sign up SIGN UP search


menyusui

5 Kesalahan Ibu Menyusui yang Bikin Bayi Bingung Puting

Asri Ediyati Rabu, 02 Sep 2020 13:49 WIB
Beautiful mom lying at the back of the baby while the infant is sleeping on the white bed. Asian mother looking at the baby which is her child with love and care. caption
Jakarta -

Jika Bunda pernah membaca atau mendapatkan ilmu tentang menyusui, pasti akrab dengan istilah bingung puting. Tidak ada definisi khusus dari bingung puting. Akan tetapi secara singkat, bingung puting terjadi ketika bayi yang terbiasa mengisap dari botol mengalami kesulitan untuk kembali ke payudara.

Mengutip dari What to Expect, bayi yang bingung puting mungkin mengalami kesulitan untuk melakukan perlekatan, dan mungkin protes karena merasa ada perbedaan ukuran atau tekstur puting.

Bayi bingung puting bisa disebabkan oleh berbagai hal. Untuk mencegahnya, yuk kita hindari lima kesalahan ibu menyusui yang bikin bayi bingung puting. Berikut pemaparannya yang HaiBunda rangkum dari berbagai sumber:


1. Dikenalkan empeng terlalu cepat

Konselor laktasi Rebecca Agi, MS, IBCLC mengatakan bahwa terjadi ketika bayi yang disusui diberi empeng terlalu cepat setelah lahir. Bayi belajar menghisap secara berbeda pada jenis puting yang berbeda. Bentuk empeng tidak sama dengan bentuk puting pada payudara.

"Aliran susu dari botol dot (baik ASI yang dipompa atau susu formula) juga berbeda," tulis Agi, dikutip dari Very Well Family.

Ketika bayi terbiasa dengan perbedaan pola dan aliran isapan, mereka mungkin akan bingung dan mulai kesulitan untuk mengisap payudara. Mereka bahkan mungkin menolak payudara sama sekali.

Agi menyarankan untuk tidak mengenalkan empeng atau dot sebelum anak berusia 4 minggu.

2. Tidak sabar menunggu bayi melakukan perlekatan dengan baik

Bayi yang mengalami bingung puting sering kali mengalami kesulitan untuk melakukan perlekatan. Saat menyusu, bayi menjadi terbiasa dengan anatomi payudara.

Misalnya, jika ibu yang menyusui memiliki puting yang rata atau terbalik dan mereka memberi bayi mereka botol terlalu dini, bayi akan menyadari bahwa lebih mudah menempel pada botol dengan puting yang menonjol daripada menempel pada payudara. Aliran dot botol juga lebih cepat, dan perasaannya jauh lebih kencang.

3. Abai dengan pola mengisap bayi

Bayi yang bingung puting mungkin juga memiliki pola mengisap yang salah, yang dapat menyebabkan masalah bagi ibu yang menyusui (seperti puting nyeri dan suplai ASI rendah). Alhasil diberikan botol dot. Saat bayi diberi botol dot, mulut mereka tidak harus menempel pada puting susu buatan dengan cara yang sama seperti saat mereka menempel pada payudara.

Young mother, breastfeeding her newborn baby boy, tender, care, love, positive emotions. Isolated image, black background, Motherhood concept, family conceptilustrasi ibu menyusui/ Foto: iStock

4. Khawatir bayi tak cukup ASI karena menolak disusui

Khawatir bayi tak cukup ASI adalah hal wajar. Namun, jika bayi menolak untuk disusui lebih baik Bunda tenangkan bayi terlebih dahulu. Jangan langsung berikan botol dot karena takut bayi kelaparan.

Selain Bunda perlu mengetahui alasan bayi rewel, terus lakukan skin to skin dengan bayi. Terus gendong dan ayun bayi. Setelah bayi tenang dan happy, barulah di susui.

5. Tidak mencoba berbagai cara untuk menyusui dengan benar

Faktor kelelahan mungkin bisa menjadi salah satunya. Dukungan ibu menyusui di sini berperan penting agar bisa terus mencoba berbagai cara untuk bisa menyusui dengan benar dan sukses. Mulai dari perbaiki posisi menyusui, perlekatan yang benar, hingga memijat dahulu payudara sebelum menyusui bisa menjadi cara agar anak tidak bingung.

Semoga Bunda sukses mengASIhi ya!

Simak juga tips memperbanyak ASI pada ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi