sign up SIGN UP search


menyusui

5 Mitos Larangan Makanan Ibu Menyusui, Pedas hingga Kembung

Asri Ediyati Sabtu, 05 Sep 2020 16:47 WIB
Chopping red chilli pepper on a wooden chopping board caption
Jakarta -

Seorang ibu tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya, tak terkecuali dalam memberikan ASI. Akan tetapi, terkadang ambisi ibu untuk memberikan yang terbaik malah membuatnya khawatir dan hilang arah, karena mitos menyusui yang kadung dipercayai masyarakat.

Memang susah dipungkiri ya, Bunda, baik di Indonesia maupun luar negeri, masih banyak masyarakat yang termakan mitos-mitos tersebut. Kali ini HaiBunda akan membahas mitos dan fakta makanan ibu menyusui.

Kenapa? Karena mitos dan fakta makanan ibu menyusui sudah cukup banyak beredar dan masih diyakini oleh masyarakat kita, Bunda. Nah, apa saja mitos dan fakta makanan ibu menyusui?


Simak pemaparannya dirangkum dari berbagai sumber berikut ini:

1. Mitos: ibu menyusui jangan konsumsi makanan pedas

Faktanya, menurut Paula Meier, Ph.D, ibu menyusui tidak perlu takut dengan makanan pedas. Direktur penelitian klinis dan laktasi di Neonatal Intensive Care Unit di Rush University Medical Center di Chicago itu mengatakan bahwa pada saat bayi menyusu, ia sudah terbiasa dengan rasa yang dimakan ibu.

"Jika seorang ibu telah makan berbagai macam makanan yang berbeda selama kehamilan, itu mengubah rasa dan bau cairan ketuban yang terpapar pada bayi dan tercium di dalam rahim dan, pada dasarnya, menyusui adalah the next step," kata Meier, dikutip dari Parents.

2. Mitos: ibu menyusui jangan konsumsi makanan beraroma tajam seperti bawang

Faktanya, beberapa makanan yang Bunda hindari seperti bumbu yang beraroma tajam justru memikat bayi. Pada awal 90-an, peneliti Julie Mennella dan Gary Beauchamp melakukan penelitian di mana ibu yang menyusui bayinya diberi pil bawang putih sementara yang lain tidak.

Bayi-bayi itu menyusu lebih lama, mengisap lebih keras, dan minum lebih banyak susu beraroma bawang putih daripada mereka yang tidak terpapar bawang putih.

3. Mitos: ibu menyusui yang vegan tidak akan bisa menghasilkan banyak ASI

Mengutip La Leche League, konsep pola makan 'ideal' dapat bervariasi di berbagai keluarga, budaya, situasi ekonomi, agama, dan juga musim yang berbeda. Namun, hampir selalu, di seluruh dunia, bahkan dalam situasi kekurangan, ibu menghasilkan susu yang membantu bayinya tumbuh dengan baik.

Pola makan vegan terkadang rendah vitamin B12, dan penting untuk mengetahui cara menjaga kadar vitamin B12 Bunda. Jadi setiap ibu menyusui, apapun pola makannya, ASI tetap keluar.

4. Mitos: ibu menyusui perlu menghindari makanan yang bisa membuat perut bayi kembung

Terkadang seorang ibu menemukan bahwa makanan seperti brokoli dan kubis membuatnya mengeluarkan gas. Faktanya, gas dari saluran usus ibu tidak dapat masuk ke dalam darahnya dan masuk ke air susu ibu untuk diminum bayinya.

Namun, saat makanan dicerna, beberapa protein masuk ke dalam darah dan kemudian masuk ke dalam ASI. Beberapa bayi mungkin sensitif terhadap protein tertentu dan bereaksi dengan gas dan kerewelan.

5. Mitos: ibu menyusui harus minum susu agar ASI keluar dan berkualitas

Susu terkadang dipandang sebagai sumber kalsium sehingga bisa membuat ASI berkualitas. Faktanya ada banyak makanan lain yang mudah didapat seperti brokoli, paprika, dan bayam yang mengandung lebih banyak kalsium per porsi serta nutrisi lain juga.

Di beberapa budaya, orang secara tradisional tidak minum susu atau makan produk susu sama sekali, namun ibu berhasil menyusui anak mereka.

Wah, ternyata ada banyak mitos makanan ibu menyusui yang menyasatkan ya. Mulai sekarang, saatnya mengubah pola pikir tersebut ya, Bunda.

Simak juga video soal cara aman cegah kehamilan bagi ibu menyusui:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi