sign up SIGN UP search


menyusui

Ibu Menyusui Minum Parasetamol, Ini Dosis dan Efek Sampingnya pada Bayi

Annisa Karnesyia Rabu, 23 Jun 2021 17:00 WIB
Ibu menyusui minum obat caption
Jakarta -

Parasetamol dipercaya ampuh mengobati nyeri dan sakit kepala. Lalu apa kandungan parasetamol aman untuk Bunda menyusui ya?

Secara umum, parasetamol (acetaminophen) adalah pereda nyeri dan penurun demam. Dikutip dari Drugs, mekanisme kerja obat ini belum diketahui secara pasti.

Parasetamol digunakan untuk mengobati berbagai kondisi seperti sakit kepala, nyeri otot, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, pilek, dan demam. Selain itu, obat ini juga bisa mengurangi rasa sakit pada radang sendi ringan, tetapi tidak berpengaruh pada peradangan dan pembengkakan sendi yang jadi penyebabnya.


Ada banyak merek dan bentuk parasetamol yang dijual di pasaran, Bunda. Sebelum mengonsumsi obat ini, Bunda perlu paham tentang kegunaan dan dosis yang tepat ya.

"Jangan menggunakan obat ini lebih dari yang direkomendasikan. Overdosis parasetamol dapat menyebabkan masalah serius pada kesehatan," kata senior konsultan apoteker di Drugs, Judith Stewart, BPharm.

Dosis parasetamol

Dosis maksimal parasetamol untuk orang dewasa adalah 1 gram (1000 mg) per dosis atau 500 mg diminum 2 tablet setiap 4 sampai 6 jam per hari. Konsumsi parasetamol dengan dosis lebih dari yang dianjurkan bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti kerusakan hati.

"Jangan menggunakan obat ini tanpa konsultasi dulu ke dokter, terutama bila memiliki penyakit hati atau riwayat suka minum alkohol," ujar Stewart.

Tak hanya itu, Bunda juga perlu hati-hati menggunakan produk parasetamol yang dijual bebas. Terutama pada obat yang digunakan untuk mengatasi batuk, pilek, alergi, atau nyeri.

Parasetamol juga bisa terkandung dalam banyak obat kombinasi. Dosisnya mungkin bisa melebihi rekomendasi bila menggunakan obat tertentu yang mengandung parasetamol secara bersamaan.

Sebelum minum parasetamol bersama dengan obat lain, Bunda perlu membaca label produk ya. Cek juga kandungan obat lain yang mungkin sudah mengandung parasetamol.

Penggunaan parasetamol perlu dihentikan bila:

  • Bunda masih demam setelah 3 hari penggunaan obat ini.
  • Bunda masih merasakan sakit setelah 7 hari penggunaan.
  • Mengalami ruam kulit, sakit kepala terus-menerus, atau pembengkakan.
  • Bila gejala memburuk atau timbul gejala baru.

Pemberian parasetamol dapat dihentikan bila Bunda merasakan tanda-tanda tersebut ya. Segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

minum obatIlustrasi minum obat/ Foto: Shutterstock/

Minum Parasetamol selama menyusui

Sebagian besar obat-obatan, termasuk obat untuk mengatasi depresi pasca melahirkan, dapat diminum Bunda ketika menyusui. Menurut National Health Service (NHS), obat-obatan jenis ini umumnya aman dan tidak membahayakan bayi.

Meski begitu, sejumlah kecil obat apa pun yang Bunda minum, akan masuk ke dalam ASI yang diminum si Kecil. Umumnya, jumlah obat yang masuk ke ASI sangat rendah, sehingga tidak membahayakan Bunda dan buah hati.

Parasetamol adalah salah satu obat yang aman digunakan ketika menyusui. Obat ini dapat menjadi pilihan pertama untuk menghilangkan rasa sakit.

Parasetamol juga hanya ditemukan dalam jumlah yang sangat kecil di dalam ASI. Kandungannya pun tidak akan membahayakan bayi.

Dalam sebuah jurnal yang diterbitkan PubMed, diketahui bahwa parasetamol tidak terdeteksi di dalam urin bayi yang disusui setelah sang ibu mengonsumsi 650 mg obat ini. Data tersebut ditujukan pada bayi berusia 2 hingga 22 bulan.

Meski begitu, Bunda perlu memerhatikan dosis konsumsinya ya. Jika Bunda konsumsi parasetamol saat menyusui, maka pastikan untuk meminumnya dengan dosis yang dianjurkan dan tidak dalam jangka waktu yang lama.

NHS menjelaskan bahwa parasetamol bisa dikonsumsi selama menyusui. Namun, Bunda dianjurkan untuk berkonsultasi dulu ke dokter atau bidan sebelum mengonsumsinya.

Mengutip Made for Mums, sebelum minum parasetamol, Bunda juga perlu memerhatikan kondisi buah hati. Konsultasikan ke dokter bila bayi lahir prematur, memiliki berat badan lahir rendah (BBLR) atau kondisi medis lainnya.

Dokter umum keluarga, Dr Philippa Kaye, mengatakan bahwa ibu menyusui perlu hati-hati dengan penggunaan parasetamol yang mengandung kafein. Jumlah kafein yang banyak bisa masuk ke dalam ASI dan membahayakan bayi.

"Jumlah kafein yang kecil ini memang tidak akan membahayakan bayi, tetapi lebih baik pilih parasetamol yang tidak mengandung kafein agar kandungannya tidak masuk ke dalam ASI," ujar Kaye.

Efek parasetamol pada Bunda dan bayi

Meski tidak membahayakan bayi, parasetamol yang Bunda minum saat menyusui bisa berdampak pada kesehatannya. Efek yang timbul biasanya adalah ruam di bagian tubuh atas da wajah bayi.

Menurut sebuah jurnal di Pediatrics, ruam makulopapular pada bayi berusia 2 bulan kemungkinan disebabkan oleh parasetamol di dalam ASI. Ruam dapat terjadi setelah dua hari penggunaan obat dengan dosis 1 gram yang dikonsumsi menjelang tidur. Ruam bisa membaik ketika penggunaan obat dihentikan.

Sementara itu, dalam dua studi lanjutan melaporkan bahwa 14 ibu menyusui yang konsumsi parasetamol tidak menunjukkan efek samping pada bayi mereka.

Pada kondisi yang jarang, parasetamol pada orang dewasa bisa menyebabkan efek samping seperti:

  • kotoran berwarna hitam atau berdarah
  • urin keruh atau penurunan jumlah urin secara tiba-tiba
  • demam dengan atau tanpa menggigil
  • nyeri punggung bawah atau samping
  • muncul bintik-bintik merah pada kulit
  • ruam kulit, gatal-gatal
  • sakit tenggorokan
  • kelelahan
  • mata atau kulit menjadi kuning

Sementara itu, overdosis parasetamol juga bisa menimbulkan efek, seperti diare, sering berkeringat, kehilangan nafsu makan, mual dan muntah, kram perut, hingga sakit perut. Segera ke dokter bila Bunda merasakan gejala-gejala tersebut ya.

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi