kehamilan

Kenali Penyebab Keguguran Seperti Dialami Arumi Bachsin

Yuni Ayu Amida Selasa, 19 Feb 2019 - 15.30 WIB
Foto: dok. Instagram (Emildardak) Foto: dok. Instagram (Emildardak)
Jakarta - Kabar duka datang dari keluarga Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak dan sang istri, Arumi Bachsin. Arumi Bachsin baru saja mengalami keguguran di kehamilan yang ketiga.

Dikutip dari detikcom, saat ini, Arumi Bachsin sedang dirawat di RSIA Kendangsari, Surabaya. Kabar terakhir mengungkapkan bahwa kondisi perempuan 24 tahun ini sudah lebih baik.


"Kebetulan tadi Mas Emil dari Polda terus kesini (RSIA), terus saya melanjutkan ke Kejati, terus saya belok ke sini. Alhamdulillah sih sudah selesai, cepat. Mungkin tadi ada bleeding dikit gitu, terus harus dikuret. Ada pendarahan sedikit gitu terus dibersihkan," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, saat menjenguk Arumi.

Hal yang sama diungkap pula oleh suami Arumi, Emil Dardak, saat ini sang istri kondisinya lebih baik setelah perawatan. Menurutnya, Arumi tengah hamil di trimester pertama atau di bawah tiga bulan, namun harus menjalani kuret.

"Beberapa waktu terakhir, kita melakukan monitoring dan ternyata kondisi hari ini disarankan untuk dilakukan tindakan medis untuk memastikan keselamatan Arumi yang alhamdulillah berjalan dengan lancar," kata Emil.

Ketika ditanya apakah perdarahan Arumi Bachsin karena kecapekan, Emil mengatakan hal tersebut bukan faktor utama. Emil menyebut ada proses alami yang menyebabkan Arumi perdarahan, juga karena perkembangan embrio yang tidak bekerja, mau tidak mau janin tersebut harus dikeluarkan.

"Ya itu tadi, ini ada kondisi bahwa perkembangan embrionya mungkin tidak sesuai dengan harapan sehingga tubuh memiliki mekanismenya sendiri, biasanya di semester pertama. Tapi yang namanya mekanisme alami tidak 100 persen ideal sehingga dibantu dengan tindakan medis," kata Emil.

Dilansir Kids Health, menurut founder Nemours Children's Health System, Larrisa Hirsch, MD, keguguran adalah masalah yang umum dialami ibu hamil. Terjadi pada 1 dari 5 ibu hamil di trimester pertama kehamilan. Dalam kebanyakan kasus, keguguran tidak dapat dicegah karena berkaitan dengan kelainan kromosom dan masalah perkembangan janin.

"Keguguran biasanya terjadi pada tiga bulan pertama kehamilan atau sebelum janin berusia 12 minggu," ucap Hirsch.


Sementara menurut dr.Gde Suardana, Sp.OG, dari RSAB Harapan, penyebab keguguran karena adanya kelainan kromosom. Kelaian tersebut menyebabkan tubuh ibu menganggap bayi sebagai benda asing. Sehingga,tubuh ibu berusaha mengeluarkan si janin sebagai salah satu mekanisme membuat proteksi. Penyebab keguguran lainnya bisa disebabkan kurangnya hormon progesteron.

"Penyebabnya sama dengan faktor penyebab flek. Ada kelainan kromosom atau genetika dari janinnya sendiri," ujar Gde, dikutip dari detikcom. (yun/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi