sign up SIGN UP search


kehamilan

Berbahayakah Morning Sickness pada Kehamilan? Simak Cara Ampuh Mengatasinya

Rabu, 30 Sep 2020 10:48 WIB
Woman's Sense Of Taste Affected By Pregnancy Mencegah dan mengatasi morning sickness/ Foto: Getty Images/iStockphoto/monkeybusinessimages
Jakarta -

Morning sickness, seperti mual dan muntah menjadi masalah yang umum dialami di awal kehamilan. Rasanya tentu sangat tidak nyaman, bahkan menelan makanan pun susah dilakukan. Bunda juga mengalaminya?

Faktanya, ada 88 persen kehamilan yang diikuti dengan kemunculan rasa mual dan muntah. Hal ini terjadi pada minggu-minggu awal kehamilan dan puncaknya di kehamilan 8 minggu (2 bulan). Biasanya, morning sickness akan hilang setelah 14 minggu hingga 16 minggu (4 bulan).

Apa saja faktor risiko morning sickness ini?

Morning sickness berhubungan dengan besarnya berat ari-ari. Ari-ari atau plasenta merupakan pengatur sumber makanan, pernapasan, hormon pertumbuhan dan tempat pembuangan zat-zat sisa atau bagi janin di dalam tubuh Bunda. Oleh karena itu, kehamilan kembar, hamil anggur atau hamil mola, dan penyakit trofoblas gestasional merupakan faktor risiko yang menyebabkan morning sickness.


Selain itu, riwayat mabuk perjalanan, hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya, migrain, dan faktor genetik saudara perempuan atau anak perempuan yang memiliki hyperemesis gravidarum, juga menyebabkan faktor risiko pada terjadinya morning sickness.

Kenapa hal ini dapat terjadi?

Banyak teori mencoba menjelaskan terjadinya mual dan muntah pada kehamilan. Namun, para ahli menyepakati perubahan hormon saat kehamilan yakni hCG (Human Chronionic Gonadotropin) yang menyebabkan gejala ini muncul. Hormon yang dihasilkan oleh ari-ari naik secara tiba-tiba, sehingga merangsang pusat kimia di otak yang berakibat mual muntah.

Sebagai tambahan, salah satu hormon kehamilan lainnya yakni progesteron mengakibatkan pembukaan otot sfingter esofagus. Esofagus merupakan saluran pencernaan yang menghubungkan mulut dengan lambung. Dalam keadaan normal, otot ini menutup esofagus sehingga makanan tidak keluar dari lambung. Sehingga saat hamil, makanan yang Bunda konsumsi akan sangat mudah keluar dari lambung. Itu sebabnya, mual muntah pun muncul.

Apakah morning sickness berbahaya?

Saat mengalami mual muntah, kebutuhan gizi Bunda sebenarnya tercukupi. Namun, dapat memburuk pada 2 persen kehamilan atau yang dikenal dengan hyperemesis gravidarum. Hyperemesis gravidarum terdiri dari 3 kata yakni hiper yang berarti berlebih, emesis yang berarti muntah, dan gravid yang berarti hamil yang bila digabungkan muntah yang berlebihan saat kehamilan. Kondisi ini dapat ditandai dengan penurunan berat badan lebih dari 5 persen, muntah yang tetap, dan ketonuria.

Penurunan berat badan yang terjadi, misalnya berat badan sebelum hamil adalah 60 kg. Namun, saat mual muntah terjadi makanan dan minuman tidak bisa masuk sama sekali, sehingga berat badan turun lebih dari 3 kg. Bunda terus mengalami muntah walaupun tidak ada makanan yang masuk, terdapat tanda-tanda dehidrasi (kekurangan cairan), dan pemeriksaan urin didapatkan keton atau ketonuria, maka Bunda harus segera ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Apakah Bunda dapat mengurangi gejala morning sickness?

Mengalami morning sickness adalah hal yang sangat mengganggu. Mengonsumsi makanan apapun rasanya tidak enak. Bahkan bila tertelan pun rasanya ingin muntah. Hal tersebut dapat disiasati dengan makan sedikit tapi sering, jauhi makanan berbau dan merangsang.

Hindari makanan yang pedas, berlemak, kue tart, brownies, minuman dingin, minuman manis, dan penggunaan tablet penambah darah selama trimester pertama. Bunda bisa mengonsumsi makanan bergizi dan segar seperti roti gandum, nasi, kentang, jus segar, wortel dan kacang hijau.

Jahe dalam bentuk tablet, permen, minuman dan tambahan makanan dapat mengurangi rasa mual dan muntah. Dalam penelitiannya, jahe memiliki hormon dopamine dan serotonin. Kedua hormon tersebut merupakan pengontrol emosi, suasana hati dan aktivitas kerja. Jahe bekerja dengan memperbaiki gerak saluran pencernaan tanpa efek samping yang bermakna.

Selain itu, menurut data yang dirilis SOGC Clinical Practice Guideline The Management of Nausea and Vomiting disebutkan bahwa selama ribuan tahun, akunpuntur maupun acupressure merupakan metode untuk mengurangi rasa mual dan muntah. Hal ini dapat dilakukan dengan menekan titik Nei Guan atau P6 yang terletak 3 jari di bawah pergelangan tangan di tengah tendon. Acupressure merupakan metode murah, mandiri, aman dan menguntungkan dalam menangani morning sickness. 

Apakah morning sickness dapat dicegah?

Morning sickness dapat dicegah dengan memperbaiki asuhan pra-konsepsi atau sebelum hamil. Mengkonsumsi vitamin dan mineral atau suplementasi prenatal minimal satu bulan sebelum hamil, dapat mengurangi gejala morning sickness pada kehamilan berikutnya.

Apakah akan mempengaruhi janin yang dikandung?

Dalam penelitiannya morning sickness tidak memiliki efek berbahaya kepada janin melainkan memiliki efek perlindungan terhadap janin. Seperti menurunkan angka keguguran, kelainan bawaan dan persalinan kurang bulan. Ayyavoo dkk dalam penelitiannya mengatakan, hal ini disebabkan morning sickness membuang zat-zat berbahaya di dalam tubuh demi melindungi Bunda dan janin. Selain itu morning sickness merupakan hasil dari perubahan hormon untuk membantu ari-ari berkembang.

Namun hal ini berbeda pada kasus hyperemesis gravidarum. Pada keadaan ini berat badan Bunda turun lebih dari 5 persen yang menyebabkan perkembangan janin tidak optimal. Dalam suatu penelitian di Swedia, hyperemesis gravidarum meningkatkan risiko preeklamsia (hipertensi dalam kehamilan), perdarahan saat kehamilan, persalinan premature dan bayi lahir kecil.

dr.Ilham Utama Surya, SpOG
Staf Medis Women Health Service Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo
Dosen Departemen Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

 

Simak juga yuk, apakah mual di awal kehamilan menjadi pertanda Bunda sedang hamil anak perempuan? Cek video di bawah ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi