menyusui

Kata Pakar soal ASI-Shaming yang Dialami Aura Kasih

Annisa Karnesyia Kamis, 22 Aug 2019 20:30 WIB
Kata Pakar soal ASI-Shaming yang Dialami Aura Kasih
Jakarta - Menyusui tidak selamanya mudah, Bun. Banyak tantangan harus dihadapi para ibu, termasuk ASI-shaming yang baru-baru ini dihadapi penyanyi Aura Kasih.

Wanita 32 tahun ini mendapat komentar yang tidak pantas di media sosial soal bentuk tubuhnya saat masih menyusui. Ia pun sampai naik pitam menghadapi komentar ini.

Menanggapi masalah ini, konselor ASI dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr.Ameeta Drupadi mengatakan jika ASI-shaming biasanya terjadi karena orang-orang tidak tahu ilmu tentang menyusui. Bila ini terjadi, peran suami sangat penting untuk membantu istrinya.


"Orang yang menghadapi ASI-shaming ini seharusnya suami, bukan istrinya karena takutnya dia down. Kalau down, nanti bisa stres dan jadinya depresi," kata Ameetha kepada HaiBunda baru-baru ini.

Ameeta juga menjelaskan kalau peran suami adalah melindungi istri dari komentar-komentar buruk. Paling baik jika memberi tahu secara baik-baik si pembuat komentar kalau proses menyusui itu penting, bukan bahan candaan atau shaming.

Aura Kasih bersama anak dan istrinyaAura Kasih bersama anak dan istrinya/ Foto: Instagram @aurakasih

Jika komentar buruk masih ada, Ameetha menyarankan untuk mencari orang ketiga. Misalnya, dokter atau mengunjungi klinik laktasi.

"Paling bagus mencari orang ketiga, konsultasi dengan dokter atau ke klinik laktasi. Di sana bisa ajak orang-orang yang berkomentar ini. Biasanya ASI-shaming dilakukan orang terdekat atau keluarga, bisa ajak semuanya ke dokter untuk dijelaskan prosesnya," tuturnya.

ASI-shaming memang bukan hanya tentang ibu mendapat komentar negatif soal produksi ASI-nya. Tapi juga soal bentuk payudara, misalnya yang sedikit membesar.

Mengenai payudara yang membesar, kata Ameetha itu wajar. Sebab di dalam payudara ada jaringan-jaringan ASI yang sudah ada saat hamil.

"Ketika hamil usia 6 minggu, kelenjar ASI mulai membesar. Ada pembesaran jaringan alveoli atau saluran-saluran ASI untuk persiapan menyusui. Di usia 28 dan 30 minggu kehamilan semakin besar," jelas Ameetha.

Saat si kecil lahir, payudara Bunda akan membesar lagi karena saluran terisi ASI. Makin bertambah usia bayi, makin banyak kebutuhan ASI, semakin besar juga gudang ASI nya ini.

"Ibu menyusui itu pasti payudaranya membesar. Setelah masa menyusui selesai, payudara akan kembali ke bentuk semula," pungkas Ameeta.

Bicara menyusui, lagi-lagi peran suami memang penting, Bun. Untuk penjelasan lebih lanjut, simak video berikut ya.

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi