sign up SIGN UP search


menyusui

5 Tips Menyusui untuk Bunda yang Memiliki Puting Besar

Yuni Ayu Amida Minggu, 26 Jul 2020 14:55 WIB
Mother breastfeeding a new born baby boy in a hospital room caption
Jakarta -

Proses menyusui rupanya tak selalu berjalan dengan mulus, Bunda. Ada saja hambatan yang membuat proses menyusui jadi rumit, seperti pelekatan yang salah, puting lecet, persediaan ASI yang kurang, atau bahkan ukuran puting yang besar.

Ya, ibu dengan puting besar atau lebar mungkin mengalami kesulitan dalam menyusui karena bermasalah dengan kait. Saat menyusui, sebagian puting harus memenuhi mulut bayi, jika ukuran puting besar, maka bayi akan kesulitan mendapatkan cukup areola untuk mengompresi saluran ASI dan minum cukup ASI, demikian ulasan yang dilansir The Bump.

Lebih lanjut, perawat Donna Murray, RN, BSN mengatakan, jika bayi yang baru lahir mengalami kesulitan menyusu karena ukuran puting ibu, kekhawatiran terbesar sebenarnya adalah tentang apakah mereka akan mendapatkan ASI yang cukup untuk menambah berat badan dan tumbuh dengan cara yang sehat.


"Jika puting besar merupakan masalah, itu hanya terjadi pada hari-hari awal dan minggu menyusui," ujar Murray.

"Setelah bayi bertambah besar, mereka akan dapat menempel pada puting yang lebih besar dan mengambil cukup banÿak areola di sekitarnya untuk berhasil menyusui," sambungnya.

Sementara itu, sembari menunggu bayi bertambah besar, tentunya Bunda juga harus melakukan beberapa hal agar menyusui bisa berjalan lancar. Nah, berikut ini tips menyusui untuk Bunda yang memiliki puting besar, dilansir Very Well Family.

1. Sabar

Tunggu anak untuk membuka mulut mereka sangat lebar ketika Bunda menempelkannya ke payudara. Jika mereka tidak membuka mulutnya cukup lebar, mereka mungkin akan sulit memasukkan puting susu Bunda dan beberapa areola di sekitarnya ke dalam mulutnya. Ini artinya Bunda mesti sabar pada tahap ini.

2. Perah ASI dengan tangan

Jika payudara terlalu penuh, perah ASI dengan tangan sebelum mulai menyusui. Karena biasanya bayi akan lebih sulit untuk menempel pada payudara keras dan penuh. Nah, jika Bunda mengeluarkan ASI dan memijat payudara secara manual, bayi mungkin dapat menyusu dengan lebih baik.

3. Temukan posisi menyusui yang tepat

Mother breastfeeding a new born baby boy in a hospital roomMother breastfeeding a new born baby boy in a hospital room/ Foto: iStock

Coba menyusui dengan posisi football. Posisi menyusui ini memudahkan Bunda untuk melihat puting sehingga Bunda dapat membimbing mulut si kecil ke arah yang benar.

4. Dapatkan pelindung puting

Dokter atau konsultan laktasi dapat merekomendasikan pelindung puting. Pelindung puting memudahkan bayi baru lahir atau bayi prematur untuk menyusu ke payudara. Alat ini juga dapat melindungi puting yang sakit. Ketika digunakan di bawah pengawasan langsung seorang profesional, perangkat ini bisa sangat membantu, begitu juga jika puting payudara Bunda besar atau lebar.

5. Oleskan ASI ke puting

Jika Bunda mengalami puting yang sakit akibat sulitnya pelekatan, coba oleskan beberapa tetes ASI di atas puting Bunda. Ini bisa mengurangi lecet pada puting.

Simak juga perjuangan Winda Idol dalam menyusui di video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



 

(yun/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi