sign up SIGN UP search


menyusui

Kelebihan dan Kekurangan Memerah Payudara Pakai Pompa ASI Elektrik

Muhayati Faridatun Rabu, 15 Jan 2020 17:22 WIB
Pompa ASI elektrik jadi salah satu solusi bagi ibu bekerja yang ingin memberikan ASI eksklusif. Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Yuk simak penjelasannya. caption
Jakarta - Ibu bekerja kadang mengalami dilema saat ingin memberikan ASI eksklusif. Sebelum habis masa cuti melahirkan, ibu menyusui harus mempersiapkan stok ASI perah (ASIP) untuk si kecil. Biasanya, para ibu bekerja yang menyusui menggunakan pompa ASI.

Seperti Bunda ketahui, pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, kemudian berlanjut hingga anak usia dua tahun, memang sangat dianjurkan. ASI dibutuhkan bayi karena mengandung berbagai antibodi dan zat untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan.


Dikatakan dr.Asti Praborini, Sp.A, IBCLC, semakin sering bayi mengisap payudara Bunda, maka produksi ASI akan semakin banyak. Tapi kalau Bunda bekerja, dokter yang disapa Rini ini menganjurkan untuk menyediakan stok ASIP.


Kalau tidak menyusu, Rini menyarankan agar bayi diberikan ASI menggunakan sendok. Karena kalau lewat botol dan dot, dikhawatirkan bayi akan sulit menyusu langsung di payudara Bunda lagi.

"Jika memberikan ASI menggunakan botol, bayi sudah mendapat kenikmatan dari botol, sehingga bisa mengakibatkan bayi tidak mau menyusu dengan ibunya. Ini bisa memengaruhi produksi ASI," urai Rini.

Memerah ASI

Sebagai solusi, enggak sedikit ibu bekerja memilih menggunakan pompa ASI untuk memerah payudara. Ada yang menggunakan pompa manual, namun banyak juga yang mengandalkan pompa ASI elektrik.

Pompa ASI elektrik pun ada yang memakai colokan listrik, atau yang menggunakan tenaga baterai. Dilansir Baby Centre, pompa payudara elektrik yang sederhana memang bisa diandalkan dan memudahkan Bunda.

Hanya saja, Bunda perlu ingat, waktu terbaik memberikan ASIP adalah setelah bayi berusia sekitar enam minggu. Sebelum mengenalkan ASIP, usahakan bayi menyusu langsung di payudara Bunda.

ASI perah (ASIP)ASI perah (ASIP)/ Foto: ilustrasi/thinkstock

Seperti disampaikan pakar laktasi dr.Utami Roesli, Sp.A, IBCLC, FABM, banyak ibu menyusui keliru saat memerah payudara. Pendiri Sentra Laktasi Indonesia ini juga menjelaskan, komposisi dalam ASI akan berbeda setiap hari sama seperti kebutuhan bayi.

"Menyusui itu penting. ASI merupakan cairan hidup yang tidak pernah tidak berubah. Komposisi ASI hari ini akan berbeda dengan besok, yang didasarkan pada kebutuhan bayi dan tumbuh kembangnya," papar Utami, dikutip dari CNN Indonesia.

Utami pun mengingatkan, yang terpenting Bunda tidak melupakan esensi pemberian ASI secara langsung. Sentuhan fisik antara ibu dan bayi saat menyusui adalah momen yang sangat penting. Menurut Utami, mental anak yang bersentuhan fisik dengan ibunya saat menyusui akan lebih terbentuk.

"Minimal bayi harus mendapat sentuhan fisik dengan ibu selama satu jam menyusui," tegas Utami.


Kelebihan pompa ASI elektrik

Sebagian ibu bekerja yang menyusui lebih memilih pompa ASI elektrik untuk memerah payudara. Pasalnya, banyak kelebihan yang bisa didapat dengan menggunakan pompa elektrik, antara lain:

1. Pompa ASI elektrik bermacam-macam jenis, ukuran, dan harga. Biasanya, ibu bekerja memilih pompa ASI elektrik yang ukuran kecil dan mudah dibawa ke kantor.

2. Selain memakai colokan listrik, pompa ASI elektrik juga bisa menggunakan tenaga baterai, yang lebih mudah digunakan kapan dan di mana saja. Ini sangat berguna ketika tiba-tiba listrik padam.

3. Dengan menggunakan pompa ASI elektrik, Bunda bisa lebih cepat memerah payudara, apalagi dengan waktu yang terbatas saat di kantor.

4. Bagi Bunda yang melahirkan bayi prematur, pompa ASI elektrik juga sangat bermanfaat. Biasanya, bayi prematur yang baru lahir belum bisa menyusu langsung di payudara.

5. Begitu juga Bunda yang punya bayi kembar. Wah, kebayang bagaimana repotnya harus menyusui dua bayi sekaligus. Wajar kalau Bunda mengandalkan pompa ASI elektrik agar kebutuhan ASI si kembar tetap terpenuhi.

Kekurangan pompa ASI elektrik

Selain menyuguhkan banyak manfaat seperti dipaparkan di atas, pompa ASI elektrik juga memiliki beberapa kekurangan. Dikutip dari First Cry, berikut kelemahan jika Bunda mengandalkan pompa ASI elektrik untuk memerah payudara.

1. Kalau terlalu sering minum ASIP lewat botol dan dot, atau bahkan sejak lahir, dan tidak menyusu langsung di payudara Bunda, bayi bisa mengalami bingung puting. Sehingga, si kecil malah menolak menyusu langsung.

2. ASI yang dikeluarkan melalui pompa bisa terkontaminasi dan menyebabkan gangguan kesehatan pada bayi.

3. Bunda bisa mengalami kerusakan puting, yang disebabkan karena ukuran penghubung cup dengan selang yang salah, atau kalau kecepatan pompa tidak sesuai.

4. Semakin banyak stok ASIP, produksi ASI bisa makin banyak, sehingga bisa menyebabkan pembengkakan payudara.

5. Proses pembersihan dan sterilisasi pompa setelah digunakan biasanya memakan banyak waktu.

"Kalau mau pompa lagi kan Bunda mesti mencuci alatnya lagi. Itu kadang bikin ibu suka malas. Kalau pakai tangan sebetulnya kan tinggal cuci tangan, bawa botol, lebih simpel. Bawaannya pun enggak berat," tegas konselor laktasi di TigaGenerasi, dr.Hikmah Kurniasari, MKM, CIMI, dilansir detikcom.


Bunda, simak juga jenis-jenis puting tidak normal untuk menyusui, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(muf/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi