sign up SIGN UP search


parenting

Anak Demam, Kapan Bunda Perlu Khawatir?

Annisa Afani Selasa, 15 Sep 2020 07:33 WIB
Sick child, toddler boy lying on the couch in living room with a fever, mom cheching his temperature, resting at home caption
Jakarta -

Demam merupakan gejala umum yang dapat terjadi pada siapapun, Bunda. Dalam kebanyakan kasus, demam biasanya tidak memerlukan perawatan secara medis, melainkan perawatan lain dengan tujuan agar bisa menurunkan suhu dan membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Begitu pula dengan anak-anak. Bahkan, demam yang dialaminya anak bisa terjadi secara tiba-tiba di tengah malam, atau bahkan saat anak sedang bermain.

Perlu Bunda ketahui, saat anak demam, usia, gejala, dan suhu tubuh dapat menentukan tindakan apa yang harus dilakukan. Rata-rata, suhu tubuh anak yang normal 36 derajat celcius, dan dapat bertambah hingga melebihi 37 derajat celcius dan mengakibatkannya demam.


Penyebab demam anak

Demam biasanya terjadi karena sistem kekebalan tubuh anak melepaskan bahan kimia saat terjadinya infeksi, sehingga tubuh secara otomatis meningkatkan suhu internalnya. Dengan kata lain, hal ini merupakan cara alami bagi anak untuk melawan infeksi yang menyerang.

Demam yang normal dapat mereda dalam tiga hingga empat hari, Bunda. Pemulihan ini mungkin akan menjadi lebih cepat jika dibantu dengan perawatan rumahan seperti halnya menjaga anak agar tetap terhidrasi.

"Tetap terhidrasi sangat penting sepanjang waktu, terlebih lagi saat demam. Suhu tubuh yang lebih tinggi dapat menyebabkan dehidrasi lebih cepat," kata perawat terdaftar Kristina Duda, dikutip dari Very Well Family.

Menurutnya, minum cairan dingin dapat mengurangi kemungkinan dehidrasi dan bahkan membantu mendinginkan tubuh, Bunda.

Ada beberapa hal yang mungkin dapat menyebabkan demam pada anak, berikut di antaranya:

1. Infeksi virus

Virus menjadi penyebab demam paling umum pada anak-anak dan tidak memerlukan antibiotik, Bunda. Biasanya terjadi dalam beberapa hari diikuti beberapa gejala seperti pilek dan flu.

2. Infeksi bakteri

Berbeda dengan infeksi virus, demam yang disebabkan oleh bakteri bisa diobati dengan antibiotik, Bunda. Setelah pemberian antibiotik, Bunda bisa menunggu hingga 12 jam untuk melihat kondisi anak.

Mengukur suhu tubuh anak

Anak demam karena suhu tubuhnya tinggi. Untuk dapat mengukur suhu tubuh anak, Bunda dapat menggunakan beberapa cara dan alat berikut ini:

1. Termometer ketiak

Alat ini mungkin akan terkesan kuno, namun metode ini mungkin masih menjadi cara yang paling akurat, Bunda. Penggunaannya, Bunda hanya perlu meletakkannya di lipatan ketiak anak selama 3 menit dan nantinya alat akan mendeteksi suhu dengan menampilkan dalam bentuk digital.

2. Termometer telinga

Alat dan metode ini memang semakin populer karena dinilai lebih cepat, dan mudah. Untuk cara kerjanya, alat ini menggunakan sensor inframerah untuk mengukur suhu energi yang memancar dari gendang telinga.

Meskipun gendang telinga adalah titik yang akurat untuk mengukur suhu tubuh, salah satu dari kedua telinga mungkin memberikan suhu dengan angka yang sedikit berbeda. Aturan praktisnya, jika angka yang dibaca mendekati normal, maka itulah hasil yang benar.

3. Termometer digital

Alat ini mirip dengan termometer yang dapat digunakan untuk mendeteksi suhu dari ketiak, Bunda. Akan tetapi cara kerja alat ini jauh lebih cepat meskipun keakuratannya tidak jauh berbeda seperti termometer telinga.

4. Termometer dahi

Dilihat di sebagian besar praktek dokter anak, metode membaca suhu anak ini tidak menimbulkan rasa sakit, tidak menakutkan dan cukup akurat. Mirip dengan termometer telinga, alat ini menggunakan teknologi infra merah untuk mengukur suhu yang memancar dari dahi.

Cara mengatasi demam anak

Ada beberapa cara untuk mengatasi demam dan menurunkan suhu panas tubuh anak, diantaranya ialah:

1. Beri obat penurun demam

Obat penurun demam seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil atau Motrin) merupakan salah satu cara paling sederhana dan efektif untuk menurunkan demam, bunda.

Penggunaan acetaminophen obat dapat digunakan pada anak berusia 2 bulan. Namun, sebelumnya perlu untuk menghubungi dokter anak dan meminta saran terbaik sebelum memberikan obat jenis apapun.

Sedangkan ibuprofen, obat ini dapat digunakan pada anak berusia 6 bulan keatas. Sedangkan aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak tetapi dapat digunakan pada orang dewasa di atas usia 18 tahun.

2. Cukupi cairan

Selama demam, sangat penting untuk menjaga tubuh agar mendapat cairan dengan cukup, Bunda. Karena saat suhu tubuh tinggi, maka hal ini dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dengan lebih cepat.

3. Mandi

Mandi dapat membantu menurunkan demam, Bunda. Dengan memandikan anak pakai air hangat, maka tubuhnya akan merasa nyaman, rileks dan menurunkan demam.

Pantang dilakukan saat anak demam

Bagi beberapa orang tua, mendapati anak demam mungkin bisa membuatnya cemas, panik dan khawatir. Sehingga tidak jarang melakukan beberapa upaya dan tindakan untuk mengatasinya yang bahkan mungkin akan membahayakan.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, berikut beberapa tindakan yang pantang Bunda lakukan ketika anak demam:

1. Pijat dengan minyak beralkohol

Cara ini merupakan tindakan yang tidak tepat ya, Bunda. Bukan hanya tidak efektif, cara ini juga bisa menyebabkan keracunan alkohol.

2. Berendam dalam air es

Mandi dengan dingin memang dapat menurunkan suhu tubuh dengan sangat cepat, namun hal tersebut hanya untuk sementara dan dengan cepat menyebabkan anak menggigil.

3. Menggandakan Pengobatan

Mengonsumsi terlalu banyak obat penurun demam seperti acetaminophen (Tylenol) atau meminum dua jenis obat sekaligus bukan hanya tidak efektif, tetapi juga berbahaya, Bunda.

Apabila dilakukannya, maka dapat merusak organ, dan harapan untuk menurunkan suhu tubuh pun tak dapat tercapai dengan tepat.

Kapan Bunda harus khawatir dan membawanya ke dokter?

Saat anak mengalami demam, maka Bunda perlu mengetahui penyebabnya dan melakukan beberapa perawatan rumahan untuk menurunkan suhu dan membuat anak nyaman. Jika cara itu berhasil, maka Bunda tak perlu khawatir atau membawanya ke dokter.

Namun jika demam anak tidak turun meski sudah melakukan perawatan rumahan, dan mengalami beberapa gejala lain, maka Bunda perlu membawanya ke dokter. Mengutip dari Medical News Today dan UPMC Pinnacle, berikut beberapa gejala yang perlu Bunda khawatirkan bila dialami oleh anak saat demam:

1. Adanya kekakuan atau nyeri di leher
2. Sensitif terhadap cahaya
3. Munculnya ruam pada kulit
4. Mengalami dehidrasi, air mata yang sedikit saat menangis, popok tidak basah, mata cekung,
5. Mengalami kejang

6. Suhu melebihi 39 derajat celcius
7. Demam berlangsung lebih dari 5 hari
8. Tidak mau makan

Selain itu, bagi bayi di bawah usia 3 bulan yang mengalami demam dan anak usia 3 bulan hingga tiga tahun demam selama tiga hari, maka Bunda perlu khawatir dan segera membawanya ke dokter.

Bunda, simak juga yuk beberapa obat alami yang dapat turunkan demam anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi