kesehatan

Pneumonia yang Dialami Stan Lee Juga Bisa Menyerang Anak-anak

Siti Hafadzoh Selasa, 13 Nov 2018 - 11.31 WIB
Stan Lee/ Foto: (imdb.) Stan Lee/ Foto: (imdb.)
Jakarta - Kabar duka kembali terdengar dari dunia hiburan internasional. Stan Lee, pencipta komik Marvel meninggal dunia di usianya yang ke-95 tahun. Hingga kini, belum diketahui penyebab meninggalnya komikus Marvel ini. Tapi, dikutip dari CNN Indonesia, Stan Lee memang telah berjuang melawan pneumonia sejak satu tahun terakhir.

Perlu diwaspadai, Bun, penyakit pneumonia yang dialami Stan Lee nggak cuma menyerang lansia. Anak-anak juga bisa terserang penyakit ini. Terutama bayi di bawah usia 2 tahun. Dilansir Everyday Health, anak-anak berisiko besar terserang pneumonia karena sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang sempurna.

Menurut WHO, anak-anak yang sehat dapat melawan infeksi tersebut dengan sistem imun mereka sendiri. Sementara itu, anak-anak yan sistem imun atau kekebalan tubuhnya terganggu akan lebih rentan terhadap pneumonia. Apalagi bayi yang tidak diberi ASI eksklusif.



Terdapat beberapa tingkat penyakit pneumonia pada anak. Mulai dari pneumonia ringan atau walking pneumonia, pneumonia sedang, berat, hingga pneumonia yang menjangkiti bayi baru lahir dan balita. Gejala pneumonia berbeda-beda, tergantung tingkat keparahan dan usia anak.

Stan LeeStan Lee/ Foto: (imdb.)
Pneumonia ringan pada anak biasanya disebabkan bakteri seperti Mycoplasma pneumoniae and Chlamydophila pneumoniae. Pneumonia ringan atau biasa disebut walking pneumonia biasanya menyerang anak-anak usia sekolah. Anak-anak yang terkena walking pneumonia akan menunjukkan gejala seperti batuk kering, demam ringan, sakit kepala, dan kelelahan.

Virus menjadi penyebab pada sebagian kasus pneumonia sedang pada anak-anak pra-sekolah atau sekitar usia 4-5 tahun. Anak yang terkena pneumonia akibat virus memiliki gejala seperti sakit tenggorokan, batuk, demam ringan, hidung tersumbat, diare, tidak nafsu makan, dan kelelahan.

Pada remaja biasanya pneumonia disebabkan oleh bakteri. Pneumonia biasanya berkembang tiba-tiba dan menujukkan gejala lebih parah, seperti demam tinggi, berkeringat atau kedinginan, kulit kemerahan, bibir atau kuku membiru, dan sulit bernapas.

Sedangkan, pada bayi dan balita, mereka mungkin tidak menujukkan gejala seperti saat pneumonia dialami anak usia sekolah. Mungkin akan sedikit sulit mendeteksi pneumonia pada bayi dan balita karena mereka belum mampu menyampaikan apa yang dirasa. Bayi yang terkena pneumonia akan menunjukkan gejala pucat, lesu, lebih sering menangis, nggak mau makan atau minum susu, dan muntah.

Di Indonesia, pneumonia merupakan penyebab kematian nomor dua setelah diare bagi balita. Makanya, orang tua harus waspada terhadap penyakit ini. Perlu dilakukan pencegahan agar anak tidak terkena pneumonia. Bunda dan Ayah harus mengenali gejalanya dan segera membawanya ke dokter agar proses penyembuhan berjalan lebih cepat.

"Salah satu yang paling penting untuk mencegah pneumonia adalah pemberian imunisasi lengkap bagi bayi atau balita dan menjaga lingkungan tetap bersih," ujar dr Nastiti Kaswandani, SpA(K) dikutip dari detikcom.

Jadi, jangan pikir bahwa pneumonia seperti dialami Stan Lee adalah penyakit lansia ya, Bun. Semua orang berisiko mengalami penyakit ini, terutama anak-anak yang daya tahan tubuhnya masih lemah.


(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi