kehamilan
9 Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi
HaiBunda
Jumat, 29 May 2026 09:00 WIB
Daftar Isi
Keguguran adalah kondisi berhentinya kehamilan secara alami sebelum usia kandungan 20 minggu. Kondisi ini cukup sering terjadi, terutama pada trimester pertama. Banyak Bunda yang merasa khawatir dan bertanya-tanya apa sebenarnya penyebab keguguran yang paling sering terjadi.
Perlu diketahui, tidak semua keguguran terjadi karena aktivitas ibu hamil. Sebagian besar justru disebabkan oleh faktor medis atau kondisi tertentu yang tidak bisa dicegah sepenuhnya. Namun, memahami penyebabnya dapat membantu Bunda lebih waspada dan menjaga kehamilan tetap sehat.
9 Penyebab keguguran yang paling sering terjadi
1. Kelainan kromosom pada janin
Kelainan kromosom menjadi penyebab keguguran paling umum, terutama pada trimester pertama. Kondisi ini terjadi ketika janin memiliki jumlah atau susunan kromosom yang tidak normal sehingga perkembangan tidak berjalan baik. Biasanya kondisi ini terjadi secara acak dan bukan karena kesalahan ibu hamil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut penelitian dari Mayo Clinic, sekitar 50–66 persen keguguran trimester pertama disebabkan oleh kelainan kromosom pada janin. Kondisi ini membuat janin tidak berkembang dengan normal sehingga kehamilan berhenti secara alami.
2. Usia ibu yang terlalu muda atau terlalu tua
Risiko keguguran meningkat pada ibu hamil usia di atas 35 tahun. Semakin bertambah usia, kualitas sel telur juga dapat menurun sehingga meningkatkan risiko gangguan pada janin. Sementara pada usia terlalu muda, tubuh terkadang belum siap sepenuhnya untuk menjalani kehamilan.
3. Gangguan hormon
Ketidakseimbangan hormon, terutama hormon progesteron, dapat membuat rahim sulit mempertahankan kehamilan. Selain itu, kondisi seperti PCOS (polycystic ovary syndrome) juga bisa meningkatkan risiko keguguran.
Menurut Cleveland Clinic, kondisi seperti diabetes tidak terkontrol, gangguan hormon, penyakit tiroid, hingga infeksi TORCH dapat meningkatkan risiko keguguran.
4. Infeksi Saat Hamil
Beberapa infeksi dapat mengganggu perkembangan janin dan memicu keguguran, misalnya:
- TORCH
- Infeksi bakteri
- Rubella
- Listeria
- Cytomegalovirus (CMV)
Karena itu, penting bagi ibu hamil menjaga kebersihan makanan dan rutin memeriksakan kehamilan.
5. Penyakit kronis yang tidak terkontrol
Penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, gangguan tiroid, lupus, hingga penyakit autoimun dapat meningkatkan risiko keguguran bila tidak ditangani dengan baik.
6. Kelainan pada rahim atau serviks
Bentuk rahim yang tidak normal, adanya miom besar, atau serviks lemah dapat membuat janin sulit berkembang dengan optimal.
Pada beberapa kasus, kondisi ini baru diketahui setelah ibu mengalami keguguran berulang.
7. Gaya hidup tidak sehat
Merokok, konsumsi alkohol, narkoba, hingga kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
8. Stres berat dan kelelahan ekstrem
Stres ringan umumnya tidak menyebabkan keguguran. Namun stres berat berkepanjangan, tekanan emosional tinggi, serta kelelahan fisik ekstrem dapat memengaruhi kondisi tubuh selama hamil.
9. Konsumsi obat sembarangan
Beberapa obat tidak aman untuk ibu hamil dan dapat mengganggu perkembangan janin. Karena itu, Bunda sebaiknya tidak minum obat tanpa anjuran dokter, termasuk obat herbal tertentu.
10 Makanan dan minuman penyebab keguguran yang paling sering terjadi
Tidak semua makanan dapat menyebabkan keguguran. Namun ada beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari karena berisiko bagi ibu hamil.
1. Alkohol
Alkohol dapat mengganggu perkembangan janin dan meningkatkan risiko keguguran serta cacat lahir.
2. Makanan mentah atau setengah matang
Contohnya sushi mentah, telur setengah matang, atau daging mentah. Makanan ini berisiko mengandung bakteri dan parasit berbahaya.
3. Susu yang tidak dipasteurisasi
Susu mentah dapat mengandung bakteri listeria yang berbahaya bagi kehamilan. Dilansir dari dari Cleveland Clinic, infeksi bakteri seperti listeria dari makanan mentah atau susu tidak dipasteurisasi dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan termasuk keguguran.
4. Daging olahan yang tidak dipanaskan
Sosis, ham, atau smoked beef sebaiknya dipanaskan hingga matang sebelum dikonsumsi.
5. Ikan tinggi merkuri
Beberapa ikan seperti hiu, marlin, dan king mackerel mengandung merkuri tinggi yang dapat memengaruhi perkembangan janin.
6. Kafein berlebihan
Konsumsi kafein berlebihan, terutama lebih dari 200 mg per hari, dikaitkan dengan peningkatan risiko keguguran.
Kafein bisa ditemukan pada:
- Kopi
- Minuman energi
- Teh
- Soda tertentu
7. Nanas berlebihan
Nanas mengandung bromelain yang dipercaya dapat memicu kontraksi bila dikonsumsi berlebihan, meski penelitian masih terbatas.
8. Pepaya muda
Pepaya muda mengandung lateks yang diduga dapat merangsang kontraksi rahim.
9. Jamu atau herbal tertentu
Beberapa bahan herbal belum terbukti aman untuk ibu hamil dan berpotensi memicu kontraksi.
10. Makanan tinggi pengawet dan junk food
Makanan cepat saji dan tinggi bahan kimia tambahan sebaiknya dibatasi karena dapat memengaruhi kesehatan ibu selama hamil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ketahui 7 Penyebab Keguguran yang Paling Sering Terjadi
Kehamilan
Bukan karena Tidak Subur, Keguguran Lebih Disebabkan Kelainan Kromosom Bun
Kehamilan
Bunda, Batasi Lahap 7 Makanan Ini ya karena Bisa Sebabkan Risiko Keguguran
Kehamilan
4 Penyebab Keguguran yang Perlu Bunda Waspadai di Awal Kehamilan
Kehamilan
Catat Bunda, Faktor-faktor yang Bisa Meningkatkan Risiko Keguguran
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Seleb yang Pernah Alami Keguguran saat Hamil Anak Pertama
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Keguguran Sebabkan Risiko Kanker Payudara & Menopause? Simak Hasil Studi Terbaru
Endometriosis Bisa Tingkatkan Risiko Keguguran dan Kehamilan Ektopik
Hormon hCG Tidak Turun setelah Keguguran? Ini Fakta Penyebab & Cara Mengatasinya