sign up SIGN UP search


menyusui

Perbandingan Pompa ASI Manual & Elektrik, Lengkap dengan Tipsnya Bun

Tim HaiBunda Sabtu, 23 Jan 2021 14:12 WIB
Ilustrasi pompa asi caption
Jakarta -

MengASIhi sering digunakan untuk menyebut seorang ibu yang baru saja melahirkan dan memberikan air susu ibu kepada bayinya. ASI adalah makanan yang diberikan kepada bayi dan mengandung berbagai macam gizi dan manfaat.

ASI menjadi satu-satunya asupan untuk bayi hingga usia tertentu karena belum bisa memakan makanan yang bertekstur. Namun tidak semua ibu mampu memberikan ASI eksklusif kepada si buah hati. Terutama bagi ibu yang harus tetap bekerja setelah masa cuti melahirkan selesai.

Sebagai solusi, Bunda bisa menggunakan pompa ASI. ASI yang dihasilkan kemudian disimpan di lemari pembeku dan bisa dihangatkan saat akan diberikan kepada Si Kecil. Alat pemompa ASI sendiri terbagi dua yaitu manual dan elektrik.


Pompa ASI Manual dan Elektrik

Pompa ASI manual digunakan secara manual, dalam artian Bunda harus memompa alat dengan tangan. Pompa ini memiliki kelebihan sebagai berikut:

1. Harga untuk mendapatkan pompa ini cenderung murah.
2. Ukurannya termasuk kecil dan ringan sehingga mudah dibawa jika harus pergi ke suatu tempat.
3. Tidak membutuhkan aliran listrik ataupun baterai untuk pengoperasiannya sehingga lebih fleksibel untuk digunakan.

Namun ada beberapa kekurangan dari pompa manual ini, yaitu:

1. Karena digerakkan secara manual maka dibutuhkan tenaga untuk memompa ASI secara manual. Tak jarang Bunda akan merasakan kelelahan pada tangan.
2. Waktu yang digunakan untuk memompa cenderung lebih lama.
3. Ritme pemompaan juga tergantung dengan kekuatan tangan ibu.
4. Tidak menimbulkan suara yang berisik. Sehingga jika bayi sedang tidur tidak akan terganggu saat ibu harus memompa ASI.
5. Pompa manual memiliki komponen yang sedikit sehingga mudah digunakan dan dibersihkan.
6. Saat digunakan kekuatan memompa menyerupai hisapan bayi saat minum ASI sehingga lebih nyaman untuk Bunda. Serta kekuatan untuk memompa bisa disesuaikan sehingga tidak menimbulkan rasa sakit.

Ilustrasi alat pompa ASI dan botol berisi ASI perahIlustrasi alat pompa ASI dan botol berisi ASI perah/ Foto: Thinkstock

Sedangkan untuk pompa ASI elektrik memerlukan bantuan listrik atau baterai untuk menggunakannya. Beberapa keuntungan jika Bunda menggunakan pompa elektrik adalah.

1. Penggunaan tenaga listrik berarti ibu tidak perlu mengeluarkan tenaga ekstra saat memompa ASI.
2. Proses pemompaan ASI juga cenderung lebih cepat dengan hasil ASI yang didapatkan lebih banyak.
3. Ritme pemompaan bisa diatur sehingga Bunda bisa merasa lebih nyaman.
4. Pompa elektrik biasanya memiliki desain dengan dua lubang pompa sekaligus sehingga waktu yang digunakan lebih singkat.

Jika ada kelebihan maka pompa jenis ini juga ada juga kekurangannya. Berikut ini adalah kekurangan yang dimiliki oleh
pompa elektrik.

1. Harga yang ditawarkan cenderung mahal.
2. Memiliki bobot cenderung lebih berat dibanding pompa manual.
3. Karena membutuhkan tenaga listrik atau baterai maka akan susah jika dibawa bepergian.
4. Memiliki komponen yang lebih banyak sehingga membersihkannya lebih susah.
5. Pompa elektrik biasanya menimbulkan suara yang berisik yang bisa mengganggu jika bayi sedang beristirahat.

Tips Memilih Pompa ASI

Dalam memilih pompa ASI sebenarnya tergantung pada masing-masing Bunda. Apabila seorang Bunda memiliki pekerjaan yang cukup sibuk maka memilih model elektrik lebih disarankan sebab lebih cepat dalam menghasilkan ASI.

Selain itu pompa yang telah digunakan juga harus rajin dibersihkan dan disterilkan agar tidak ada kuman dalam ASI. Pertimbangkan juga uang yang untuk membeli pompa. Jangan sampai membeli pompa yang mahal tetapi harus mengenyampingkan kebutuhan lain yang mungkin lebih penting. (PK)

Simak juga video berikut mengenai cerita Bunda Citra Kirana yang mengalami mastitis pada saat menyusui Si Kecil

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Fanny Fabriana Sekeluarga Terkena Covid-19Banner Fanny Fabriana Sekeluarga Terkena Covid-19/ Foto: Mia Kurnia Sari
(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi