sign up SIGN UP search


menyusui

Pentingnya Inisiasi Menyusui Dini, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 09 Sep 2020 12:01 WIB
Mothers breastfeed while dating a beautiful golden sunset, golden light shines on the mother and child. caption
Jakarta -

Inisiasi menyusu dini menjadi langkah terbaik yang dapat dilakukan segera setelah ibu melahirkan. Dengan melakukannya, maka bayi akan merasa sangat terbantu untuk memulai proses menyusu pertamanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan ibu untuk memberikan air susu ibu (ASI) setidaknya selama enam bulan pertama kehidupannya, Bunda. WHO menyatakan bahwa waktu terbaik untuk memulainya adalah 60 menit pertama setelah bayi dilahirkan.

"Bayi baru lahir cenderung lebih waspada pada satu jam pertamanya. Mereka lahir dengan refleks alami untuk menemukan puting susu dan menempel untuk menyusu," kata perawat anak bersertifikat Donna Murray, dikutip dari Very Well Family.


Perlu untuk diketahui bahwa selama masa kehamilan, tubuh mulai memproduksi kolostrum di payudara. Kolostrum adalah cairan pekat dengan kandungan yang bergizi bagi bayi.

Kolostrum ini hanya diproduksi oleh tubuh dengan jumlah yang sedikit, Bunda. Namun dengan kandungan nutrisinya yang begitu tinggi, maka dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi dalam beberapa hari kehidupan pertamanya.

Manfaat inisiasi dini

Mengutip dari Baby Gaga berikut beberapa manfaat inisiasi menyusui dini yang dapat diperoleh ibu dan bayinya:

1. Menjalin ikatan ibu dan anak

Secara teknis, ibu dan bayi memang sudah memiliki ikatan selama sembilan bulan. Akan tetapi, beberapa saat setelah lahir menjadi waktu yang tepat bagi keduanya untuk terhubung saat bayi berada di luar rahim.

Dengan inisiasi menyusui dini, dapat membantu ibu dan bayi menjalin ikatan sejak dini dan memberi ibu rasa percaya diri melakukan semua tugasnya sebagai orang tua.

Membangun bonding atau ikatan juga berguna melepaskan oksitosin atau yang dijuluki sebagai hormon cinta, Bunda. United Nations Children's Fund (Unicef) menyatakan bahwa oksitosin dapat membantu ibu merasa lebih terhubung dengan bayinya.

2. Membantu ibu pulih lebih cepat

Dengan terjadinya pelepasan oksitosin, maka proses penyembuhan ibu melahirkan pun akan jadi lebih cepat, Bunda. Oksitosin dapat membantu terjadinya kontraksi dan itulah sebabnya plasenta bisa keluar lebih cepat saat ibu menyusui.

Menunda menyusui berarti ibu harus melahirkan plasenta tanpa bantuan ekstra dari oksitosin. Meskipun hal ini memungkinkan, hal itu dapat membuat persalinan lebih sulit dan mengakibatkan lebih banyak pendarahan.

3. Kolostrum sebagai antibodi bayi

Kolostrum yang pertama kali dikeluarkan dari puting payudara menjadi makanan pertama bayi ini berwarna sedikit kekuningan, Bunda. Dengan kandungannya yang kaya akan nutrisi, kolostrum juga berfungsi sebagai antibodi untuk menjaga kesehatan bayi di masa depan.

4. Mengatur suhu tubuh bayi

Dengan skin to skin saat menyusui dini, maka dapat memberikan kesempatan kepada bayi untuk memiliki suhu tubuh yang lebih stabil setelah keluar dari rahim yang hangat.

5. Menstabilkan gula darah

Cara mudah membantu menstabilkan kadar gula darah adalah dengan menyusui pada jam pertama setelah melahirkan sesegera mungkin, Bunda. Dengan membiarkan bayi menyusu dan berada dekat dengan ibu, berarti bayi tak membuang banyak energi untuk mencoba menghangatkan diri dan membuat gula darahnya tetap stabil.

Tips inisiasi dini

Sebagian Bunda mungkin mengalami sulit untuk menyusui bayi segera setelah melahirkan. Nah berikut beberapa tips inisiasi dini yang sudah HaiBunda rangkum dari Parents dan situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

1. Segera setelah dilahirkan, letakkan bayi di atas perut Bunda. Bila persalinan melalui caesar, maka bisa letakkan bayi di atas dada ibu.

2. Keringkan dan bersihkan bayi mulai dari muka, kepala, dan bagian lainnya kecuali kedua tangannya. Karena dengan bau cairan amnion di tangannya, bayi akan terbantu untuk mencari puting ibu dengan karena memiliki bau yang sama.

Mengeringkan tubuh bayi juga tidak perlu sampai menghilangkan verniks ya, Bunda. Karena verniks ini dapat berfungsi sebagai penahan panas pada bayi.

3. Setelah tali pusat dipotong dan diikat, posisikan bayi dengan tengkurapkan di atas tubuh perut atau dada dengan kepala bayi menghadap ke arah ibunya.

4. Dalam waktu sekitar 12 hingga 44 menit, bayi akan mulai bergerak dan hal ini akan menstimulasi uterus ibu untuk berkontraksi.

Mengandalkan indera penciuman dan dipandu oleh bau pada kedua tangannya, bayi akan mencari puting payudara ibunya. Ia akan mengangkat kepala, mengulum puting, dan mulai menghisap untuk menyusu.

Selama menyusu, bayi akan mengoordinasikan gerakan menghisap, menelan, dan bernapas secara mandiri. Kegiatan menyusu pertamanya ini pun hanya akan terjadi sekitar 15 menit. Dan selama 2 hingga 2,5 jam berikutnya bayi tidak ada keinginan untuk menyusu.

5. Biarkan bayi menyusu sesuai kemauannya ya, Bunda. Pada beberapa hari pertama, bayi bisa menyusu hingga lebih dari 8 kali dalam 24 jam. Semakin banyak menyusu, maka semakin cepat dan banyak pula ASI yang dikeluarkan.

Dengan seringnya bayi menyusu, maka akan semakin membuat payudara ibu menyusui memproduksi lebih banyak ASI pada bulan-bulan berikutnya. Meski terasa melelahkan untuk sering menyusui, tetapi hal tersebut akan membuat bayi tumbuh dan berkembang dengan baik.

6. Pastikan untuk membuat bayi tetap terjaga saat menyusu, Bunda. Biasanya bayi memang akan merasa ngantuk dalam beberapa hari pertama. Hal ini terjadi karena ia merasa nyaman saat berada di dekat ibunya.

Nah, jika bayi terlihat mulai mengantuk dan akan tertidur saat menyusu, cobalah untuk membangunkannya agar terus menyusu. Jika berhenti, maka kolostrum yang tidak dikonsumsi tersebut mengakibatkan ASI berproduksi dengan lambat dan menurun.

7. Jika ibu menyusui mengalami masa menyusui tidak berjalan dengan baik dan bayi mengalami penurunan berat badan hingga 10 persen dari berat lahirnya, rewel saat disusui, atau merasa sakit pada puting, ada baiknya Bunda mencari bantuan dari dokter. Hal ini harus segera ditangani karena jika menunda-nunda maka ada kemungkinan sulit untuk diselesaikan.

Selamat mengASIhi ya, Bunda!

Bunda, simak juga cara aman cegah kehamilan saat menyusui dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi