Sign Up search


menyusui

Setop Gunakan Pompa ASI Elektrik jika Hal Ini Bunda Alami

Yuni Ayu Amida Sabtu, 18 Jan 2020 21:20 WIB
Setop Gunakan Pompa ASI Elektrik jika Hal Ini Bunda Alami caption
Jakarta - Kemudahan dalam memberikan ASI pada si kecil memang sangat terasa dewasa ini. Salah satunya dengan adanya alat pompa ASI elektrik. Meski demikian, Bunda harus tetap mempertimbangkan berbagai situasi atau efek samping jika tetap ingin menggunakan pompa ASI elektrik.

Menurut dr.Elizabeth Yohmi, Sp.A, IBCLC. sebenarnya memerah ASI lebih dianjurkan menggunakan tangan daripada pompa ASI elektrik. Hal ini karena memerah ASI dengan tangan bisa memberi kenyamanan pada payudara, membantu bayi menyusu, menjaga pasokan ASI, dan mempertahankan ASI jika si bayi belum bisa menyusu.


Yohmi menerangkan, dengan menggunakan tangan, payudara akan lebih nyaman karena bersentuhan dengan kulit tangan, dibandingkan dengan pompa ASI yang berbahan plastik. Tak hanya itu, kulit payudara juga akan terhindar dari iritasi atau lecet. Belum lagi pompa ASI elektrik butuh listrik atau baterai untuk bisa difungsikan.


"Kalau kita bersandar pada pompa, tidak biasa memerah ASI dengan tangan, lalu tiba-tiba mati listrik, apa bayi kita jadi tidak bisa minum ASI?" jelas Yohmi, dilansir detikcom.

Nah, berikut ini beberapa efek samping dari penggunaan pompa ASI elektrik. Bunda bisa pertimbangkan untuk tetap menggunakan atau stop, jika alami hal-hal di bawah seperti dikutip dari Breast Win.

1. Pasokan ASI berkurang

Ketika kita melakukan sesuatu secara tidak wajar secara berlebihan tentu bisa berdampak buruk. Seperti menggunakan pompa ASI elektrik secara terus-menerus bisa mengurangi produksi ASI.

Pompa payudara tidak berfungsi pada puting payudara seperti kait bayi saat mengisap puting. Pola kait yang baik membantu meningkatkan pasokan ASI. Karena itu, suplai ASI berkurang jika bayi tidak bisa menyusu secara langsung.

Hormon juga bekerja secara berbeda dalam hal menyusui secara langsung dibandingkan dengan menggunakan pompa ASI. Ketika bayi menghisap puting, otak memberi tahu tubuh untuk memproduksi ASI sesuai kebutuhan karena hormon. Ketika seorang wanita menggunakan pompa payudara terus-menerus, payudara bisa berkurang untuk menghasilkan ASI karena hormon yang tidak dilepaskan.

2. Kurang sehat dan kurang bergizi

Ketika bayi meminum ASI langsung dari payudara, ia akan mendapat lebih banyak vitamin dan protein, dibandingkan dengan minum ASI yang melalui proses pompa. Karena payudara adalah sumber ASI langsung, semua nutrisi mengalir langsung dari payudara ke perut bayi tanpa ada waktu terbuang.

Selain itu, setelah memompa ASI, biasanya ibu akan membekukan ASI untuk digunakan nanti. Proses pembekuan dan pencairan ASI ini nantinya akan mengurangi vitamin dan mineral yang terkandung dalam ASI.

3. Pengaturan mesin yang tidak tepat

Stop Gunakan Pompa ASI Elektrik jika Hal Ini Bunda AlamiStop Gunakan Pompa ASI Elektrik jika Hal Ini Bunda Alami /Foto: iStock


Bukan hal mudah untuk tahu bagaimana gerakan pompa ASI yang benar. Jika pompa ASI diatur dengan gerakan pemompaan yang terlalu tinggi, bisa menyebabkan payudara sakit dan puting lecet. Sementara itu, jika mengatur gerakan terlalu rendah, kemungkinan tidak menghasilkan ASI yang cukup. Maka bayi juga akan sedikit mendapat ASI.

Karena itu, luangkan waktu untuk menemukan pengaturan yang tepat. Kita harus merasa nyaman dengan pengaturan pompa payudara tanpa rasa sakit.

4. Memompa ASI secara berlebihan

Banyak wanita yang tidak menyadari bahwa ASI yang dipompa kadang berlebihan daripada yang dibutuhkan. Ini adalah salah satu efek samping pompa ASI elektrik.

Tujuan utama memompa ASI adalah untuk mengumpulkan pasokan yang cukup dalam waktu singkat. Tetapi memompa terlalu banyak memiliki efek samping, yakni payudara jadi menghasilkan lebih banyak ASI. Dan karena kelebihan hormon, payudara bisa membengkak karena produksi ASI yang berlebihan.

Ketika payudara menghasilkan ASI berlebihan, ASI tidak tinggal di payudara. Ini bisa menjadi penyebab saluran susu tersumbat.

5. ASI keluar terlalu cepat

Efek samping lain dari penggunaan pompa payudara yang berlebihan adalah aliran ASI jadi terlalu cepat. Ini tidak berbahaya tetapi bisa menimbulkan masalah ketika kita menyusui bayi langsung dari payudara, yakni bayi bisa tersedak.

6. Berkurangnya bonding atau ikatan alami ibu dan bayi

Salah satu efek samping dari pompa ASI elektrik adalah merusak ikatan ibu dan bayi. Menyusui adalah saat ketika bayi dekat dengan hati kita. Dan bayi berpelukan dengan kita pada saat itu. Tetapi ketika kita menggunakan susu formula atau minum ASIP, kita kehilangan kesempatan itu.

7. Bangun malam untuk memompa

Ibu memilih opsi menggunakan pompa payudara untuk memudahkan hidupnya. Tapi itu juga bisa membuat hidup lebih sulit.

Wanita berpikir dia bisa memompa dan menyimpan susu sesuai kebutuhan dalam sehari. Dan kemudian dia bisa tidur nyenyak di malam hari. Tapi itu tidak benar. Ibu juga harus bangun di malam hari untuk memompa ASI. Karena jika tidak memompa, maka dia mungkin merasakan sakit, dan pagi hari payudara bisa membengkak. Alasannya adalah karena payudara terlalu banyak ASI.

Jika Bunda tidak memompa, tubuh akan secara otomatis memperlambat produksi. Karena tubuh berpikir, bayi mungkin tidak perlu ASI.

Karena itu, jika Bunda benar-benar ingin menghindari efek samping pompa payudara, patuhi jadwal pemompaan dengan ketat. Dan kita seharusnya tidak membuat tubuh bingung dalam produksi ASI.

8. Timbulnya bakteri

Timbulnya bakteri terutama pada pompa bekas atau pompa pinjaman. Mungkin ada beberapa ibu yang meminjam atau meminjamkan pompa ASI. Ini masuk akal karena harga pompa payudara mahal.

Namun, sebelum menggunakan pompa bekas orang lain, ketahuilah bahwa kadang pompa tersebut bisa berbahaya. Mungkin ada jamur di dalam katup karena usia pompa payudara sudah lama. Ketika ASI melewati bagian yang berjamur, maka ASI akan terkontaminasi dengan bakteri tersebut. Yang akhirnya bisa jadi penyebab bayi mengalami sakit parah.

Karena itu, lebih baik Bunda sisihkan anggaran untuk membeli pompa payudara yang baru dan bersih, daripada harus meminjam pompa lama.

9. Biaya penggantian pompa

Pompa payudara yang lama berjamur seiring waktu. Karena itu, perlu diganti tepat waktu sementara pompa payudara elektrik harganya mahal. Karena itu, biaya penggantian pompa payudara harus selalu dipertimbangkan. Pompa payudara harus diganti setelah digunakan 7 hingga 10 bulan sesuai kondisi.

Bakteri dan partikel kecil dapat membuat bayi sakit. Penggantian pompa payudara tepat waktu akan memungkinkan kita memberikan ASI dengan kualitas terbaik.

10. Risiko infeksi

Menyusui dapat menyebabkan beberapa infeksi. Jika Bunda menggunakan pompa payudara, kemungkinan infeksi ini meningkat.

Ada tanda infeksi yang harus kita perhatikan, misal keluar cairan lain selain ASI dari puting payudara, atau puting berdarah, pegal, dan nyeri. Bunda harus segera konsultasi ke dokter jika mengalami hal tersebut. Gagal mengobati infeksi tidak hanya akan membahayakan Bunda, tetapi juga bayi.


Simak juga menu sarapan untuk ibu menyusui dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]

(yun/muf)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi