sign up SIGN UP search


menyusui

Cara Menyimpan ASI yang Benar Supaya Enggak Basi

Annisa Afani Rabu, 19 Aug 2020 05:00 WIB
Breast milk frozen in storage bag and baby lying on background caption
Jakarta -

Menyimpan air susu ibu (ASI) yang diperah menjadi alternatif terbaik bagi Bunda yang memproduksinya secara berlebih atau sebagai stok karena harus meninggalkan si kecil untuk bekerja. Lalu bagaimana cara menyimpan ASI yang benar supaya enggak basi dan kandungannya tidak berubah?

Seperti diketahui ASI mengandung banyak nutrisi dan antibodi yang dibutuhkan bayi untuk bertahan hidup dan berkembang. Nah untuk menjaga kandungannya tak menurun, penyimpanannya tergantung pada seberapa cepat Bunda ingin menggunakannya.

Jika Bunda berencana menggunakannya dalam beberapa hari, mendinginkannya lebih baik daripada membekukannya. Sebab ASI yang beku akan kehilangan sebagian nutrisi yang berfungsi untuk melawan infeksi. Meski demikian, ASI beku masih lebih baik untuk bayi dibanding susu formula.


Jika ingin menyimpannya lebih dari beberapa jam, ASI bisa disimpan dalam wadah di kulkas atau freezer. Pastikan agar wadah yang dipakai tertutup rapat untuk mencegah kebocoran atau pembusukan. Selain itu, Bunda juga perlu menyimpannya di bagian paling belakang atau tempat paling dingin, jangan di pintu kulkas atau freezer untuk menghindari perubahan suhu saat pintu kulkas harus dibuka-tutup.

"Lebih baik menyimpannya di belakang, sehingga tidak terlalu terkena perubahan suhu buka tutup pintu (kulkas atau freezer)," kata Kelly A. Hightower, RN, konselor laktasi bersertifikat dikutip dari Parents.

Aturan cara menyimpan ASI

ASI bisa disimpan pada suhu ruang, di kulkas, freezer atau di tas pendingin atau cooler. Nah, mengutip What to Expect, berikut ini panduan penyimpanannya:

1. Pada suhu kamar

ASI yang baru dipompa bisa disimpan pada suhu ruang (tidak lebih dari 25 derajat celcius), idealnya hingga 4 jam selama terkena paparan sinar matahari secara langsung atau dekat dengan sumber panas lainnya. Dalam beberapa kasus, mungkin bisa bertahan hingga 6 jam pada suhu ruang, terutama jika suhu tidak terlalu hangat atau ruangan suhunya lebih dingin.

2. Di dalam kulkas

ASI dapat disimpan di kulkas hingga empat hari, Bunda. Periksa selalu suhu kulkas untuk memastikannya berada sekitar 4 derajat celcius dan tersimpan di bagian belakang yang menjadi area paling dingin.

Hindari menyimpan ASI di pintu lemari es ya, Bunda. Karena area tersebut paling rentan terhadap udara hangat saat pintu terbuka. Setelah empat hari, Bunda bisa memindahkan ASI ke bagian freezer.

Automatic breast pump, mothers breasts milk is the most healthy food for newborn baby. Happy mother with babys at bed room ,home,vintage colorIlustrasi memerah ASI/ Foto: iStock

3. Di dalam freezer

Jika Bunda perlu membekukan ASI yang diperah, Bunda bisa menggunakan kantong plastik khusus untuk menyimpan ASI. Jangan gunakan botol karena terlalu tipis dan bisa menyebabkan kebocoran. Suhu freezer harus 17,8 derajat celcius. Simpan di bagian belakang freezer jika memungkinkan.

4. Dalam tas pendingin

Nah jika perlu menyimpan ASI saat jauh dari rumah, Bunda dapat memanfaatkan tas pendingin untuk menjaga kesegaran ASI selama 24 jam. Ini pilihan yang baik saat Bunda kembali bekerja, terutama jika tidak ada kulkas di kantor yang bisa digunakan untuk menyimpan ASI.

Wadah untuk menyimpan ASI

Sementara itu, wadah yang bisa Bunda gunakan untuk menyimpan ASI, yakni:

1. Kantong

Jika menggunakan kantong penyimpanan, Bunda bisa mengisi hingga tiga perempat dari volume kantong untuk memungkinkan mengembang saat membeku. Untuk menghindari kantong sobek, Bunda mungkin bisa memasukkannya ke dalam wadah plastik tertutup.

2. Botol

Banyak pompa ASI yang dilengkapi dengan beberapa botol untuk menyimpan ASI. Jika kurang, Bunda juga bisa menggunakan botol bayi biasa atau bahkan cangkir yang bisa ditutup rapat.

Sama seperti menggunakan kantong, Bunda juga harus mengisinya hanya tiga perempat untuk mengantisipasi mengembang saat botol membeku. Nah saat menggunakan botol atau kantong, sebaiknya Bunda menghindari wadah dengan kandungan bisphenol A (BPA), yakni bahan kimia dalam wadah plastik.

Penelitian telah menemukan bahwa bahan kimia tersebut dapat memengaruhi sistem endokrin dan bisa sangat bermasalah bagi bayi selama perkembangannya. Oleh karena itu, hindari botol dengan simbol daur ulang angka 7 dan huruf PC karena banyak yang mengandung BPA ya, Bunda.

Nah, saat sebelum menyimpan ASI, Bunda harus menjaga kebersihan pompa ASI dan cuci alat tersebut dalam air sabun panas, lalu bilas hingga bersih sebelum wadah disterilkan. Kemudian, cuci tangan sebelum memerah ASI dan menyimpannya. Menjaga segala sesuatu sebersih mungkin akan memperkecil kemungkinan bakteri tumbuh dalam ASI yang disimpan.

Selanjutnya, Bunda bisa menuliskan tanggal di botol atau kantong, sehingga yakin untuk tidak menggunakannya bila ASI sudah kedaluwarsa.

"Bukannya ASI Anda akan membusuk dan membuat bayi Anda sakit jika disimpan di dalam freezer lebih lama, tapi kualitas nutrisinya akan berkurang," kata Hightower.

Sementara itu, Bunda bisa menambahkan ASI yang baru diperah ke dalam ASI yang sudah disimpan dalam kulkas asalkan diperah pada hari yang sama dan mendinginkannya secara menyeluruh di kulkas terlebih dahulu sebelum mencampurkannya. Namun perlu diingat bahwa Bunda hanya bisa menyimpannya sampai ASI aslinya berumur lima hari.
Jika ASI susah disimpan selama beberapa hari, mungkin ASi tersebut menjadi terpisah. Hal itu normal, jadi goyangkan saja untuk mencampurnya lagi.

Berapa lama ASI bertahan?

Secara umumnya, ASI dapat disimpan dengan aturan sebagai berikut:

1. Pada suhu kamar, kurang dari 25 derajat celcius selama 4 hingga 8 jam
2. Di kulkas di bagian belakang atau terdingin selama 3 sampai 8 hari
3. Di bagian belakang freezer hingga 3 bulan.

Menghangatkan dan mencairkan ASI

Beberapa bayi senang minum ASI dingin dari kulkas tapi ada juga yang senang minum susu hangat. Bunda bisa menghangatkan ASI dengan meletakkan botol atau kantong di dalam mangkuk berisi air hangat.

Semenatra jika ingin mencairkan ASI beku, ada dua cara yang bisa Bunda pilih, tergantung seberapa cepat Bunda perlu menyusui bayi.

Dikutip dari Baby Center, Bunda bisa meletakkan botol atau kantong ASI di tempat dingin, lalu hangatkan dengan air mengalir atau taruh ke dalam semangkuk air hangat hingga cair jika ingin segera menyusui bayi. Namun jika tidak terburu-buru, Bunda bisa memindahkannya ke kulkas supaya ASI cair dan menggunakannya dalam waktu 24 jam.

Para ahli dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyarankan orang tua untuk mencoba mengocok ASI dengan lembut untuk memastikan bahwa lemaknya menyatu dengan susu sebelum diberikan pada bayi. Oh iya, hal lain yang perlu Bunda ingat, jangan pernah mencairkan susu dalam microwave, di atas kompor atau pada suhu kamar, ya!

Selain itu, penting juga untuk mengetahui bahwa ASI yang sudah dicairkan tidak boleh kembali dibekukan untuk dikonsumsi kembali. Setelah ASI dicairkan, pastikan untuk menggunakannya dalam waktu sekitar dua jam, setelah itu ASI harus dibuang.

Bunda, simak juga tutorial penggunaan bra elektronik saat memerah ASI dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi