kehamilan

Cara Agar Ibu Hamil Tetap Sehat dan Bobot Tak Naik Drastis

Niken Widya Yunita Kamis, 12 Jul 2018 - 13.25 WIB
Ilustrasi ibu hamil/ Foto: thinkstock Ilustrasi ibu hamil/ Foto: thinkstock
Jakarta - Berat badan perempuan saat hamil, biasanya akan naik cukup banyak. Bahkan ada yang naik sampai 20 kg lho.

Ya, terkadang kita sulit untuk melawan nafsu makan saat hamil. Yang sering bikin sedih adalah saat bobot nggak kunjung kembali normal meski sudah melahirkan. Hiks.

Dilansir Parents, jika berat badan ibu hamil sebelum hamil normal, biasanya kenaikan berat badannya 12,5 kg-17,5 kg. Kenaikan itu mungkin kelihatan banyak, tetapi itu berarti ibu hamil makan lebih dari 300 kalori per hari.

Untuk camilan sehat, ibu hamil bisa makan semangkuk kecil sereal dengan susu dan buah. Perempuan yang mengikuti pedoman ini biasanya naik 2-3 kg pada trimester pertama dan sekitar 0,5 kg per minggu selama trimester kedua dan ketiga.

Untuk perempuan dengan badan kurus, biasanya naik berat badan 14-20 kg. Sementara calon ibu yang kelebihan berat badan mungkin naik 7,5-12,5 kg. Perempuan dengan berat badan berlebih saat hamil bisa mengalami sakit punggung, varises, serta berisiko mengalami tekanan darah tinggi dan diabetes. Mereka juga lebih mungkin mengalami persalinan yang sulit sehingga melahirkan caesar. Tapi perempuan yang tidak mendapatkan cukup berat badan bisa berisiko melahirkan prematur.


Ilustrasi ibu hamilIlustrasi ibu hamil Foto: Ari Saputra


Karena itu kita harus menjaga benar berat badan ideal saat mempersiapkan kehamilan dan juga saat hamil ya, Bun.

Berikut camilan yang disarankan untuk ibu hamil agar tidak mengalami kenaikan berat badan berlebih:

1. Biji-bijian (6-11 porsi).

Biji-bijian mengandung karbohidrat dan sumber energi utama tubuh. Cobalah untuk makan biji-bijian karena ada mengandung serat dan meringankan sembelit. Sembelitselama ini merupakan masalah umum selama kehamilan. Satu porsi biji-bijian kira-kira satu potong roti atau secangkir nasi, sereal, atau pasta.

2. Buah-buahan (2-4 porsi) dan Sayuran (3-5 porsi).

Buah-buahan mengandung vitamin dan nutrisi yang penting serta serat. Buah-buahan juga mengandung zat besi. Satu porsi buah dapat berupa satu buah utuh ukuran sedang atau satu cangkir jus buah tanpa gula. Ibu hamil harus berusaha makan setidaknya satu porsi harian produk yang kaya vitamin C, seperti buah jeruk dan tomat.

3. Protein (2-3 porsi).

Contohnya daging tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan. Protein sangat penting untuk pertumbuhan janin.

Jika ibu hamil vegetarian, pastikan untuk memenuhi kebutuhan protein dengan makan telur, tahu, dan produk kedelai lainnya, seperti burger kedelai dan susu kedelai.

4. Susu (3-4 porsi)

Susu memberikan kalsium yang dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi janin.

5. Lemak

Jenis-jenis yang perlu diwaspadai yakni mentega, daging, dan produk susu penuh lemak. Selama kehamilan, lemak harus ada 30 persen dari kalori harian ibu hamil.

6. Asam Folat

Nutrisi penting ini membantu mengurangi risiko masalah otak yang serius dan cacat lahir pada tulang belakang janin. Ini juga penting untuk mendukung pertumbuhan janin yang cepat.

7. Zat Besi

Kebutuhan akan zat ini penting ini berlipat ganda selama kehamilan, dari 15 hingga 30 miligram setiap hari untuk mencegah anemia. Sangat penting untuk mengasup zat besi 30 miligram setiap hari selama dua trimester terakhir kehamilan.

Nah, ibu hamil, jangan lupa ya, karena makanan kita juga diasup janin dalam kandungan, ada baiknya mengkonsultasikan makanan yang dipilih jika ragu-ragu baik atau nggaknya untuk kita dan si kecil.

(nwy/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi