk menjalani pola hidup sehat sebagai upaya mencegah berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadian keguguran.
"Tapi tentu bisa dimulai dari hal-hal yang bersifat normatif, seperti melakukan gaya hidup sehat, mengonsumsi makanan sehat, melakukan olahraga teratur, menghindari penggunaan zat-zat yang punya potensi membahayakan seperti rokok. Hal-hal itu dapat dipertimbangkan sebagai upaya untuk mencegah sesuatu yang berhubungan dengan keguguran berulang," ungkap Kanadi.
Kondisi autoimun bisa memicu keguguran berulang
Salah satu faktor risiko yang kerap dikaitkan dengan keguguran berulang adalah penyakit autoimun, yakni kondisi sindrom antifosfolipid. Kanadi mengatakan bahwa kondisi ini dapat mengakibatkan darah lebih mudah menggumpal.
Ketika seorang perempuan mengalami keguguran berulang, dokter biasanya akan melakukan tes tes antibodi antifosfolipid. Ada beberapa kriteria pemeriksaan yang dicurigai mengidap sindrom ini, yakni:
- Terjadinya keguguran berulang di bawah 10 minggu hingga 3 kali berturut-turut.
- Terjadinya kematian janin pada usia kehamilan 10 minggu atau sama dengan 10 minggu tanpa kelainan bentuk (morfologi) yang abnormal.
- Para ibu yang hamil mengalami komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah naik, preeklamsia, pertumbuhan janin terhambat, plasenta lepas sebelum waktunya (solusio plasenta) atau gawat janin.
"Sindrom antifosfolipid ini memang dapat berupa peningkatan aktivitas pembekuan darah. Tapi ada mekanisme lain yang berujung pada keguguran berulang di mana kehadiran antibodi antifosfolipid mengganggu proses penempelan janin," ungkap Kanadi.
"Skrining terhadap sindrom ini sangat direkomendasikan pada keguguran berulang. Sebab, manifestiasinya muncul saat kehamilan. Kalau tidak hamil, tidak ada sesuatu yang muncul," lanjutnya.
Demikian serba-serbi tentang keguguran berulang yang perlu diketahui dalam rangka memperingati Miscarriage Awareness Month. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Risiko Keguguran Bisa Turun dari Keluarga? Ini Faktanya, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Keguguran Berulang, Kenali Gejala dan Penyebab Abortus Habitualis
6 Penyebab Keguguran Berulang Serta Peluang untuk Hamil Kembali
5 Cara Mencegah Terjadinya Keguguran Berulang
4 Penyebab Terjadinya Keguguran Berulang dan Simak Cara Mengatasinya
TERPOPULER
2 Ciri Anak Punya Sensitivitas Tinggi Menurut Psikolog
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf R, Pekerja Keras dan Penuh Empati
Bantah Bangkrut, Ini Alasan Melaney Ricardo Jual Rumah
Anak Susah Tidur? Pola Makan Ternyata Bisa Jadi Salah Satu Penyebabnya
Manfaat Angkat Kaki 10-15 Menit, Bisa Bantu Lancarkan Sirkulasi Darah
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Skintific yang Aman untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ibu Hamil dengan Riwayat Luka Masa Kecil Rentan Alami Reaksi Peradangan saat Stres
Anak Susah Tidur? Pola Makan Ternyata Bisa Jadi Salah Satu Penyebabnya
2 Ciri Anak Punya Sensitivitas Tinggi Menurut Psikolog
Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf R, Pekerja Keras dan Penuh Empati
Miscarriage Awareness Month: Apakah Keguguran Berulang Bisa Dicegah? Ini Kata Dokter
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Cara Pakai Instax Mini Evo dan 6 Kombinasi Efek Kamera Instan yang Bikin Foto Terlihat Estetik
-
Beautynesia
Tes Kepribadian: Gambar Macan atau Pohon yang Kamu Lihat Pertama? Ini Artinya...
-
Female Daily
BABYMONSTER dan Garnier Micellar Water Punya Cara Baru Bikin Rutinitas Bersih-Bersih Wajah Lebih Praktis
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Pamer Rambut Pendek, Potret Kim Ji Won di Drakor Doctor X Bikin Pangling
-
Mommies Daily
7 Rekomendasi Dirty Latte Enak di Jakarta, Cocok untuk Teman Me-Time