sign up SIGN UP search


menyusui

Ragam Manfaat Sayur Bayam Sebagai Makanan Penambah ASI

Annisa Karnesyia Rabu, 11 Aug 2021 11:12 WIB
Sayur Bayam caption
Jakarta -

Salah satu makanan yang bisa melancarkan ASI atau menjadi ASI booster adalah sayuran hijau. Salah satunya adalah sayur bayam nih, Bunda.

Sayur bayam dikenal memiliki kandungan nutrisi yang baik dikonsumsi oleh semua kalangan usia. Sayur ini mengandung beragam vitamin dan mineral yang baik dikonsumsi setelah melahirkan dan mulai menyusui.

Kandungan nutrisi bayam

Peneliti bidang nutrisi, Kris Gunnars, BSc, mengatakan bahwa dalam 100 gram bayam mentah mengandung 91 persen air dan sekitar 23 kalori. Sebagian besar karbohidrat di bayam terdiri dari serat yang menyehatkan sistem saluran cerna, Bunda.


"Bayam kata akan serat tidak larut yang bisa meningkatkan kesehatan. Kandungan serat ini bisa mencegah sembelit," kata Gunnars, dilansir Healthline.

Selain itu, bayam juga mengandung vitamin A, C, K1, asam folat, zat besi dan kalsium. Vitamin dan mineral ini dikenal baik untuk kesehatan dan bisa menjaga imunitas.

Bayam juga mengandung beberapa vitamin dan mineral lainnya, termasuk potasium, magnesium, dan vitamin B6, B9, dan E. Komponen yang terkandung di dalam sayur ini, seperti lutein, juga bisa meningkatkan kesehatan.

Bayam untuk penambah ASI

Bayam memberikan banyak manfaat bagi Bunda menyusu, salah satunya sebagai makanan penambah ASI. Melansir dari berbagai sumber, berikut 4 kandungan di bayam yang bermanfaat bagi Bunda menyusui:

1. Kaya zat besi

Sayur bayam kaya akan zat besi. Kadar zat besi yang dibutuhkan selama menyusui dapat dipenuhi dengan mengonsumsi sayuran hijau ini, Bunda.

Selain itu, kandungan zat besi juga dikaitkan dengan suplai ASI setelah melahirkan. Dilansir Parents, sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar zat besi yang rendah berhubungan dengan produksi ASI yang juga rendah.

Konsumsi makanan kaya zat besi juga bisa mencegah anemia defisiensi besi. Bunda yang kekurangan zat besi bisa mudah lemas dan memiliki masalah kesehatan lain.

Sebuah studi menemukan bahwa ibu yang terkena anemia melaporkan bahwa produksi ASI-nya berkurang. Mereka pun memilih untuk menyapih bayinya lebih awal karena kondisi tersebut.

2. Mengandung senyawa fitoestrogen

Selain zat besi, kandungan kalsium, asam folat, dan vitamin K di sayur bayam juga mendukung proses menyusui. Bayam pun sangat bermanfaat karena kandungan fitoestrogen yang tinggi.

Senyawa ini mirip hormon estrogen dalam tubuh yang bisa meningkatkan produksi ASI.

3. Mengandung banyak air

Bayam mengandung 91 persen air, Bunda. Kandungan air ini dibutuhkan tubuh untuk menghidrasi Bunda menyusui.

Seperti kita tahu, Bunda membutuhkan cairan selama menyusui untuk melancarkan produksi ASI. Makan bayam bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan yang hilang saat menyusui.

4. Mengandung antioksidan

Bayam juga dipercaya bisa menangkal radikal bebas penyebab stres oksidatif lho. Kandungan antioksidan di sayuran hijau ini bisa membantu mengurangi kerusakan yang ditimbulkan dari stres.

Kondisi stres mungkin saja dialami Bunda yang menyusui karena produksi ASI berkurang atau jadwal menyusui yang berantakan. Nah, dengan makan bayam, stres bisa dilawan dan ASI bisa lancar nih.

Sebagian pakar berpendapat bahwa nutrisi yang dikonsumsi Bunda bisa terkandung dalam ASI yang diminum bayi. Nah, kandungan nutrisi yang terkandung di bayam ini akan sangat bermanfaat untuk Si Kecil saat menyusu. Bunda yang masih ragu dengan manfaat bayam untuk menyusui bisa konsultasi ke konsultan laktasi ya. 

Ibu MenyusuiIlustrasi Ibu Sedang Menyusui Anaknya/ Foto: iStock

Tips mengonsumsi bayam

Bunda bisa mengolah bayam menjadi sayur berkuah atau tumis. Umumnya, sayuran hijau ini bisa diolah bersama jenis sayur lainnya sebagai lauk makanan.

Sebelum menyajikan dan makan bayam, Bunda perlu memilih sayur yang berkualitas ya. Jangan sembarangan memilih bayam agar manfaatnya tidak hilang. Mengutip Mom Junction, berikut 5 tips memilih bayam:

  1. Pilihlah bayam segar karena jenis sayur yang dibekukan atau diproses secara komersial cenderung mengandung nitrat, yang bisa menghambat pelepasan oksigen dalam darah.
  2. Pilih bayam yang memiliki warna daun hijau dan terlihat seperti baru dipetik. Jangan membeli bayam yang berwarna kekuningan atau berlubang.
  3. Coba lipat daun bayam ketika membeli. Jika daun berubah layu, maka ini menunjukkan kadar airnya rendah. Artinya, bayam dijual dalam kondisi tidak segar.
  4. Periksa batang daun bayam. Pilihlah batang yang terasa rapuh atau mudah patah ketika ditekuk.
  5. Bayam rentan terhadap kontaminasi pestisida. Jadi, pilihlah bayam yang berasal dari varietas organik ya, Bunda.

Bunda sebaiknya menghindari konsumsi bayam mentah saat menyusui ya. Bayam mentah rentan terhadap kontaminasi bakteri Salmonella, Listeria, E. coli atau patogen lainnya. Bayam mentah juga bisa mengikat zat besi dan kalsium, sehingga sulit diserap oleh tubuh.

Bunda bisa mengonsumsi olahan sayur bayam secara rutin ya. Selain makan bayam, jangan lupa untuk rutin menyusui buah hati karena ini adalah cara alami untuk melancarkan ASI.

(ank/ank)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!