kesehatan

Begini Jadinya Saat Makanan Anak dalam Seminggu Didokumentasikan

Amelia Sewaka 13 Jan 2018
Dokumentasi makanan anak/ Foto: Gregg Segal Dokumentasi makanan anak/ Foto: Gregg Segal
New York - Makan sih seharusnya nggak asal kenyang ya, Bun. Tapi kadang karena sibuk, kita jadi kurang peduli dengan asupan kita, dan bahkan asupan si kecil.

Sering kali makanan yang kita asup memiliki kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi. Makanan tinggi kalori juga banyak diasup, sehingga meningkatkan risiko diabetes dan penyakit tidak menular lainnya karena tidak diimbangi olah tubuh yang memadai.

Pada tahun 2015, Universitas Cambridge melakukan penelitian mendalam, mengidentifikasi negara-negara dengan makanan paling sehat di dunia. Sembilan dari 10 negara teratas berada di Afrika, di mana sayuran, buah, kacang, kacang polong, biji-bijian adalah makanan pokok dan mereka lebih sering makan makanan hasil buatan sendiri.

Sangat berbeda dengan Amerika, di mana hampir 60 persen kalori yang dikonsumsi berasal dari makanan olahan dan hanya 1 persen yang berasal dari sayuran. Melihat keadaan ini seorang fotografer pun membuat dokumentasi tentang apa aja sih yang anak makan selama seminggu. Kegiatan ini mendokumentasikan dari beberapa belahan negara di dunia.

"Selama dua tahun terakhir, saya telah berkeliling dunia, meminta anak-anak untuk menyimpan jurnal tentang segala sesuatu yang mereka makan dalam seminggu," kata sang fotografer, Gregg Segal, seperti dilansir Time.

Dokumentasi makanan anakDokumentasi makanan anak Foto: Gregg Segal
Dokumentasi makanan anak /Foto: Gregg Segal


Setelah seminggu berlalu, Gregg membuat potret anak dengan makanan yang disusun di sekitar mereka. "Saya berfokus pada anak-anak karena kebiasaan makan, yang merupakan jalan menuju masalah kesehatan kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan kanker usus besar," kata Gregg.

Gregg berkeliling dunia mulai dari Asia ke Timur Tengah, Eropa hingga Afrika, dan Amerika Selatan. Gregg juga mengatakan kebiasaan makan yang dibentuk saat muda, dapat berpengaruh pada kehidupan selanjutnya.

Tujuan yang lebih besar dari kegiatan ini adalah untuk menjadi katalisator perubahan, juga berbagi informasi, serta belajar dari satu sama lain soal makanan yang dimakan anak-anak.



Berbicara makan sehat untuk anak, memang kadang agak sulit untuk minta anak makan sayur, buah, dan makanan sehat lainnya. Saking yang penting 'anak makan', orang tua sering kasih makan 'yang penting anak kenyang'. Padahal kita sebenarnya harus banget lho perhatikan gizi yang masuk ke tubuh anak.

"Kekurangan nutrisi atau malnutrisi nggak hanya ditemui di pedesaan aja, di kota juga banyak. Bukan berarti gemuk tidak malnutrisi ya, malnutrisi itu adalah kebutuhan gizi yang tidak berimbang jadi bisa kita kekurangan atau malah kelebihan," kata ahli gizi, Jansen Ongko.

Sedangkan dr Diana F. Suganda, MKes, SpGK mengatakan agar anak lebih lahap saat makan, sebaiknya dikondisikan lapar lebih dulu. Jadi nih, kita bisa singkirkan aneka camilan ataupun susu terlebih dahulu.

"Sering nih saya temui, saat anak nggak mau makan langsung dikasih susu. Anak lima tahun minum susunya 5-7 botol dalam sehari, kaya minum air putih. Padahal susu adalah pelengkap, nggak bisa langsung menggantikan makan anak," ujar dr Diana

Dengan menciptakan rasa lapar, nanti anak akan minta makan sendiri. Jadi nih, Bun, kalau si kecil malas makan atau nggak mau makan kita lihat dulu apakah sebelumnya si kecil sudah kenyang karena ngemil atau minum susu,

Roslina Verauli, psikolog anak dan keluarga, juga menambahkan sejumlah studi menunjukkan bahwa kualitas protein, vitamin, dan mineral pada makanan berkorelasi dengan baiknya perkembangan kognitif anak usia sekolah lho.

Nah, jadi pastikan anak untuk makan sesuai pertumbuhannya ya, Bun, biar si kecil jauh dari masalah-masalah kesehatan termasuk obesitas.


Dokumentasi makanan anakDokumentasi makanan anak /Foto: Gregg Segal
(aml/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi