kesehatan

Batasi Waktu Main Gadget Bisa Turunkan Risiko Anak Sakit Jantung

Asri Ediyati 10 Agu 2018
Waktu Main Gadget Dibatasi, Risiko Anak Sakit Jantung Bisa Turun/ Foto: Thinkstock Waktu Main Gadget Dibatasi, Risiko Anak Sakit Jantung Bisa Turun/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Kita semua tahu dampak paparan gadget pada anak nggak main-main. Makanya, perlu aturan saat anak main gadget. Nah, ketika waktu anak main gadget dibatasi, salah satu keuntungannya adalah berkurangnya risiko anak kena sakit jantung.

Hal ini disampaikan oleh American Heart Association (AHA). Asosiasi tersebut merekomendasikan orang tua untuk membatasi anak bermain gadget yaitu satu hingga dua jam sehari.

"Waktu main gadget dikaitkan dengan kelebihan berat badan dan obesitas yang dikaitkan dengan kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Begitu pula faktor-faktor risiko seperti obesitas di masa kanak-kanak, penyakit itu cenderung berlanjut sampai anak dewasa," kata ahli jantung pediatrik Dr Stephen Daniels, juru bicara American Heart Association dikutip dari CNN.

Dr David Hill, Ketua Dewan Komunikasi dan Media untuk American Academy of Pediatrics sepakat menjaga kesehatan jantung dimulai sejak masa kanak-kanak. American Heart Association sendiri telah mengulas 20 tahun penelitian tentang kaitan penyakit kardiovaskular dan stroke yang dilaporkan sendiri oleh pasien anak-anak dan remaja.

Saat ini, anak-anak usia delapan hingga 18 tahun diperkirakan menghabiskan lebih dari tujuh jam sehari untuk main smartphone, tablet, game, dan nonton TV. Karena perilaku tersebut berhubungan dengan risiko obesitas dan pasien obesitas bisa berisiko kena penyakit jantung.



"Ada data kuat yang menghubungkan anak-anak yang menonton TV dengan peningkatan risiko obesitas. Di TV ada iklan makanan yang tidak sehat dan kemungkinan anak akan makan camilan saat menonton televisi," tutur David.

Sementara itu, Tracie Barnett, peneliti di INRS-Institut Armand Frappier di Montreal bilang ada kekhawatiran main gadget bisa memengaruhi perilaku makan anak. Sehingga anak-anak akhirnya 'tune out' dan nggak terlalu merasakan kenyang ketika makan disambi bermain gadget. Selain itu ada juga bukti bahwa bermain gadget mengganggu kualitas tidur.

"Idealnya, gadget tidak boleh dimainkan di kamar tidur karena beberapa penelitian telah menemuka bermain gadget di kamar dapat memengaruhi pola tidur," imbul Tracie.

Pihak American Heart Association bilang nggak banyak orang tahu tentang efek penggunaan gadget dalam jangka panjang bagi kesehatan anak-anak. Orang tua juga membutuhkan saran berbasis ilmiah untuk bisa diyakinkan terkait hal ini. David bilang gadget nggak melulu tentang game dan video. Ada cara memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesehatan misalnya memanfaatkan aplikasi kesehatan di gadget.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi