MENYUSUI
4 Cara Atasi Payudara Bengkak Saat Menyusui, Jangan Panik Bun!
Nada Zeitalini | HaiBunda
Jumat, 01 Apr 2022 07:48 WIBBunda, pernahkah terpikir bahwa menyusui adalah proses alami yang mudah dilakukan setelah melahirkan bayi? Ternyata, enggak semua Bunda dapat mudah menyusui anaknya, terutama bagi ibu baru di minggu-minggu pertama setelah kelahiran anaknya.
Saat minggu pertama setelah kelahiran Si Kecil, saluran ASI yang ada di dalam payudara akan mulai terisi. Namun, lantaran Si Kecil yang masih baru belajar menyusu kemungkinan besar belum bisa mengeluarkan ASI secara optimal, akhirnya ASI pun tertimbun di dalam dan kerap menjadi masalah seperti payudara bengkak hingga memicu terjadinya mastitis.
Jika Bunda juga mengalami hal ini jangan dulu panik ya, Bun. Bunda bisa lho meredakan rasa nyeri saat payudara membengkak dengan 4 cara yang dilansir dari berbagai sumber berikut:
1. Mandi air hangat
Mandi air hangat sebelum menyusui atau pumping ASI dapat meredakan pembengkakan pada payudara. Rasa hangat dapat membantu refleks meredakan pembengkakan dan membuat ASI lebih mudah mengalir.
Namun, hindari kontak payudara langsung dengan semprotan shower, karena ini dapat membuat payudara yang bengkak menjadi lebih sakit. Jika ingin lebih praktis, Bunda bisa menggunakan kompres hangat ke payudara.
2. Susui bayi atau pompa ASI teratur
Salah satu kunci untuk meredakan payudara yang membengkak adalah dengan menyusui Si Kecil, atau memompa ASI dengan teratur. Buatlah jadwal menyusui setidaknya setiap 1-3 jam.
Selain itu, pompa ASI jika Si Kecil tidak lapar atau di sela Bunda beraktivitas. Namun, pastikan untuk tidak memeras terlalu banyak untuk menghindari produksi berlebih.
3. Gunakan kompres dingin
Selain menggunakan kompres air hangat, Bunda juga bisa mengompres payudara dengan kain yang dingin. Bahkan, Bunda juga bisa mengompres payudara dengan daun kubis setelah setiap menyusui.
Meski terdengar aneh, menempatkan daun kubis hijau yang bersih dan dingin di payudara dapat menenangkan rasa sakit dan pembengkakan. Namun, jangan lakukan ini jika Bunda tak mengalami pembengkakan. Sebab, penggunaan yang berlebihan dapat mengakibatkan berkurangnya suplai ASI.
4. Ubah posisi menyusui
Saat menyusui, pastikan Bunda menggunakan kedua payudara secara bergantian. Hindari menyusui Si Kecil hanya di bagian sisi kiri atau kanan saja. Mulailah untuk menyusui dari satu sisi hingga terasa kosong atau lembek, kemudian jika Si Kecil masih merasa lapar susui lagi di sisi yang berlawanan.
Sama halnya dengan menyusui, pastikan untuk memompa setiap payudara sehingga kedua sisinya benar-benar terkuras.
Selain keempat cara di atas, pembengkakan payudara juga dapat diatasi dengan menjaga tubuh tetap terhidrasi. Terlebih selama menyusui, Bunda memerlukan cairan yang lebih banyak dari biasanya. Hal ini juga penting untuk menjaga produksi ASI tetap lancar.
Bunda bisa pilih air mineral yang jelas mengandung mineral esensial yang penting untuk tubuh seperti Le Minerale. Kemasannya terjamin lebih higienis karena menggunakan galon yang selalu baru, bukan galon bekas yang dicuci ulang.
Nah, selain kebersihan air mineral yang terjamin, tutup Galon Le Minerale juga rapat dan kedap udara lho, Bun! Ini artinya air mineral di dalamnya terjamin dari kontaminasi debu dan kotoran. Apalagi kemasan galonnya juga bebas BPA, jadi dijamin aman untuk dikonsumsi Bunda, anak-anak dan seluruh anggota keluarga.
Seperti kita ketahui ya, Bunda, BPA atau Bisphenol-A adalah zat kimia yang banyak digunakan untuk membuat kemasan plastik keras dan tidak mudah hancur. Penggunaan zat kimia BPA ini sangat berbahaya, karena BPA dapat menyebabkan kanker, diabetes, gangguan otak serta perilaku pada anak, hingga peningkatan risiko penyakit jantung.
Mulai sekarang, yuk jaga kesehatan Bunda dan keluarga dengan mengonsumsi air mineral berkualitas yang terjamin lebih bersih dan lebih aman!
Simak cara menggunakan daun kubis untuk mengompres payudara bengkak seperti dalam video di bawah ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
11 Penyebab Payudara Busui Bengkak dan Membesar, Simak juga Cara Mengobatinya
3 Cara Meredakan Payudara Bengkak Saat Menyapih Si Kecil
Ini Dia Obat Paling Aman dan Ampuh Redakan Mastitis untuk Busui
Cara Mengatasi Abses Payudara yang Sering Dialami Ibu Menyusui
TERPOPULER
Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya
Potret Pangeraan Mateen & Istri Umumkan Nama Anak Pertamanya, Curi Perhatian Netizen
Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek
5 Potret Reza SMASH Resmi Menikah di KUA & Pulang Naik Moge Curi Perhatian Netizen
Singkirkan 6 Benda Ini Jelang Imlek, Dianggap Pembawa Sial di Rumah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Muted Eyeshadow untuk Look Lembut dan Tidak Mencolok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi yang Aman dan Melindungi Kulit Si Kecil
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
9 Sepatu Karet Perempuan Waterproof yang Nyaman saat Hujan, Cocok untuk Kerja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Underpad Bayi untuk Perlindungan Maksimal, Pilih yang Aman dan Bagus Bun!
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Bidet Portable yang Bisa Dibawa Ibu Hamil saat Bepergian & Liburan
Dwi Indah NurcahyaniTERBARU DARI HAIBUNDA
3 Cara Mengajari Anak Mengaji di Era Digital agar Tetap Semangat
Kapan Jadwal Hari Pertama Puasa Ramadhan 2026? Simak Tanggalnya
Bukan Sembarangan, Ini Alasan Uang Kusam Tak Dipakai dalam Angpao Imlek
Mengenal Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek Sebelum Meninggal
Bunda Hamil/Promil, Apa Harus 'Buang' Kucing Peliharaan?Ini Penjelasan Dokter Hewan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Pilihan Menu Berbuka Puasa dengan Parilla Khas Argentina
-
Beautynesia
Jangan Salah Pilih, Ini 7 Pilihan Bunga untuk Perayaan Valentine dan Maknanya
-
Female Daily
Dari Uban Pertama sampai Eksplor Warna, Style Rambut Sekarang Bisa Ngikutin Trend dengan Hasil Tetap Lembut
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Tunangan Mick Jagger Syok Setelah Alami Serangan Fisik di Klub Eksklusif London
-
Mommies Daily
Cara Menjelaskan Makna Puasa ke Anak Balita dan Usia SD Menurut Psikolog