menyusui

Ternyata Jumlah Bakteri Baik Saat Menyusui Langsung & Pumping Berbeda

Asri Ediyati Rabu, 20 Nov 2019 10:30 WIB
Ternyata Jumlah Bakteri Baik Saat Menyusui Langsung & Pumping Berbeda
Jakarta - Air Susu Ibu (ASI) dahulu dianggap steril. Tetapi para peneliti sekarang tahu ASI dipenuhi dengan kehidupan mikroba. ASI tak hanya menyediakan lebih banyak mikroba ibu yang sama dengan sumber sebelumnya yaitu lewat plasenta dan lahir normal. Apa saja bakteri baik yang terkandung dalam ASI?

Mengutip Milk Genome, bakteri yang biasanya diisolasi dari sampel ASI termasuk Bifidobacterium, Lactobacillus, Clostridium, Ralstonia, Staphylococcus, dan Streptococcus. Dua terakhir dalam daftar itu mungkin terdengar tidak asing.

Ya, meski keduanya termasuk strain patogen yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia, namun kalau dalam ASI, keduanya adalah jenis yang baik. Hingga sekarang faktor-faktor yang menentukan mikroba mana yang bersemayam di dalam susu masih menjadi misteri.

Sebuah studi baru menunjukkan perbedaan yang disebabkan oleh menyusui langsung dengan pumping. Para ilmuwan melaporkan penelitian tersebut di jurnal Cell Host & Microbe.


Studi ini memeriksa mikroba dari hampir 400 ibu yang menyusui antara tiga dan empat bulan setelah melahirkan. Para peneliti juga mengumpulkan informasi tentang bayi, ibu mereka, dan praktik menyusui serta menganalisis berbagai komponen yang ditemukan dalam ASI itu sendiri, termasuk asam lemak, hormon, dan antibodi.

Para ilmuwan menemukan bahwa komunitas mikroba sangat bervariasi di seluruh susu yang mereka periksa. Dari banyak faktor yang mereka pertimbangkan, hanya pemompaan versus menyusui secara langsung muncul sebagai faktor yang konsisten dalam komposisi bakteri.
ilsutrasi ASI pumpingilsutrasi ASI pumping/ Foto: Thinkstock
"Penelitian menunjukkan bahwa memompa dan menyusui tidak setara, dan ada efek yang berbeda," rekan penulis studi Meghan Azad, seorang ilmuwan peneliti di Children's Research Hospital Institute of Manitoba, dilansir The Scientist.

ASI dari ibu yang jarang dipompa cenderung memiliki tingkat bakteri mulut (baik) yang lebih tinggi dan keragaman spesies mikroba yang lebih besar. Azad dan rekan-rekannya mengamati bahwa pemberian makanan tidak langsung dikaitkan dengan kadar bakteri patogen tertentu yang berpotensi lebih tinggi.

Meski demikian, perlu ada penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hubungan antara bakteri atau mikroba dalam ASI dengan mikroba dalam usus bayi.

"Hasilnya juga seharusnya tidak membuat orang tua merasa perlu mengubah cara mereka memberi ASI anak-anak mereka," ujar Azad.

Faktanya, masih banyak yang harus dipelajari tentang bagaimana mikrobiota ASI muncul. Secara keseluruhan, banyak faktor yang diselidiki peneliti menjelaskan kurang dari sepertiga variasi dalam komunitas mikroba.

"Mikrobioma ASI itu sendiri adalah bidang studi yang cukup baru dan ada beberapa kontroversi mengenai apa yang berkontribusi pada microbiome anak," kata Sharon Donovan, seorang profesor ilmu pangan dan nutrisi manusia dari University of Illinois, yang tak terlibat dalam penelitian.

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi