kehamilan

Pilih Dokter Kandungan Laki-laki atau Perempuan, Bun?

Melly Febrida 12 Jan 2018
Pilih Dokter Kandungan Laki-laki atau Perempuan, Bun?/Foto: thinkstock Pilih Dokter Kandungan Laki-laki atau Perempuan, Bun?/Foto: thinkstock
Jakarta - Bunda lebih memilih dokter kandungan laki-laki atau perempuan? Pasti jawabannya beragam. Ada yang hanya ingin ke dokter perempuan saja, tapi ada juga yang lebih percaya pada dokter laki-laki. Tapi mungkin ada juga yang nggak mempermasalahkan jenis kelaminnya.

Nah, di balik pilihan yang dijatuhkan, alasannya juga berbeda-beda. Ada yang karena dokter kandungannya tampan sehingga memilih dokter kandungan laki-laki. Tapi ada juga yang lebih memilih dokter perempuan karena alasan malu kalau diperiksa dokter laki-laki.

Situs Sheknows menanyakan ke beberapa ibu tentang pengalamannya bersama dengan dokter kandungan dan kebidanan laki-laki. Ternyata sebagian besar mengatakan mereka lebih suka berkonsultasi dengan ginekolog wanita.

Seorang ibu mengatakan dokter laki-laki mengetahui pasien perempuannya dengan membaca buku. "Dia tidak punya serviks, jadi bagaimana bisa merawat perempuan," ujarnya.

Beberapa ibu lainnya, seperti yang berinisial L, memilih dokter kandungan dan kebidanan perempuan karena pernah punya pengalaman nggak menyenangkan dengan dokter kandungan laki-laki. Suatu kali saat berkonsultasi ke dokter kandungan laki-laki, dokter tersebut berkomentas kasar sehingga dirinya kapok dan memilih dokter kandungan perempuan.

Sementara ibu lainnya, M, menyebut lebih suka berkonsultasi ke dokter kandungan laki-laki. Bahkan nih, Bun, M rela menempuh perjalanan jauh demi bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan dan kebidanan laki-laki yang sudah dia percaya.



"Saya mengerti mengapa beberapa ibu lebih memilih dokter perempuan secara eksklusif, tapi saya senang dengan dokter laki-laki karena tmemang sudah percaya," tutur M.

Sementara J, termasuk pasien yang memilih dokter kandungan laki-laki karena rekomendasi. Jadi begini Bun, Bunda J merencanakan melahirkan anak keduanya melalui operasi caesar. Nah, atas saran dan rekomendasi bidannya, ia beralih pemeriksaannya ke dokter kandungan laki-laki. Bu bidan menyebut nama seorang dokter kandungan laki-laki yang sudah dia percaya.

"Dia sangat baik. Saya tidak pernah mengeluh," ucap J.

Menurutnya, dokter kandungan prianya itu hebat saat melakukan operasi caesar, tepat waktu dan sangat meyakinkan. "Di akhir operasi, dia memegang tangan saya dan menatap lurus ke mata saya, lalu mengatakan sesuatu yang benar-benar menyentuh. Saya tidak ingat apa yang dia katakan, bagaimana dia membuat saya merasa terharu, dan saya sangat bersyukur!" imbuh J.

Memilih dokter kandungan/Memilih dokter kandungan/ Foto: Thinkstock


Kait, seorang survivor kanker rahim, juga memilih menemui dokter kandungan laki-laki. Dirinya mengatakan sangat bersyukur bertemu dokter yang penuh empati, lembut, dan sangat membantunya melalui hari-hari yang berat.

Sedangkan ibu lainnya, Krista, memilih dokter kandungan laki-laki karena punya pengalaman buruk dengan dokter kandungan perempuan. Krista pun memilih dokter laki-laki itu atas rekomendasi temannya.

"Dulu saya pikir aneh bagi perempuan untuk menemui obgyn laki-laki, tapi sekarang saya lebih suka," tuturnya.



Sedangkan Anne punya cerita lain lagi ,Bun. Ketika Anne mencari obgyn untuk melahirkan anak keduanya, dia bertemu dengan seorang dokter yang mengatakan kepadanya bahwa dirinya harus terus mencari obgyn sampai menemukan dokter yang sreg.

"Dia memberikan perawatan dengan cara yang menghormati kebutuhan pribadi saya. Dia memiliki wawasan tentang tahap kehidupan yang saya hadapi dan peran saya sebagai istri dan ibu," paparnya.

Ya, kebanyakan ibu hamil atau pasien perempuan memilih obgyn perempuan karena pertimbangan mereka akan memperlihatkan bagian tubuhnya yang paling privat. Yang memilih obgyn laki-laki juga sadar sih kalau mereka akan memperlihatkan bagian tubuh yang paling privatnya juga, tapi nggak terlalu mempermasalahkan karena sudah demikian percaya dan merasa memilih yang terbaik.

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) pernah melakukan survei, Bun, soal pemilihan obgyn laki-laki atau perempuan. Hasilnya 58 persen pasien tak memiliki pilihan tertentu. Bagi mereka, obgyn laki-laki atau perempuan sama saja selama pasien merasa klik dan nyaman dengan dokternya.

Sementara itu 34 persen memilih dokter kandungan dan kebidanan perempuan. Pasien dari kelompok ini percaya obgyn perempuan lebih mengerti karena mengalami sendiri kehamilan dan persalinan. Sedangkan 7 persen ibu memilih obgyn laki-laki dengan alasan dokter laki-laki lebih penyayang dan lebih lembut. Hasil surveinya tercantum dalam situs http://journals.lww.com

Memilih dokter memang hak masing-masing pasien. Yang terpenting obgyn pilihan memiliki kualitas perawatan yang baik, keahlian teknis yang nggak perlu diragukan, juga gaya komunikasi yang baik. Paling penting adalah kita nyaman dan percaya pada sang dokter.

Rekomendasi dari banyak orang perlu juga nih kita perhatikan. Karena biasanya kalau banyak orang yang puas, maka obgyn tersebut memang dikenal oke dalam memeriksa dan mendiagnosis. Tapi semuanya kembali ke tangan Bunda ya, ke mana pilihan akan dijatuhkan.

Nah, kalau Bunda sendiri lebih suka dokter kandungan dan kebidanan laki-laki atau perempuan? Lalu siapa nih dokter kandungan favorit Bunda? Bisa lho, berbagai cerita dan rekomendasi di kolom komentar. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi