sign up SIGN UP search


menyusui

Manfaat Luar Biasa IMD, Menyusui dalam 24 Jam Pertama Usai Kelahiran Bayi

Asri Ediyati Jumat, 07 Aug 2020 18:31 WIB
Mothers breastfeed while dating a beautiful golden sunset, golden light shines on the mother and child. caption
Jakarta -

Saat bayi lahir, mungkin Bunda lupa dengan rasa sakitnya persalinan. Si kecil yang dinanti-nanti selama 9 bulan akhirnya ada dalam dekapan Bunda.

Nah, di momen 24 jam pertama inilah Bunda perlu manfaatkan betul untuk menyusui. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut bahwa 24 jam setelah ibu melahirkan adalah saat yang sangat penting untuk keberhasilan menyusui.

Pada jam-jam pertama setelah melahirkan, hormon oksitosin yang bertanggung jawab terhadap produksi ASI akan dikeluarkan. Ibu yang menjalani bedah Caesar mungkin belum mengeluarkan ASI nya dalam 24 jam pertama setelah melahirkan, kadangkala perlu waktu hingga 48 jam.


"Walaupun demikian, bayi tetap dianjurkan untuk dilekatkan pada payudara ibu untuk membantu merangsang produksi ASI," tulis IDAI di laman resminya, dikutip Senin (3/7/2020).

IDAI pun merinci secara keseluruhan proses menyusui yang melibatkan 4 faktor, yaitu:

1. Bayi
2. Payudara
3. Air Susu Ibu
4. Otak Bunda yang seringkali dianggap sepele dalam proses menyusui.

Lewat proses menyusui, ikatan batin antara Bunda dan bayi akan terjalin. Itu sebabnya, Bunda harus menyiapkan diri agar berada dalam keadaan baik saat menyusui. Perasaan depresi, marah dan nyeri harus dihindarkan saat menyusui karena dapat menghambat produksi ASI.

Bayi baru lahir sehat akan diberikan langsung kepada ibunya untuk mendapatkan kontak kulit dengan ibunya (skin to skin). Kalau dalam dunia medis, bayi dapat dikeringkan dan dinilai skor APGARnya, bahkan dinilai kesehatan fisik awal saat bayi diletakkan pada dada ibunya.

"Kontak seperti itu memberikan stabilitas fisiologis optimal, kehangatan, dan kesempatan untuk mendapat makanan pertama. Kontak kulit ke kulit awal yang baik dapat meningkatkan lama menyusui," jelas IDAI.

Bunda enggak perlu khawatir, penundaan pengukuran berat badan, pemberian vitamin K dan profilaksis salep mata (sampai dengan 1 jam) masih dapat diterima untuk memberikan kesempatan interaksi awal orang tua-bayi yang optimal.

Ibu menyusuiIbu menyusui/ Foto: iStock

Kontak skin to skin dimulai sejak di ruang melahirkan atau ruang pemulihan. Pada saat yang sama, Bunda juga mulai diberi penjelasan mengenai teknik menyusui yang benar.

Satu hal yang perlu digarisbawahi dan diingat adalah pentingnya si kecil mendapatkan kolostrum. Apa itu? Kolostrum berwarna kekuningan yang keluar dari payudara pada beberapa jam pertama kehidupan.

IDAI menyayangan sikap orang tua yang seringkali menganggap cairan kolostrum yang tidak cocok untuk bayi, padahal sesungguhnya kolostrum kaya akan sekretori immunoglobulin A (sIg A) yang berfungsi melapisi saluran cerna.

Saluran cerna yang terlapisi bertujuan agar kuman tidak dapat masuk ke dalam aliran darah, dan akan melindungi bayi sampai sistem imunnya (sistem kekebalan tubuh) berfungsi dengan baik.

Pakar nutrisi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., menambahkan bahwa pemberian kolostrum kelak bisa mencegah anak dari stunting.

Sejalan dengan pendapat IDAI mengenai kolostrum, saat ditemui di lapangan, Rita mengatakan bahwa masih banyak ibu yang tidak memberikan kolostrum atau ASI pertama. "Karena berwarna kuning sehingga dianggap kotor, lalu dibuang," ujar Rita.

Simak juga cara aman cegah kehamilan bagi ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!