kehamilan

Kuku Perempuan Ini Rapuh Banget Saat Hamil, Apa Sebabnya Ya?

Melly Febrida 26 Des 2017
Kuku rapuh saat hamil/ Foto: Instagram Libby Trickett Kuku rapuh saat hamil/ Foto: Instagram Libby Trickett
Sydney, Australia - Perubahan tubuh saat hamil memang umum terjadi ya, Bun. Selain perut dan payudara membesar, ada yang menyebut rambutnya nggak gampang rontok, dan wajahnya lebih bersinar. Meskipun ada juga yang mengalami sebaliknya. Itu semua karena hormon.

Tapi apa yang dialami ibu yang satu ini memang nggak biasa. Di usia kehamilan 27 minggu, ibu ini mengeluh kuku kakinya rapuh banget. Adalah Libby Trickett, peraih medali emas Olimpiade untuk cabang renang, yang memiliki keluhan nggak biasa ini.

Libby menceritakan kondisinya tersebut di akun Instagram-nya. "Ini sesuatu yang saya nggak tahu bisa terjadi pada saat hamil," tulisnya dalam caption foto.



Libby merasa aneh, kenapa kukunya bisa copot begitu saja, padahal menurutnya kakinya nggak jamuran lho. Dokter kandungan dan ginekolog yang berbasis di Brisbane, Gino Pecoraro, mencoba menjelaskannya.

Menurut dr Gino kepada Daily Mail Australia, masalah pada kuku jari kaki sebenarnya tidak biasa terjadi pada ibu hamil. Tapi kerapuhan kuku bisa menjadi tanda sang ibu kekurangan zat besi.

"Kuku kaki sensitif atau kuku yang rusak bisa menjadi pertanda kekurangan zat besi yang sangat umum karena ada permintaan cadangan besi untuk bayi dan plasenta," kata dr Gino.

Menurut dr Gino, selama kehamilan perempuan memang membutuhkan lebih banyak zat besi. "Jika Anda kekurangan zat besi bahkan sebelum memulai kehamilan, ini bisa menyebabkan semua jenis masalah termasuk kuku rapuh dan koilonychia, tanda anemia defisiensi besi, yang menyebabkan kuku tipis," terangnya.

dr Gino juga menambahkan hipotiroidisme dan infeksi jamur bisa menyebabkan masalah pada kuku saat hamil. Secara bersamaan bisa juga diikuti pembengkakan kaki.



"Wanita hamil sering bertambah ukuran sepatu saat hamil karena kakinya bengkak. Jadi jika berjalan jauh dengan sepatu yang terlalu kecil, kuku juga bisa terlepas," lanjut dr Gino.

Menurut dr Gino, kuku kaki lepas saat hamil bukan satu-satunya gejala kehamilan yang tak biasa. Hal aneh lainnya adalah pica, yakni keinginan makan sesuatu yang nggak biasa, umumnya bukan makanan, seperti tanah, cat tembok yang kering, bahkan spons untuk mencuci piring.

Kekurangan Zat Besi Saat Hamil

Kekurangan zat besi atau anemia itu nggak bisa diremehkan, Bun. Sering tak disadari, dalam kasus yang jarang anemia bisa mengakibatkan kerusakan organ lho.

Anemia merupakan kondisi di mana tubuh hanya memiliki sedikit sel darah merah yang sehat. Nah, sel darah merah ini terdiri dari protein yang disebut hemoglobin, yang mana membantu mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Kalau jumlah sel darah merah sedikit, akibatnya yang bersangkutan akan kelelahan dan lesu.

Anemia seringkali terjadi tanpa disadari, Bun. Apalagi pada ibu hamil, kelelahan dan lesu dianggap sebagai hal biasa akibat dari kehamilan itu sendiri. Padahal jika anemia terjadi pada ibu hamil, perkembangan otak pada janin bisa terganggu.

Menurut National Institutes of Health, wanita usia 19-50 tahun direkomendasikan mengasup 18 mg zat besi per hari. Nah, selama kehamilan, kebutuhan akan zat besi meningkat menjadi 27 mg.

Kurangnya zat besi juga berkontribusi pada kematian 50.000 perempuan pada saat melahirkan setiap tahunnya lho. Untuk memenuhi zat besi pada ibu hamil, dokter biasanya memberikan vitamin kehamilan. Tapi Bunda jangan hanya mengandalkan vitamin ya, karena asupan sehari-hari juga harus dijaga agar kebutuhan zat besi terpenuhi dengan baik.

Sebagai salah satu solusi penambahan zat besi pada tubuh, beberapa produk pangan telah difortifikasi zat besi. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi