sign up SIGN UP search


menyusui

Manfaat dan Cara Pijat Oksitosin untuk Ibu Menyusui, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Rabu, 02 Sep 2020 17:22 WIB
Confident female pediatrician examines a newborn baby. The baby's mother is holding her. The doctor is touching the baby's head. Baby bottles and a doctor's bag are on a table. caption
Jakarta -

Ibu pasca melahirkan tidak jarang mengalami masalah terkait menyusui, seperti sedikitnya produksi air susu ibu (ASI). Ada beberapa cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah teknik pijat oksitosin.

Oksitosin adalah hormon yang berperan penting dalam produksi ASI, Bunda. Mengutip Very Well Family, oksitosin merupakan hormon penting bagi wanita. Selama persalinan, oksitosin menyebabkan rahim berkontraksi dan mendorong bayi keluar.


"Hormon ini juga berperan dalam orgasme, serta punya peran penting dalam menyusui," kata Perawat kesehatan anak, Donna Murray, dikutip dari Very Well Family.


Para ibu yang menyusui memiliki kadar oksitosin yang lebih tinggi dibanding ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya.

Hubungan oksitosin dan menyusui

Menyusui merangsang pelepasan oksitosin dari otak. Pelepasan oksitosin saat menyusui membuat Bunda merasa mengantuk dan rileks. Ini dapat menaikkan suhu tubuh sehingga mungkin akan membuat Bunda merasa panas, haus atau bahkan sakit kepala saat menyusui.

Ketika Bunda menyusui, mulut bayi akan menyentuh puting payudara, nah sel-sel di payudara akan mengirim sinyal ke otak Bunda untuk melepaskan oksitosin. Oksitosin menyebabkan otot-otot di sekitar kelenjar produksi susu di payudara akan berkontraksi.

Saat kelenjar berkontraksi, mereka akan memerah ASI dan menyalurkannya ASI melalui puting payudara. Pelepasan ASI ini disebut dengan refleks let-down. Saat bayi terus menyusu. lebih banyak oksitosin yang dilepaskan dan ASI terus mengalir keluar dari payudara.

Namun oksitosin juga bisa menyebabkan ASI keluar saat Bunda tidak menyusui. Dan meskipun oksitosin bertanggung jawab atas refleks let-down dan pelepasan ASI dari tubuh, oksitosin tidak ada hubungannya dengan jumlah ASI yang diproduksi. Hormon yang berhubungan dengan produksi ASI disebut prolaktin.

Tanda-tanda tubuh melepaskan oksitosin

Berikut beberapa tanda pelepasan oksitosin yang yang bisa Bunda perhatikan, di antaranya:

1. Merasa kesemutan sekitar di payudara
2. Kram di rahim saat menyusui
3. Mendengar bayi menelan ASI saat sedang menyusui
4. Melihat ASI bocor dari payudara
5. Merasa senang dan rileks setelah menyusui bayi

Two people, mother with protective mask breastfeeding her baby son at home, they are at home do to pandemic outbreak quarantine.Ibu menysusui/ Foto: iStock

Namun beberapa kondisi dapat mengganggu pelepasan oksitosin, seperti:

1. Merasa sakit

Jika ibu menyusui merasa sakit setelah melahirkan bayi terutama dengan operasi caesar, maka rasa sakit itu bisa mengganggu terjadinya proses pelepasan oksitosin.

Bila hal itu terjadi, maka ada baiknya agar ibu menyusui minum obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter. Obat tersebut mungkin membuat ibu menyusui dan bayi sedikit ngantuk, namun hal tersebut akan membantu untuk merasa lebih nyaman dan mulai menyusui dengan benar.

2. Operasi payudara

Setiap operasi payudara yang melibatkan memindahkan areola atau memotong saraf di sekitar puting susu dapat menjadi masalah saat menyusui, Bunda. Saraf di puting tersebut sangat diperlukan untuk memberi sinyal pada otak untuk melepaskan oksitosin dan membuat ASI bisa mengalir.

3. Masalah umum lainnya

Masalah lainnya yang dapat menghambat pelepasan hormon ektosinnya ini ialah stres, kelelahan, penyakit, ketakutan, rasa malu, minum alkohol, dan merokok.

Pijat oksitosin

Jika pelepasan oksitosin terganggu maka bisa menyebabkan kesulitan menyusui. Salah satu cara untuk mengatasinya, diyakini adalah dengan pijat oksitosin.

Saat pelepasan oksitosin tidak terganggu maka akan memberikan banyak manfaat. Misalnya, dapat meningkatkan relaksasi, menurunkan stres, kecemasan, tekanan darah, mengurangi rasa sakit, membantu tidur lebih berkualitas dan melancarkan ASI.

Karena itu, sebagian ibu menyusui melakukan pijat oksitosin demi mendapatkan manfaat tersebut, terutama melancarkan ASI. Berdasarkan jurnal Department of Obstetrics and Gynecology, STIKES Darul Azhar bahwa terhambatnya produksi ASI karena kurangnya perawatan payudara.

Produksi ASI mungkin naik dan turun tergantung pada stimulasi kelenjar payudara, terutama pada minggu pertama menyusui. Pijatan dan stimulasi akan merangsang otak untuk melepaskan oksitosin dan menyebabkan payudara mengeluarkan ASI.

Cara pijat oksitosin 

Pijat oksitosin bisa dilakukan dengan cara yang mudah. Bunda juga bisa meminta bantuan Ayah untuk melakukannya.

Sebagaimana yang HaiBunda rangkum dari beberapa sumber, berikut cara pijat oksitosin yang bisa Bunda lakukan di rumah:

1. Bunda bisa mengambil posisi duduk tegak dengan tangan yang bertumpu sejajar di depan dada. Atau Bunda bisa melakukan dengan duduk menghadap sandaran kursi. Buat posisi senyaman mungkin ya, Bunda.

2. Ayah bisa memberikan pijatan pada kedua sisi tulang belakang pakai tangan yang dikepal dengan ibu jari yang menunjuk ke depan.

3. Lakukan pijatan menggunakan gerakan melingkar.

4. Pijat kembali di sisi tulang belakang ke arah bawah hingga batas dada, dan mulai dari leher hingga tulang belikat.

5. Ulangi pijatan ini secara terus menerus selama sekitar 2 hingga 3 menit atau bisa juga hingga Bunda merasakan kenyamanan.

6. Bunda bisa berkonsultasi dengan konselor laktasi supaya mengerti gerakan pijat agar hasilnya maksimal ya, Bunda.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bunda, simak juga yuk pijat oksitosin yang dapat limpahkan ASI dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi