sign up SIGN UP search


menyusui

3 Cara Menghangatkan ASI yang Tepat, Bunda Perlu Tahu

Kinan Rabu, 25 Aug 2021 19:55 WIB
breast milk in plastic bags on refrigerator shelf, frozen mother milk  for infant, breastfeeding caption

Cara menghangatkan ASI (air susu ibu) perah yang disimpan perlu dilakukan dengan tepat. Ini supaya kualitas ASI tetap terjaga dan nutrisinya tidak hilang.

Selain itu, sebagian bayi juga menyukai ASI hangat. Maka dari itu, Bunda perlu memahami bagaimana cara menghangatkan ASI yang benar.

Teknik ini membantu menjaga konsistensi komponen ASI setelah lama disimpan. Seperti diketahui, saat ASI dibekukan atau didinginkan, lemak cenderung terpisah di dalam botol. Menghangatkan ASI pun dapat membantu Bunda lebih mudah 'mencampur' ASI kembali ke konsistensi aslinya.


Cara menghangatkan ASI dari lemari es

Bagaimana ya cara menghangatkan ASI dari lemari es yang tepat? Dikutip dari Healthline, berikut tipsnya:

  • Ambil ASI dari lemari es dan sisihkan sejenak
  • Panaskan air sampai cukup panas (tidak perlu sampai mendidih) dalam mangkuk
  • Tempatkan kantong atau botol ASI yang tertutup rapat ke dalam mangkuk berisi air hangat tersebut
  • Biarkan ASI terendam dalam air hangat selama 1-2 menit, atau sampai ASI mencapai suhu yang diinginkan
  • Dengan tangan bersih, tuangkan ASI ke dalam botol atau gelas. Aduk dengan cara diputar perlahan, jangan dikocok, untuk mencampurkan lemak di dalamnya

Ingat, untuk mencegah kuman masuk ke dalam susu, hindari mencelupkan jari Bunda ke dalam botol saat memeriksa suhu.

Cara menghangatkan ASI dari freezer

Untuk cara menghangatkan ASI beku, keluarkan kantong atau botol dari freezer dan masukkan ke dalam lemari es untuk dicairkan pada malam sebelumnya. Kemudian, lakukan instruksi yang sama seperti cara menghangatkan ASI dari lemari es.

Jika membutuhkan ASI segera dengan cepat, Bunda dapat menghangatkan ASI langsung dari freezer menggunakan metode menghangatkan ASI dari lemari es. 

Satu-satunya perbedaan adalah Bunda harus merendam kantong/botol ASI di dalam air hangat dalam waktu yang lebih lama.

Cara menghangatkan ASI dari penghangat botol

Penghangat botol atau bottle warmer adalah alat yang digunakan untuk membantu Bunda memanaskan botol. Produsen penghangat botol mengklaim bahwa perangkat ini memanaskan lebih merata daripada microwave. Namun, penggunaan penghangat botol sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, ya.

Kerugian potensial dari penghangat botol adalah adanya risiko ASI terlalu panas dan menghilangkan nutrisi yang justru bermanfaat.

Dalam sebuah studi tahun 2015, para peneliti menguji seberapa hangat porsi ASI saat digunakan penghangat botol. Mereka menemukan bahwa susu dapat mencapai suhu di atas 26,7 derajat Celcius, yang dapat berdampak negatif pada nilai gizi susu.

Kebanyakan penghangat botol membutuhkan waktu beberapa menit untuk mencapai suhu panas yang diinginkan. Awasi penghangat botol agar tidak terlalu panas dan cabut stekernya saat tidak digunakan.

Bisakah menghangatkan ASI dengan microwave?

Jangan pernah memasukkan ASI ke dalam microwave. Selain tidak memanaskan secara merata, gelombang mikro di dalamnya juga diyakini dapat merusak nutrisi dan antibodi dalam ASI.

Bisakah ASI dipanaskan dua kali?

Jangan memanaskan ASI yang telah dihangatkan sebelumnya. Jika kondisinya bayi lapar atau mengantuk, cara terbaik mengatasinya yakni menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan.

Jadi, cara-cara menghangatkan ASI perlu disesuaikan dengan tempat penyimpanan dan alat yang digunakan. Masih diperlukan lebih banyak penelitian tentang penggunaan ASI beku secara optimal, karena banyak bayi yang sepenuhnya mengandalkan ASI untuk pemenuhan nutrisi hariannya.

Namun, secara umum, ASI yang disimpan dengan baik di lemari es atau pun freezer, dapat dihangatkan untuk membantu membuat bayi lebih tenang. Selalu gunakan tas penyimpanan atau botol yang dirancang khusus untuk ASI supaya lebih maksimal, ya.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDA), perlu diketahui bahwa ASI yang telah dihangatkan kadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. Tapi jangan khawatir karena ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi.

Apabila ASI berbau anyir karena kandungan lipase (enzim pemecah lemak) tinggi, setelah diperah, hangatkan ASI hingga muncul gelembung pada bagian tepi (jangan mendidih) lalu segera didinginkan dan dibekukan. Hal ini dapat menghentikan aktivitas lipase pada ASI. 

Demikian ulasan tentang cara-cara menghangatkan ASI yang penting Bunda menyusui ketahui. Yang terpenting, perhatikan suhu dan teksturnya sebelum diberikan pada Si Kecil, ya!

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!