sign up SIGN UP search


menyusui

7 Hal yang Bisa Mengubah Rasa ASI, Bunda Perlu Tahu

Annisa Afani Sabtu, 10 Oct 2020 09:06 WIB
Ibu menyusui caption
Jakarta -

Ibu yang melahirkan akan memproduksi air susu ibu (ASI). ASI menjadi sumber makanan serta nutrisi penting yang dibutuhkan bagi bayi yang baru saja lahir hingga setidaknya berusia enam bulan, Bunda.

ASI memiliki banyak manfaat untuk bayi. ASI pertama yang dikeluarkan ibu, mengandung kolostrum yang berfungsi sebagai imunisasi serta antibodi alami bagi bayi. Selain itu, Direktur eksekutif New York Milk Bank, Julie Bouchet-Horwitz mengatakan bahwa ASI mengandung air, lemak, protein, dan nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh.

"Selain itu, ASI juga memiliki hormon pertumbuhan untuk perkembangan otak, dan sifat anti infeksi untuk melindungi bayi dari penyakit yang rentan diderita anak," katanya, dikutip dari HealthLine.


Mengenai ASI yang kaya manfaat, beberapa orang penasaran mengenai rasanya, Bunda. Rasa ASI umumnya dianggap manis dan lembut karena mengandung laktosa gula susu. Karena laktosa adalah salah satu bahan utama dalam ASI, laktosa hadir dalam konsentrasi tinggi, sehingga memberi rasa manis pada ASI.

Selain mengandung laktosa, ASI juga mengandung lemak. Jumlah lemak dalam ASI menentukan tingkat krimnya, Saat ASI pertama kali mengalir dari payudara, lemaknya lebih sedikit, sehingga mungkin tampak lebih encer. Tapi ketika ASI sudah mengalir, ASI menjadi lebih tinggi lemak dan lebih lembut.

ASI juga bisa memiliki rasa lainnya, Bunda. Ini karena pengaruh dari makanan yang dikonsumsi ibu menyusui. Ini karena pengaruh dari makanan yang Bunda konsumsi.

"Selain manis dan lembut, ASI terdiri dari rasa yang berasal dari makanan yang Anda makan setiap hari. Ketika Anda makan makanan seimbang yang terdiri dari buah-buahan dan sayuran, Anda membuat anak Anda terpapar rasa makanan sehat ini," katanya perawat bersertifikat, Donna Murray, dikutip dari Very Well Family.

Di luar itu, ada hal lain yang dapat mengubah rasa ASI lho, Bunda. Beberapa hal itu, di antaranya:

1. Hormon

Adanya pergeseran kadar hormon dalam tubuh dengan kembalinya menstruasi atau hamil lagi bisa memengaruhi rasa ASI. Di saat seperti ini, menyusui masih aman kok untuk terus dilakukan, begitu pula saat hamil selama tak menimbulkan risiko tinggi bagi ibu.

2. Olahraga

Penumpukan asam laktat di tubuh bersama dengan rasa asin dari keringat di payudara akibat olahraga berat bisa mengubah rasa ASI. Untuk meminimalkan efek pada ASI, lakukan olahraga ringan atau sedang. Bunda juga bisa mencuci atau membersihkan payudara sebelum menyusui bayi untuk menghilangkan rasa asin karena keringat.

3. Mengonsumsi obat-obatan

Obat-obatan tertentu juga dapat memengaruhi rasa ASI, Bunda. Jika ibu menyusui harus mengonsumsi obat dan anak tak mau menyusu, rasa ASI berubah mungkin jadi penyebabnya. Ada baiknya untuk berkonsultasi kepada dokter untuk menemukan alternatif lain yang lebih baik.

3. Merokok

Penelitian menunjukkan bahwa ASI yang diproduksi oleh ibu menyusui yang merokok dapat memengaruhi rasa serta baunya seperti asap. Jika Bunda merokok, segera hentikan merokok setelah selesai memberi ASI dan usahakan tidak merokok setidaknya selama dua jam sebelum menyusui lagi untuk meminimalkan bau dan rasa asap rokok pada ASI.

4. Mengonsumsi minuman beralkohol

Minum minuman alkohol juga bisa memengaruhi rasa ASI lho, Bunda. Bahkan, dibutuhkan waktu sekitar dua jam untuk menghilangkan dan mengeluarkan minuman beralkohol yang dikonsumsi ibu menyusui.

5. Mastitis

mastitis adalah infeksi payudara yang dapat menyebabkan ASI memiliki rasa asin yang kuat. Jika Bunda merasa menderita mastitis, teruslah menyusui bayi, kecuali jika bayi menolaknya. Dan karena Bunda perlu minum antibiotik untuk mengobati mastitis, maka sebaiknya menemui dokter.

6. Produk perawatan kulit

Produk kecantikan atau perawatan kulit, seperti lotion, krim, sabun, parfum, minyak, atau salep yang dioleskan ke payudara dapat menambah rasa yang berbeda pada ASI saat bayi menyusui. Jika ibu menyusui harus memakai produk-produk tersebut pada payudara maupun daerah di sekitarnya, sebaiknya pastikan untuk membersihkannya terlebih dahulu sebelum menyusui bayi, ya.

7. ASI yang dibekukan

Saat mencairkan ASI yang telah dibekukan di freezer, kadang akan muncul bau dan rasa seperti sabun. Ini masih aman untuk diberikan kepada bayi, tetapi mungkin ada bayi yang tidak menyukai rasa yang berbeda dan menolaknya.

Bunda, simak juga tips cegah kehamilan saat menyusui dalam video berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi