kesehatan

Jaga Kondisi Anak saat Demam dengan Cara Ini Ya, Bun

Asri Ediyati 02 Okt 2017
Ilustrasi anak demam/ Foto: dok.HaiBunda Ilustrasi anak demam/ Foto: dok.HaiBunda
Jakarta - Anak demam memang bisa bikin kita panik ya, Bun. Nah, ketika kondisi anak tidak ada yang gawat hingga ia harus dibawa ke dokter, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kondisi anak tetap stabil sembari menunggu demam anak turun.

Menurut dr Arifianto SpA atau biasa dipanggil dr Apin, saat si kecil demam sebisa mungkin ruangan jangan panas. Kalau kebetulan kondisi ruangan terlalu panas, berikan pendingin ruangan dan pakaikan anak baju yang tipis.

Lho, bukannya anak saat demam justru menggigil? Tenang Bun, justru kata dr Apin ketika anak demam, termostat pada hipotalamus yang terdapat di otak akan bekerja mengatur suhu tubuh. dr Apin bilang demam adalah respons tubuh untuk memberi early warning kepada kita kalau tubuh sedang terserang penyakit.

Baca juga: Anak Demam, Bolehkah Divaksin?

"Biasanya ada orang tua yang memberikan baju tebal dan selimut, sebenarnya semua itu tergantung mau anaknya. Ada lho yang demam tapi kegerahan karena panas tubuhnya. Ya, kembali lagi ke termostat di hipotalamus yang mengatur suhu tubuh badan. Jadi, sebagai orang tua lebih baik menanyakan dulu ke anak, apakah mereka butuh selimut atau malah hanya kaus tipis saja," papar dr Apin dalam acara pelucuran buku 'Berteman dengan Demam' di Gramedia Margonda, Depok, Minggu (1/10/2017).

Perlu diingat juga, Bun. Jangan sekali-kali membiarkan anak nggak pakai baju dengan alasan kegerahan saat demam. Nggak pakai baju justru bikin anak terpapar angin lebih banyak bukan? Selain itu, dr Apin bilang penting bagi orang tua membujuk anak untuk lebih banyak minum air, makan sup, dan minum jus buah. Ini penting untuk memastikan anak tetap dapat asupan nutrisi meski kondisinya lagi nggak fit.

Baca juga: Yuk Kenali, Ini yang Terjadi pada Tubuh Saat Demam

"Nggak sedikit orang tua melarang anaknya untuk mengonsumsi makanan kesukaannya saat demam misalnya es krim. Sebenarnya nggak apa-apa, karena kalau anak happy maka peluang untuk demamnya turun semakin besar," ujar dr Apin.

Kemudian, jika saat demam anak mengalami muntah atau diare jangan lupa untuk diberi cairan elektrolit ya, Bun. Saat makan pun, biarlah anak memilih jadwal makannya sendiri sehingga kita nggak harus memaksakan berapa banyak porsi makanan yang mesti diasup. Hal terpenting, kata dr Apin, orang tua harus memastikan apakah anak sudah cukup makan atau belum dalam sehari.

dr Apin mengingatkan, sebagai orang tua kita juga harus picky dalam urusan makan ketika anak demam. Salah satunya dengan tidak membiarkan anak makan makanan berlemak yang sulit dicerna dan berisiko menimbulkan sakit perut pada anak. Akibatnya, anak nggak selera makan dan susah sembuh.

Terakhir, yang nggak kalah penting nih Bun, saat anak demam, kompres dengan air hangat ya, bukan dengan air es. Sebab, air es hanya bersifat sementara dalam menurunkan suhu. Berbeda dengan air hangat yang bisa memperlancar aliran darah hingga panas tubuh makin cepat terbuang ke udara. (aci/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi