sign up SIGN UP search


menyusui

9 Cara Mencegah Mastitis pada Ibu Menyusui

Annisa Afani Kamis, 17 Sep 2020 07:06 WIB
Ibu menyusui caption
Jakarta -

Sebagian ibu menyusui mungkin akan mengalami beberapa masalah ketika memberikan air susu ibu (ASI) kepada si kecil. Salah satu masalah yang kerap dialami adalah mastitis.

Mengutip Parents, sekitar 10 persen ibu menyusui alias busui akan mengalami mastitis, Bunda. Meski sebenarnya, mastitis tidak hanya dialami oleh ibu menyusui saja.

Mastitis merupakan peradangan jaringan di payudara, sehingga menyebabkan terjadinya infeksi dan rasa nyeri. Akibatnya, saluran ASI pada payudara akan tersumbat. Bagi ibu menyusui, kondisi ini tentunya bisa membuat frustrasi ya, Bunda.


Penyebab Mastitis

Mastitis terjadi karena adanya bakteri yang masuk ke payudara melalui puting. Saat masuk, bakteri masuk ke saluran ASI dan menyebabkan infeksi di jaringan tersebut.

"Setiap bagian kulit ada bakteri, saat menyusui, kadang puting susu pecah dan memungkinkan bakteri masuk ke jaringan dan kelenjar susu," kata Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn) di Rumah Sakit MedStar Washington, Tamika C. Auguste, MD.

Faktor lain yang bisa menyebabkan mastitis, menurut seorang Obgyn di Harvard Vanguard Medical Associates, Marcie Richardson mengatakan, saluran ASI yang tersumbat juga menjadi penyebab lainnya. Itu terjadi mungkin karena mengenakan bra yang tidak pas hingga pengosongan payudara yang tidak sempurna selama menyusui.

"Ketika ASI tidak mengalir karena salurannya tersumbat, strategi melawan infeksi tubuh tidak bekerja sehingga bakteri menetap," kata dia.

Gejala mastitis

Mastitis dapat membuat payudara ibu menyusui menjadi terasa lembut. Selain itu, mengutip Pampers, berikut beberapa gejala yang mungkin dirasakan oleh ibu menyusui saat mengalami mastitis: 

1. Mengalami gejala mirip flu seperti demam, kelelahan, dan pegal atau nyeri
2. Adanya benjolan keras dan lembut di salah satu payudara
3. Terdapat bercak berwarna merah di payudara
4. Terjadi pembengkakan payudara
5. Payudara terasa hangat saat disentuh
6. Adanya sensasi terbakar saat menyusui.

Mencegah mastitis

Meskipun infeksi yang terjadi sulit dihentikan, namun ada beberapa cara untuk membantu mencegah mastitis. Berikut beberapa caranya:

1. Buat jadwal menyusui yang dapat diprediksi

Hindari tak menyusui anak selama berjam-jam, kecuali mungkin pada malam hari setelah bayi berusia lebih dari 2 bulan. Hal ini harus dilakukan karena ASI bisa menjadi kental dan menyumbat saluran jika menumpuk.

2. Jangan tidur tengkurap

Saat tidur, usahakan Bunda mendapat posisi yang nyaman, dan menghindari tengkurap, ya.

3. Kenakan pakaian longgar

Kenakan pakaian atau dalaman longgar. Hindari memakai bra atau pakaian terlalu ketat yang dapat menekan payudara.

4. Rutin ganti bantalan payudara

Gantilah selalu bantalan payudara atau bra menyusui setiap kali basah, dan sering-seringlah untuk mencucinya. Hindari bantalan payudara dengan bahan plastik karena dapat membuat puting menjadi lembap dan menyebabkan infeksi jamur.

5. Jangan menyabuni payudara

Sabun dapat berkumpul di puting payudara, mengering, dan bisa menimbulkan trauma pada jaringannya. Saat mandi, Bunda cukup membilasnya dengan air hangat dan keringkan. Jika kulit payudara kering, Bunda bisa menggunakan krim pelembap yang banyak dijual dengan bebas.

6. Tidak memompa ASI berlebihan

Setiap kali Bunda memompa ASI, tubuh akan merespons dengan memproduksinya dengan lebih banyak lagi. Jika ASI terlalu banyak diproduksi dan bayi tak mengeringkan payudara sepenuhnya, maka ini dapat menyebabkan infeksi.

7. Rawat payudara

Apabila Bunda mengetahui adanya penyumbatan, maka lakukan perawatan dengan melakukan kompres hangat atau panas ke area tersebut beberapa kali sehari. Pastikan payudara benar-benar terkuras saat menyusui, dan pijat area yang terjadi penyumbatan saat bayi menyusu.

8. Pakai krim

Jika puting pecah-pecah, Dr. Auguste menganjurkan untuk menggunakan krim lanolin atau vitamin E, yang salah satunya dapat berfungsi sebagai penangkal infeksi.

9. Konsumsi makanan sehat

Selain itu, penting juga bagi ibu menyusui untuk makan makanan sehat. Busui juga harus cukup istirahat, dan sebisa mungkin menghindari stres ya.

Liga La Leche internasional merekomendasikan untuk mengurangi lemak jenuh dan natrium dalam makanan bagi busui yang saluran ASI miliknya sering tersumbat. Sedangkan The Canadian Breastfeeding Foundation merekomendasikan konsumsi kapsul lesitin 1.200 miligram (mg) empat kali sehari.

Lesitin dipercaya dapat mengurangi kekentalan ASI dengan meningkatkan jumlah asam lemak tak jenuh ganda di dalamnya. Sehingga kemungkinan penyumbatan ASI jadi lebih kecil.

Pengobatan mastitis

Jika Bunda menyusui mengalami mastitis, harus segera diobati. Sebab, jika infeksi menyebar maka mastitis akan menjadi abses payudara.

Penelitian terbatas merekomendasikan menerapkan daun kubis dingin untuk mengurangi pembengkakan payudara. Caranya, pilih daun kubis berwarna putih, kemudian potong urat tebal di bagian tengahnya, lalu cuci dan dinginkan atau biarkan sesuai suhu ruangan.

Selanjutnya Bunda bisa meletakkannya langsung ke kulit payudara. Kenakan bra atau atasan yang pas untuk menjaga supaya daun kubis tetap di tempatnya. Bunda bisa melepaskannya saat daun kubis layu atau saat waktunya menyusui bayi.

Kompres menggunakan air panas atau dingin juga bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan pembengkakan pada payudara. Namun, sebaiknya Bunda memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Menurut Dr Auguste, mastitis bisa diobati dengan antibiotik.

"Mastitis adalah infeksi bakteri dan yang mengobati infeksi bakteri adalah antibiotik," ujarnya.

Saat menjalani pengobatan, Bunda bisa tetap menyusui si kecil, banyak istirahat dan rileks selama pemulihan. Di samping itu, meski sudah merasa baik setelah beberapa hari menjalani pengobatan, habiskan antibiotik yang diberikan dokter ya, Bun.

Bunda, simak juga 9 perlengkapan ibu menyusui dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi