sign up SIGN UP search


menyusui

Ragam Kandungan ASI yang Bisa Lindungi Si Kecil dari Penyakit

Annisa Karnesyia Rabu, 21 Apr 2021 11:31 WIB
Ibu menyusui caption
Jakarta -

Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi penting yang dibutuhkan bayi sejak lahir, Bunda. Selain itu, ASI juga mengandung komposisi yang bisa lindungi si Kecil dari penyakit.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan ASI eksklusif diberikan selama 6 bulan pertama kehidupan anak. Menyusui eksklusif adalah salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak.

"ASI adalah makanan yang ideal untuk bayi. ASI aman, bersih, dan mengandung antibodi yang membantu melindungi tubuh dari banyak penyakit umum pada masa kanak-kanak," demikian kata WHO dalam laman resminya.


Kandungan nutrisi pada ASI memang sudah tak diragukan lagi. Sejak masa kehamilan, Bunda bahkan sudah memproduksi ASI yang kandungannya baik untuk kesehatan bayi.

Jenis ASI

Sejak hamil hingga melahirkan, Bunda akan memproduksi 3 jenis ASI yang bentuk dan kandungannya berbeda. Dilansir Very Well Family, berikut 3 jenis ASI tersebut:

1. Kolostrum

Kolostrum adalah ASI pertama yang diproduksi saat Bunda hamil dan selama beberapa hari setelah melahirkan. Kolostrum berbentuk cairan kental berwarna kuning, putih, atau kuning jingga, dan cenderung lengket.

"Kolostrum mengandung tinggi protein, rendah lemak, dan antibodi, seperti Immunoglobulin A, serta sel darah putih untuk melawan infeksi," kata perawat anak bersertifikat Donna Murray, RN, BSN.

2. ASI transisi

ASI transisi adalah kombinasi dari kolostrum dan ASI itu sendiri. Saat ASI mulai diproduksi sekitar tiga sampai lima hari setelah melahirkan, ASI akan bercampur dengan kolostrum.

Selama waktu ini, Bunda harus memperhatikan payudara yang akan terasa penuh dengan ASI. Payudara mungkin menjadi besar, berat, dan bengkak.

Pada awalnya, susu transisi akan terlihat lebih kuning dan kental. Seiring waktu dan semakin banyak susu matur diproduksi dan dicampur, susu transisi akan terlihat seperti susu matang berwarna putih. Susu transisi mengandung immunoglobulin, protein, dan vitamin yang lebih rendah dari kolostrum. Namun, memiliki lemak dan kalori lebih tinggi.

3. ASI matur

Saat bayi berusia sekitar dua minggu, ASI akan berubah menjadi susu matur. ASI matur adalah kombinasi foremilk dan hindmilk, Bunda.

Ketika bayi menyusui, susu pertama yang keluar dari payudara adalah foremilk. Foremilk berbentuk tipis, berair, dan rendah lemak dan kalori. Saat bayi terus menyusui, hindmilk akan keluar dan berbentuk lebih tebal, creamy, tinggi lemak, dan kalori.

Setelah ASI bertransisi menjadi susu matur, jumlah ASI yang diproduksi akan menyesuaikan kebiasaan menyusu dan kebutuhan bayi. Jumlah ASI matur juga akan berubah seiring pertumbuhan bayi.

"ASI matur mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral. Semua komposisi ini dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangannya," ujar Murray.

ASI PerahIlustrasi ASI Perah/ Foto: iStock

Kandungan ASI

ASI tak cuma mengandung makronutrien dan mikronutrien yang dibutuhkan bayi untut tumbuh optimal ya, Bunda. ASI juga mengandung berbagai komponen zat kekebalan tubuh yang melindungi si Kecil dari penyakit.

Di dalam kolostrum, terkandung kadar antibodi yang tidak ditemukan di susu formula. Melansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kolostrum mengandung sIgA dengan kadar sampai 5000 mg/dL. Kandungan ini dapat melapisi permukaan saluran cerna bayi terhadap serangan berbagai bakteri patogen dan virus, Bunda.

Di kolostrum juga terdapat lebih dari 50 proses pendukung perkembangan imunitas, termasuk untuk faktor pertumbuhan dan perbaikan jaringan. Melansir berbagai sumber, berikut kandungan ASI yang dapat melindungi bayi dari penyakit:

1. Limfosit T

Limfosit T terkandung di kolostrum dan ASI matur. Limfosit merupakan bagian dari sistem imun memiliki fungsi untuk mensintesis antibodi IgA.

Sel limfosit T merupakan 80 persen dari jumlah limfosit di dalam ASI. Sel limfosit ini dapat menghancurkan kapsul bakteri E. Coli dan mentransfer kekebalan selular dari ibu ke bayi.

2. Imunoglobulin

Imunoglobulin dihasilkan oleh limfosit B yang juga terdapat di kolostrum dan ASI matur. Imunoglobulin tidak diserap oleh bayi, namun berperan dalam memperkuat sistem imun lokal di saluran cerna.

Limfosit B di saluran cerna Bunda akan diaktifkan oleh bakteri, lalu bermigrasi ke kelenjar payudara menjadi sel plasma dan menghasilkan antibodi. Secara spesifik, ASI mengandung imunoglobulin IgA, IgM, IgG dan versi sekretori IgM (SIgM) dan IgA (SIgA).

Saat ASI berubah dari kolostrum menjadi ASI transisi dan matur, konsentrasi imunoglobulin dapat berubah, Bunda. Meski begitu, selama satu tahun atau lebih, sifat kekebalan masih bisa ditemukan di ASI, salah satunya IgA.

IgA banyak ditemukan di saluran cerna dan pernapasan untuk mencegah patogen berbahaya masuk ke tubuh dan aliran darah. IgA dalam ASI dilaporkan dapat menjaga sistem imun tubuh terhadap penyakit yang disebabkan bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Bayi umumnya terlahir dengan tingkat IgA yang rendah dan meningkat perlahan-lahan saat bertambahnya usia. Pada bayi yang baru lahir, kandungan IgA yang rendah dapat diperoleh dari ASI.

3. Pertahanan tidak spesifik

ASI juga memiliki pertahanan tidak spesifik karena mengandung banyak sel. Kolostrum dan ASI transisi mengandung 1 hingga 3 juta per ml sel darah putih atau leukosit. Pada ASI matur, jumlah sel ini menurun menjadi 1000 per ml dan terdiri dari monosit atau makrofag sebesar 59 sampai 63 persen, sel neutrofil 18 sampai 23 persen, dan sel limfosit 7 sampai 13 persen.

ASI Bunda menyusui juga mengandung sitokin yang berfungsi meningkatkan jumlah IgA dan mengaktifkan limfosit T. Ada pula zat komplemen dan enzim lisozim yang berperan dalam perusakan bakteri dan penghancur dinding sel bakteri.

Enzim laktoferin di ASI bersifat bakteriostatik atau dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Sementara enzim peroksidase bisa menghancurkan kuman patogen.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi