sign up SIGN UP search


menyusui

10 Nutrisi dalam Komposisi ASI yang Wajib Bunda Ketahui

Kinan Rabu, 12 May 2021 11:19 WIB
Manual breast pump, mothers breast milk is the most healthy food for newborn baby caption

American Academy of Pediatrics (AAP) memberikan rekomendasi ASI eksklusif selama 6 bulan pertama, lalu dilanjutkan dengan tambahan makanan padat. Anjuran ini dibuat dengan memerhatikan nutrisi dan komposisi ASI.

Bagi bayi, komposisi ASI memiliki peran penting untuk menunjang tumbuh kembangnya, mencegah infeksi, hingga menurunkan risiko penyakit seperti diabetes, obesitas dan asma.

Sementara itu, bagi Bunda pemberian ASI dapat membantu proses pemulihan pascapersalinan. Menyusui juga membantu menurunkan risiko kanker payudara. 


Dikutip dari American Pregnancy Association, berbagai nutrisi dalam komposisi ASI membuatnya menjadi asupan terbaik untuk bayi baru lahir. Apa saja komposisi ASI

Protein

ASI mengandung dua jenis protein: whey dan kasein. Sekitar 60 persen dari komposisi ASI adalah whey, sedangkan 40 persen kasein. Keseimbangan protein ini memungkinkan proses pencernaannya lebih cepat dan mudah.

Protein-protein ini memiliki sifat perlindungan dari infeksi yang hebat.

Lemak

ASI juga mengandung lemak yang penting untuk kesehatan bayi. Ini diperlukan untuk perkembangan otak, penyerapan vitamin yang larut dalam lemak, dan merupakan sumber kalori utama.

Asam lemak rantai panjang juga dibutuhkan untuk retina dan perkembangan sistem saraf.

Vitamin

Jumlah dan jenis vitamin dalam ASI berhubungan langsung dengan asupan vitamin Bunda. Inilah mengapa penting untuk mendapatkan nutrisi yang cukup, termasuk dari suplemen vitamin.

Vitamin yang larut dalam lemak, termasuk vitamin A, D, E, dan K, semuanya penting untuk kesehatan bayi. Vitamin yang larut dalam air seperti vitamin C, riboflavin, niasin, dan asam pantotenat juga penting.

Karbohidrat

Laktosa adalah karbohidrat utama yang ditemukan dalam ASI. Ini menyumbang sekitar 40 persen dari total kalori yang disediakan oleh ASI. Laktosa membantu mengurangi sejumlah besar bakteri tidak sehat di perut, yang kemudian meningkatkan penyerapan kalsium, fosfor, dan magnesium.

Ini juga membantu melawan penyakit dan mendorong pertumbuhan bakteri sehat di perut.

"ASI memiliki lebih banyak laktosa daripada susu sapi. Laktosa tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi utama untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, tetapi juga terkait dengan perkembangan otak," ungkap Murray.

Ilustrasi menyusuiIlustrasi komposisi ASI/ Foto: Getty Images/iStockphoto/kdshutterman

Air

Komposisi ASI terdiri dari sekitar 90 persen air. Pada dasarnya tubuh manusia bergantung pada air untuk berfungsi. Air menjaga hidrasi, membantu mengatur suhu tubuh, melumasi persendian, dan melindungi organ. 

Dilansir Very Well Family, pemberian ASI saja mampu menyediakan kebutuhan harian air yang dibutuhkan bayi baru lahir untuk bertahan hidup.

Lipid (lemak)

Lipid adalah sumber utama energi, kolesterol, dan asam lemak esensial seperti DHA. Nutrisi ini diperlukan untuk perkembangan otak, sistem saraf, dan penglihatan bayi.

Imunoglobulin (antibodi)

Imunoglobulin adalah antibodi yang bekerja melawan kuman penyakit. Karena memiliki zat kekebalan alami ini, ASI seringkali dianggap sebagai vaksin pertama bayi. Antibodi dalam ASI mampu melawan bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Antibodi utama dalam ASI adalah Secretory Immunoglobulin A (IgA). IgA melapisi paru-paru dan usus bayi, melindunginya untuk mencegah kuman masuk.

Hormon

Hormon memiliki banyak fungsi dalam tubuh manusia. Termasuk di antaranya proses tumbuh kembang, metabolisme, stres dan respons nyeri, dan regulasi tekanan darah. Hormon yang terlibat dalam produksi susu termasuk prolaktin, hormon tiroid, dan hormon pertumbuhan.

Enzim

Beberapa enzim penting ditemukan dalam ASI. Fungsinya antara lain membantu pencernaan dengan memecah lemak atau protein, sementara ada pula yang menunjang kekebalan tubuh. 

Mineral

Seperti vitamin, ASI juga penuh dengan mineral yang dibutuhkan tubuh bayi untuk tumbuh sehat dan kuat. Mineral termasuk zat besi, seng, kalsium, natrium, klorida, magnesium, dan selenium.

Komponen ini digunakan untuk menguatkan tulang, menghasilkan sel darah merah, dan meningkatkan fungsi otot dan saraf.

Menurut Donna Murray, RN, BSN, ASI memang diproduksi dalam tubuh wanita khusus untuk tujuan pemberian nutrisi. Komposisi ASI mencakup hampir semua nutrisi yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang.

Demikian ulasan tentang komposisi ASI yang penting Bunda ketahui. Untuk menjaga komposisi ASI, jangan lupa konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari, ya.

Asupan ini diutamakan dari makanan sehari-hari dan camilan, serta suplemen khusus sesuai resep dokter jika diperlukan.

(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi