menyusui

Pentingnya ASI Eksklusif 6 Bulan bagi Kesehatan Bunda & Bayi

Muhayati Faridatun Kamis, 31 Jan 2019 12:36 WIB
Pentingnya ASI Eksklusif 6 Bulan bagi Kesehatan Bunda & Bayi
Jakarta - Air Susu Ibu (ASI) tak diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan bayi, juga untuk Bunda yang menyusui. Itulah sebabnya pemberian ASI eksklusif diwajibkan selama minimal enam bulan, sejak bayi lahir.

Dikutip dari detikcom, pemerintah bahkan mewajibkan Bunda memberikan ASI eksklusif pada si buah hati. Kewajiban itu tertuang dalam pasal 6 Peraturan Pemerintah (PP) nomor 33/2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif, yang ditetapkan pada 1 Maret 2012.

"Setiap ibu yang melahirkan harus memberikan ASI eksklusif kepada bayi yang dilahirkannya," bunyi peraturan tersebut.


Anjuran pemerintah itu dibuat berdasarkan rekomendasi Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ya, Bunda disarankan menyusui selama enam bulan penuh, demi menghindari alergi dan menjamin kesehatan bayi yang optimal.


Kenapa 6 bulan?

ASI dibutuhkan karena selama enam bulan pertama kehidupannya, bayi belum memiliki enzim pencernaan yang sempurna. Sehingga, bayi belum bisa mencerna makanan atau minuman selain ASI.

Lebih dari itu, semua jenis nutrisi yang dibutuhkan bayi sudah bisa terpenuhi dari ASI. Luar biasa kan, Bun. Jadi, selama enam bulan sejak pertama dilahirkan, bayi sejatinya hanya membutuhkan ASI eksklusif tanpa tambahan makanan atau minuman apapun.

Ibu menyusui/ Ibu menyusui/ Foto: iStock
Manfaat bagi kesehatan

Pemberian ASI eksklusif akan sangat bermanfaat bagi kesehatan bayi. Dengan mengonsumsi ASI, bayi terlindungi dari risiko infeksi akut seperti diare, pneumonia, infeksi telinga, haemophilus influenza, meningitis, dan infeksi saluran kemih.

Sementara itu, menyusui juga sangat bermanfaat bagi kesehatan Bunda. Dengan memberikan ASI eksklusif, dapat mengurangi risiko perdarahan setelah melahirkan dan juga menunda kembalinya kesuburan Bunda.

Bunda juga bisa merasakan manfaat lain, seperti penurunan tekanan darah dan kolesterol serum total, serta penurunan prevalensi diabetes melitus tipe 2. Yang paling menakjubkan, menyusui bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan kanker ovarium.



Menurut dr Maria Shanty, salah satu penyebab kanker payudara dipicu oleh hormon estogren dalam tubuh kita. Sementara saat Bunda menyusui, menurut dr Shanty, hormon estrogen dalam tubuh memiliki tugas tersendiri.

"Sehingga, hormon estrogen tidak akan mengganggu tubuh kita, terutama bagian payudara, karena hormon tersebut punya kesibukan tersendiri," tegas dokter yang juga Koordinator Penyintas Kanker Payudara Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) seperti dalam tayangan video di bawah ini.

[Gambas:Youtube]

(muf/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi