sign up SIGN UP search


menyusui

Bunda Perlu Tahu, 5 Tahap Penting Membersihkan Pompa ASI Agar Bebas Kuman

Kinan Selasa, 02 Jun 2020 10:56 WIB
Close up of breastfeeding supplies. A mom holds a newborn in the background. The supplies are on a table along with a doctor's bag. caption
Jakarta -

Bagi Bunda yang harus menyimpan stok ASI perah, membersihkan pompa ASI tentu menjadi salah satu kegiatan rutin yang wajib dilakukan. Meski kadang bikin repot, tapi ini penting demi kesehatan bayi.

Pada beberapa bulan pertama ketika sistem kekebalan bayi belum sepenuhnya terbentuk, ia menjadi lebih rentan terhadap kuman.

Oleh sebab itu, membersihkan dan menjaga sterilitas benda-benda yang berkaitan dengan bayi pun harus jadi prioritas Bunda. Berikut 5 tahap penting mencuci pompa ASI agar bebas kuman dan bakteri:


1. Selalu cuci tangan sebelum mencuci pompa ASI

Sebelum Bunda mulai memompa atau membersihkan pompa ASI, pastikan tangan sudah dalam kondisi benar-benar bersih. Cuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, gosok minimal 20 detik sebelum membilas.

Jangan lupa bersihkan juga bagian meja atau alas yang akan digunakan sebagai tempat meletakkan pompa. Untuk mengeringkan, Bunda bisa memakai tisu desinfektan yang dibuat khusus untuk pembersih pompa ASI.

2. Cuci setiap komponen

Sebelum mencuci pompa, pastikan Bunda sudah memisahkan setiap komponen yang ada di dalamnya. Ini penting guna memastikan setiap bagian tersebut dibersihkan dengan benar.

Mencuci secara keseluruhan dan langsung berpotensi meninggalkan sisa ASI yang mungkin saja jadi tempat tumbuhnya bakteri atau jamur. Demikian dikutip dari What to Expect.

3. Bersihkan pompa setiap kali selesai digunakan

Ilustrasi pompa ASIIlustrasi pompa ASI. (Foto: iStock)

Sekadar membilas atau merendam dengan air tidak akan cukup untuk membersihkan pompa ASI. Dikutip dari situs resmi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), jika perlu gunakan baskom khusus dengan air panas dan sabun.

Kombinasi ini bisa digunakan untuk menghilangkan kuman di pompa ASI. Gosok setiap bagian-bagiannya dan bilas sampai sisa sabun bersih.

4. Sterilkan setiap selesai dicuci

Proses steril sangat dianjurkan oleh CDC untuk Bunda lakukan guna memberikan perlindungan ekstra. Beberapa teknik steril yang bisa dipilih misalnya dengan sterilizer khusus perlengkapan bayi atau direbus dengan air panas.

5. Simpan pompa dengan benar

Setelah selesai dicuci dan disterilkan, setelah kering pastikan Bunda menyimpan pompa ASI serta komponen-komponennya di tempat yang bersih. Misalnya seperti wadah plastik dengan tutup yang aman.

Pastikan wadah tersebut digunakan hanya untuk pompa ASI dan tidak untuk benda lain guna memastikan kebersihannya ya, Bunda. Menyimpan langsung pompa ASI di rak dapur dan bercampur dengan perabotan lain berisiko membuatnya terkontaminasi kuman.

Simak juga cara memerah ASI dengan tangan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi