sign up SIGN UP search


menyusui

9 Manfaat Tak Terduga Ibu Menyusui Lebih dari 6 Bulan

Annisa Afani Rabu, 09 Sep 2020 16:07 WIB
Cropped shot of a young woman spending quality time at home with her son caption
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) menjadi makanan utama dan paling baik bagi bayi. Zat yang dikandung dalam ASI membantu tumbuh kembang bayi.

Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada bayi setidaknya selama 6 bulan pertama kehidupannya. Bunda bisa melanjutkan memberi ASI sambil diberi makanan padat (MPASI) untuk memenuhi nutrisi yang tidak lagi cukup jika hanya diperoleh dari ASI saja hingga usia 1 tahun atau jika ibu dan bayi setuju untuk menyapih.

Sementara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar kegiatan menyusui bisa berlanjut hingga anak berusia 2 tahun. Bagi beberapa bayi, mungkin hal tersebut akan terasa mudah dilakukan, namun sebaliknya, ada juga anak yang agak sulit disapih ya, Bunda.


Sebagaimana yang dialami oleh Robin Elise Weiss ini, Bunda. Sebagai ibu delapan anak konselor laktasi bersertifikat, Weiss mengaku bahwa dirinya memilih untuk memperpanjang masa menyusui, lho.

Memperpanjang masa menyusui ini ia lakukan dengan cara berbeda, Bunda. Weiss mengaku memiliki cara sendiri untuk menghadapi masa tersebut.

"Jangan menawari, jangan menolak," katanya dikutip dari Parents.

Artinya, Weiss tidak menawarkan anaknya untuk menyusu ASI, namun tidak pula menolak saat anaknya meminta untuk menyusu. Bahkan, menyusui memiliki banyak manfaat bagi bayi berusia 18 atau 24 bulan seperti halnya bayi baru lahir.

Artinya, manfaat ASI yang diterima tetap sama. Adapun manfaat memperpanjang menyusui bayi bagi bayi dan Bunda, dikutip dari Parents dan HealthLine, yakni:

1. Memberikan nutrisi untuk bayi

"Banyak orang mengira tidak ada nilai gizi setelah satu tahun dan itu tidak benar," kata Weiss.

Menurut Weiss, berapa pun usia bayi, dia akan mendapatkan manfaat dari zat yang dikandung ASI.

2. Meningkatkan kekebalan tubuh

Bayi yang menyusui lebih tahan dari penyakit dan menurunkan angka kematian. Manfaat kekebalan bagi tubuh bayi akan meningkat jika dia semakin lama menyusu.

"Semakin lama Anda menyusui, semakin kecil kemungkinan bayi mengidap beberapa penyakit dibanding dengan yang tidak menyusui, seperti infeksi telinga dan saluran pernapasan bagian atas," ujarnya.

3. Membuat Bunda lebih sehat

Ibu yang menyusui kecil kemungkinan terkena kanker payudara. Ada juga penurunan risiko kanker ovarium dan endometrium. Manfaatnya bersifat kumulatif. Artinya, jika ibu menyusui dua bayi masing-masing selama dua tahun, manfaatnya sama dengan ibu masing-masing menyusui empat bayi selama setahun.

4. Meningkatkan perkembangan otak bayi

Penelitian menunjukkan bahwa menyusui membantu meningkatkan perkembangan otak bayi. Weiss mengatakan bahwa bayi yang menyusu dari kedua payudara memiliki kesempatan melihat dan menjangkau ke arah berbeda, sehingga meningkatkan perkembangan otak bayi.

Karena itu, dia mendorong ibu yang menyusui dengan botol untuk mengubah posisi bayi dan botol. Ini penting untuk membantu melatih jangkauan dan pikiran bayi.

5. Menenangkan bayi

Menyusui tidak hanya meningkatkan bonding antara ibu dan bayi tapi juga merupakan cara menenangkan bayi saat stres. Weiss mengaku mengandalkan menyusui ketika anak-anaknya jatuh atau terluka. Ini dilakukan untuk mengalihkan perhatian dan menenangkan anak, sekaligus memeriksa luka di tubuh anak.

6. Menenangkan ibu

Tak cuma bagi anak, menyusui juga menenangkan ibu. Pasalnya, banyak pekerjaan yang harus dilakukan ibu, baik pekerjaan kantor hingga urusan keluarga. Karena itu, menyusui adalah waktunya untuk beristirahat, menenangkan diri sambil menyusui buah hati.

7. Membantu ibu menurunkan berat badan

Menurut sebuah studi dalam Journal of Women's Health, menyusui bisa membantu ibu menurunkan berat badannya. Bahkan menyusui setidaknya enam bulan dikaitkan dengan lingkar pinggang dan pinggul yang lebih kecil dibanding yang tidak menyusui.

8. Memaksimalkan vaksin

ASI juga berfungsi sebagai pendukung dan memaksimalkan fungsi vaksin pada si kecil agar efektif, Bunda. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang diberi ASI memiliki respons antibodi lebih baik terhadap vaksin.

9. Cegah obesitas

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang disusui ASI cenderung tidak mengalami obesitas di kemudian hari, Bunda. Hal ini berkaitan dengan teori bahwa tubuh ibu menyusui dapat mengetahui sinyal bayinya kenyang, sehingga tidak akan menyusui secara berlebihan.

"Anda harus membaca isyarat kenyang bayi sedikit lebih baik dan mengandalkan naluri dengan melihat perilakunya untuk mengetahui kapan ia merasa kenyang," kata Heather Kelly, konsultan laktasi bersertifikat internasional di New York City.

Hal ini mungkin dapat didukung dengan adanya perkembangan bakteri usus yang berbeda, Bunda. Bayi yang disusui ASI memiliki bakteri usus baik lebih banyak sehingga dapat memengaruhi penyimpanan lemak dalam tubuhnya.

Selain itu, anak yang menyusu ASI juga memiliki lebih banyak leptin dalam sistem di tubuhnya dibandingkan yang diberi susu formula. Leptin merupakan hormon yang berfungsi untuk mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak. Dengan memiliki leptin, si kecil dapat mengatur sendiri asupan susu sesuai kebutuhan dan membantunya mengembangkan pola makan yang sehat.

Komposisi dalam ASI

Sejumlah manfaat tersebut didapat oleh Bunda dan bayi karena kandungan zat gizinya. Dikutip dari Very Well Family, berikut komposisi makronutrien dalam ASI:

Air

ASI terdiri dari 90 persen air. Tubuh manusia bergantung pada air supaya berfungsi. Air menjaga tubuh tetap terhidrasi, membantu mengatur suhu tubuh, melumasi sendi, dan melindungi organ tubuh.

Karbohidrat

karbohidrat adalah sumber energi yang disukai otak. Karbohidrat utama dalam ASI adalah laktosa. ASI mengandung lebih banyak laktosa dibanding susu sapi.

Karbohidrat lain dalam ASI dapat meningkatkan bakteri sehat di usus bayi. Bakteri ini melindungi usus bati dan dapat membantu melawan penyakit.

Lipid (lemak)

Lipid mungkin hanya membentuk sekitar 4 persen dari ASI tetapi menyediakan lebih dari setengah kalori yang diterima bayi, Lipid adalah sumber utama energi, kolesterol. dan asam lemak esensial seperti DHA. Nutrisi ini diperlukan untuk perkembangan otak, sistem saraf, dan penglihatan bayi. Selain itu, juga bertanggung jawab terhadap kenaikan berat badan bayi.

Protein

Protein membangun, memperkuat, dan memperbaiki jaringan tubuh, mereka juga dibutuhkan untuk membuat hormon, enzim dan antibodi. Protein sangat mudah dicerna bayi dan melindungi usus bayi dari infeksi.

Sementara komposisi mikronutrien dalam ASI, seperti vitamin dan mineral. Vitamin mendukung kesehatan tulang, mata dan kulit, sedangkan mineral dibutuhkan bayi untuk tumbuh sehat dan kuat.


Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda!

Bunda, simak juga cara aman cegah kehamilan saat menyusui dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi