kehamilan

Alasan Ibu Hamil Baiknya Hindari Tidur Telentang di Trimester Akhir

Asri Ediyati Selasa, 21 Nov 2017 - 17.00 WIB
Foto: Ilustrasi ibu hamil dengan posisi telentang/ thinkstock Foto: Ilustrasi ibu hamil dengan posisi telentang/ thinkstock
Manchester, Inggris - Saat hamil, nggak jarang banyak ibu mengeluh tidurnya kurang nyenyak karena serba salah susah menemukan posisi tidur yang pewe alias posisi wenak. Meski begitu, baiknya hindari posisi tidur telentang terutama di trimester ketiga kehamilan.

Soalnya, Bun, hasil riset terbaru dari Inggris menemukan ada kenaikan risiko bayi lahir mati kalau bunda sering tidur telentang di trimester akhir kehamilan.

Riset sebelumnya mengatakan bahwa detak jantung bayi kurang aktif saat ibu mereka tidur telentang. Hal ini disebabkan oleh berat janin yang menekan pembuluh darah hingga suplai oksigen bisa jadi lebih terbatas. Nah, di riset terbaru ini peneliti mengalami kenaikan dan penurunan risiko karena posisi tidur.

"Sekitar 11 bayi lahir dalam keadaan mati tiap hari di Inggris. Orang tua ingin tahu kenapa bayi mereka mati. Apakah kejadian itu bisa terulang kembali dan apa yang perlu mereka hindari agar tidak kejadian lagi," kata Professor Alexander Heazell dari Tommy's Stillbirth Research Centre di RS St Mary's, Manchester, dikutip dari Daily Mail.

Sang penulis, Prof Alexander memaparkan bahwa penelitiannya bersama tim telah menganalisis 1.024 wanita hamil dari 41 unit persalinan di Inggris. Sebanyak 291 ibu hamil memiliki bayi lahir mati pada usia 28 minggu. Sisanya, 733 orang masih hamil dalam keadaan sehat.

"Semua partisipan diminta untuk mengisi kuisioner yang berisi tentang pertanyaan seputar tidur mereka, baik saat sebelum hamil, usia kehamilan empat minggu dan posisi tidur di malam sebelum mereka melahirkan bayi mati," papar Prof Alexander.

Hasil riset menunjukkan bahwa posisi tidur ibu yang telentang bisa menambah risiko bayi lahir mati sebanyak 2,3 kali dibanding ketika ibu tidur dengan posisi menyamping. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa ada kemungkinan penurunan risiko bayi lahir mati 3,7 persen ketika ibu hamil tidur dengan posisi menyamping di usia trimester akhir.

"Kita semua tahu, bayi lahir mati adalah 'tragedi' bagi para ibu dan keluarga. Dan memang, yang perlu dilakukan tenaga medis dan peneliti adalah melakukan riset sebagai salah satu upaya menurunkan risiko bayi lahir mati," kata Louise Silverton, direktur bagian kebidanan di Royale College of Midwives, Inggris.

Dari riset ini, ada badan amal yang membuat kampanye 'Sleep on Side' untuk meningkatkan kesadaran bagi ibu hamil tentang risiko tidur telentang di trimester akhir, demikian dikutip dari Washington Post. (aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi