Sign Up search


menyusui

5 Tips Menyusui agar Bayi Tidak Tersedak Akibat Overactive Letdown

Asri Ediyati Sabtu, 21 Dec 2019 18:22 WIB
5 Tips Menyusui agar Bayi Tidak Tersedak Akibat Overactive Letdown caption
Jakarta - Mungkin sebelumnya Bunda yang menyusui pernah dengar istilah overactive letdown. Itu adalah sebuah kondisi saat ASI keluar terlalu cepat dan deras dari payudara. Apakah sama dengan oversupply atau kelebihan ASI?

Terkadang overactive letdown bisa terjadi seiring dengan oversupply. Banyak ibu yang mengalami dalam 4 - 6 minggu pertama pascapersalinan. Hal ini terjadi secara alami karena tubuh dirancang untuk memastikan bayi mendapatkan ASI dalam jumlah cukup.


Nah, biasanya bayi akan membantu mengatur persediaan ASI Bunda dan masalah itu bisa teratasi dengan sendirinya. Demikian dikutip dari Mama Natural.


Overactive letdown juga seringkali membuat bayi tersedak saat menyusui. Nah, berikut tips menyusui agar bayi tak tersedak akibat overactive letdown.

1. Perlambat pasokan ASI

Menurut konselor laktasi Sara-Chana Silverstein, IBCLC, Bunda bisa kurangi pasokan ASI dengan strategi. Bunda bisa menerapkan tekanan balik pada payudara. Menerapkan tekanan balik ini beberapa kali per menyusui mengirimkan sinyal untuk tidak menurunkan ASI di payudara itu.

"Ketika ibu menyusui dari satu sisi, katakan sisi kanan, dia mengambil telapak tangan kirinya, menekan puting susu di sisi kirinya ke arah tulang rusuknya dan menghitung sampai lima," katanya dikutip Parents.

2. Bayi menyusui di satu payudara saja

"Dalam pengalaman saya, saya telah menemukan bahwa menggunakan satu payudara secara eksklusif per menyusui adalah metode terbaik," kata Silverstein.

Ini memastikan payudara sepenuhnya kosong, aliran melambat dan bayi mendapat "hindmilk" yang lebih tinggi lemak, yang membantunya merasa kenyang dan berhenti menyusui. Strategi yang disebut "block feeding" menyarankan untuk menggunakan hanya satu payudara untuk satu blok waktu (setidaknya beberapa jam) untuk mengurangi pasokan di payudara lain sebelum beralih ke blok berikutnya.

3. Pastikan perlekatan mulut bayi dengan puting benar

"Bayi yang sering tersedak karena mulutnya tidak melekat yang cukup dalam, itulah sebabnya mereka tersedak," kata Silverstein.

"Susu itu seharusnya langsung masuk ke tenggorokan mereka, dan dengan melekat tidak tepat maka terlalu banyak sisa susu di mulut mereka," sambungnya.


4. Ganti posisi menyusui

Bunda bisa menempatkan bayi pada sudut yang lebih tegak membuat gravitasi bekerja melawan aliran ASI. Menyusuilah dengan santai, ini juga dapat memperlambat segalanya. Menyusui dengan posisi berbaring dapat membantu ASI keluar dari mulut bayi untuk mencegah tersedak.

Dalam posisi apa pun, ketika Bunda merasa mengalami overactive letdown. Bunda dapat melepas bayi lebih dahulu (siapkan handuk) dan kemudian susui kembali ketika aliran sedikit melambat.

5. Cari bantuan dari seorang profesional

Mintalah konselor laktasi bersertifikasi untuk memandu Bunda dalam mengelola semua strategi ini, agar dapat membantu bayi merasa lebih nyaman saat menyusu.

"Jika bayi Anda berurusan dengan masalah ini, jangan panik. Saya sudah menangani banyak bayi yang tersedak susu ibu mereka. Setelah melihat 18.000 bayi di kantor saya, kami tidak pernah mengirim bayi ke rumah sakit," kata Silverstein.

Simak juga video tentang bahaya bayi ASI sembelit:

[Gambas:Video Haibunda]

(aci/som)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi