sign up SIGN UP search


menyusui

Berapa Banyak Bayi Minum Susu Sehari? Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 12 Aug 2020 07:06 WIB
Ilustrasi bayi menyusui caption
Jakarta -

Mungkin hal ini cukup membingungkan atau membuat khawatir Bunda yang mencoba mencari tahu berapa banyak susu yang harus diberikan kepada si kecil setiap hari? Selain itu, berapa sering harus memberikan susu kepada buah hari.

Namun sayangnya, ternyata tidak ada jawaban pasti berapa banyak bayi harus minum susu setiap harinya. Itu karena bayi tumbuh pesat di tahun pertama kehidupannya dan akan bertambah besar dua kali lipat saat berusia 5 bulan dan tiga kali lipat di akhir tahun pertama.

Karena itu, penting bagi Bunda memberikan susu kepada bayi sesuai dengan kebutuhannya dalam tiap tahap perkembangan. Kebutuhan bayi minum susu tergantung pada usia bayi, berat badan, dan apakah Bunda hanya memberinya air susu ibu (ASI), susu formula, atau memberikan keduanya dan makanan padat pendamping asi (MPASI).


Berapa banyak bayi lahir harus minum ASI?

Tidak ada jumlah yang pasti untuk menentukan berapa banyak ASI yang harus diminum oleh bayi Bunda. Sehingga, sebagai orang tua kita hanya perlu untuk memenuhi sesuai dengan keinginan bayi.

"Sebagai dokter anak, kami mengatakan untuk memenuhi keinginan (bayi)," kata dokter anak di New York, Jennifer Trachberg, MD, dikutip dari The Bumb.

Hal ini diperkuat dengan rekomendasi dari American Academy of Pediatric (AAP), di mana bayi yang disusui harus makan sesering dan selama yang mereka inginkan. Kebanyakan bayi baru lahir menyusui setiap 2-3 jam, dihitung dari awal setiap sesi menyusui. Artinya, bayi akan menyusui sekitar 8-12 kali sehari.

Namun jangan berpatokan pada waktu tersebut, Bunda bisa menawarkan ASI setiap kali bayi menunjukkan tanda-tanda lapar. Dan jika bayi mengantuk, Bunda harus membangunkannya untuk memastikan dia mendapat setidaknya delapan kali menyusu dalam sehari.

Dan meski tak ada batasan soal berapa banyak, namun bayi bisa menyusu selama 20-30 menit setiap kali menyusui. Bunda bisa melepaskan puting ketika sudah cukup waktu atau saat pola isapannya melambat menjadi empat isapan per menelan.

Hal lain yang perlu Bunda ingat, dikutip dari What to Expect, jika si kecil sesekali ingin menyusui tanpa henti atau cluster feed, itu adalah hal yang wajar. Cluster feed cenderung bertepatan dengan growth spurt atau lonjakan pertumbuhan. Bunda tidak perlu panik karena mungkin kondisi tersebut hanya berlangsung satu hingga dua hari saja.

Berapa banyak bayi minum susu formula?

Jumlah susu formula yang bayi minum juga akan tergantung pada berat badan, umur serta nafsu makannya, Bunda. Sebagai aturan praktis, bayi di bawah 6 bulan dan belum mendapat MPASI akan mengonsumsi 59-73 mililiter (ml) susu formula per pon berat badan dalam periode 24 jam.

Bayi perlu makan lebih sering pada awalnya, tetapi jarak menyusuinya akan semakin lama seiring bertambahnya usia dan perutnya semakin besar. Namun, perlu diingat bahwa setiap bayi berbeda, sehingga jadi Bunda perlu untuk memperhatikan isyarat darinya.

Jika bayi Bunda masih menunjukkan tanda-tanda lapar setelah menghabiskan satu botol, tawarkan lebih banyak. Jika dia tampak gelisah atau teralihkan sebelum botolnya kosong, mungkin dia sudah merasa cukup, jadi jangan paksa dia untuk menghabiskannya.

Berapa banyak ASI dan susu formula yang dikonsumsi bayi?

Pemberian susu kombinasi tidak harus rumit kok. Bunda bisa menyesuaikan pedoman dasar menyusui ASI dan susu formula berdasarkan usia bayi. Bunda hanya perlu memperhatikan isyarat rasa lapar dan kenyangnya saja, sehingga bisa membantu Bunda mengetahui ritme yang tepat.

Karena ASI dan susu formula memiliki nutrisi yang setara, itu hanya masalah menemukan campuran yang bekerja paling baik untuk Bunda dan bayi. Namun AAP merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama jika memungkinkan. Bahkan jika Bunda berencana melengkapi dengan susu formula, menyusui selama periode kritis dapat membantu meningkatkan suplai ASI untuk beberapa bulan ke depan.

Berapa banyak ASI atau susu formula yang harus diberikan bayi MPASI?

ASI atau susu formula harus menjadi bagian terbesar dari nutrisi bayi sampai berusia satu tahun, Bunda. Namun saat anak mulai lebih banyak mengonsumsi makanan padat, jumlah ASI atau susu formula yang dia konsumsi perlahan-akan berkurang.

Jumlah setiap bayi tentu akan berbeda, tetapi berikut adalah beberapa aturan dasar yang bisa menjadi panduan Bunda:

6 bulan: Beri 5 - 6 kali sehari dengan total 709- 1.064 ml ASI, atau tawarkan 4-5 botol sehari dengan masing-masing 177 ml-236 ml susu formula.

7 bulan: Beri 5-6 kali sehari dengan total 709-887 ml ASI, atau tawarkan 4-5 botol sehari dengan masing-masing 177 ml-236 ml susu formula.

8 bulan: Beri 4-6 kali sehari dengan total 709-887 ml ASI, atau tawarkan 3-5 botol sehari dengan masing-masing 207-236 ml susu formula.

9 bulan: Beri 4-6 kali sehari dengan total 709-887 ml ASI, atau tawarkan 3-5 botol sehari dengan masing-masing 207-236 ml susu formula.

10 bulan: Beri 4-6 kali sehari dengan total 709-887 ml ASI, atau 3-5 botol sehari dengan masing-masing 207-236 ml susu formula.

11 bulan: Beri 3-4 kali sehari dengan total 709 ml atau kurang dari ASI dan susu formula dalam sehari.

12 bulan: 709 ml atau kurang dari ASI dan susu formula dalam sehari.

Smiling mother breastfeeding her baby daughter while being at home.Ilustrasi bayi menyusu/ Foto: iStock

Tanda bayi lapar

Mengetahui isyarat lapar dari bayi bisa membantu Bunda untuk mengetahui kapan si kecil akan siap makan atau menyusu lagi. Beberapa tanda tersebut adalah:

1. Mencari-cari puting payudara Bunda.
2. Mengisap tangannya atau benda lain seperti lengan atau baju Bunda
3. Membuka mulutnya
4. Menunjukkan refleks rooting, yakni menoleh ke samping dengan mulut terbuka, sering kali setelah pipinya dibelai
5. Mengisap bibir atau lidahnya, terlihat seperti sedang menjulurkan lidah
6. Memukul bibirnya
7. Menangis, sering kali dengan ratapan pendek bernada rendah yang naik dan turun

Cara mengetahui bayi tidak cukup minum susu

Untuk mendeteksi hal ini, biasanya ditandai dengan bagaimana suasana hati bayi. Jika si kecil tidak mendapatkan cukup makan, ia mungkin menangis, rewel, atau menghisap jarinya bahkan setelah mengonsumsi susu.

Tanda lain bahwa bayi tidak cukup susu atau merasa belum kenyang, yakni:

1. Terlalu sedikit popok basah atau kotor

Bayi setidaknya harus memiliki 6 popok basah dalam waktu 24 jam, dan urine berwarna kuning pucat. Selain itu, bayi baru lahir yang disusui harus memiliki setidaknya lima popok dengan kotoran dalam waktu 24 jam, dan bayi baru lahir yang diberi susu formula harus memiliki setidaknya 4 popok.

2. Sedikit atau tidak ada penambahan berat badan

Rata-rata bayi baru lahir bertambah 0,11-0,19 kilogram (kg) per minggu. Jadi, jika bayi hanya bertambah sedikit, dia mungkin tidak cukup makan.

Jika Bunda curiga si kecil tidak cukup makan, beritahu dokter anak. Dokter akan menentukan apakah si kecil memiliki masalah makan yang mendasarinya seperti masalah mulut, lidah atau GERD dan membantu Bunda mengetahui rencana pemberian makan yang sehat untuk si kecil.

Cara mengetahui bayi terlalu banyak minum susu

Bayi cenderung mandiri terkait menyusu, Bunda. Dia dapat meminta makan saat lapar dan berhenti saat kenyang. Tetapi masih mungkin bagi bayi untuk minum terlalu banyak, terutama jika diberi susu botol karena akan lebih mudah untuk menyusu dari botol daripada payudara.

Bayi yang makan berlebihan mungkin akan bersendawa, atau muntah. Makan berlebihan juga dapat meningkatkan risiko obesitas di kemudian hari, tetapi hanya karena saat ini bayi terlihat lebih besar, tidak berarti dia makan terlalu banyak lho. Namun, sebaiknya bicarakan dengan dokter anak jika Bunda mengkhawatirkan kebiasaan makannya, ya.

Mencari tahu berapa banyak ASI yang harus diberikan kepada bayi memang bisa membuat Bunda kewalahan. Tetapi tetap harus perhatikan, karena si kecil cenderung pandai mendapatkan apa yang dia butuhkan.

Untuk itu, Bunda perlu mengikuti petunjuknya sambil mengingat pedoman umum. Lama-kelamaan Bunda akan terbiasa dengan rutinitas ini dan secara alami cepat memahami petunjuk dari si kecil saat menyusu.

Bunda simak juga drama ASI Eriska Rein dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi