MENYUSUI
9 Manfaat Psikologis Menyusui bagi Ibu dan Bayi, Jangan Anggap Sepele
Dwi Indah Nurcahyani | HaiBunda
Senin, 29 May 2023 11:19 WIBAda banyak manfaat kesehatan dari menyusui bagi ibu dan bayi ya, Bunda. Di luar itu juga, manfaat psikologis menyusui bagi ibu dan bayi pun tak bisa disepelekan. Yuk, intip apa saja manfaatnya.
Secara kesehatan, menyusui memang dapat membantu membangun sistem kekebalan bayi dan juga memberikan nutrisi yang sempurna. Kemudian, bagi busui juga diketahui bahwa menyusui dapat meminimalisasi risiko kanker payudara dan ovarium yang lebih rendah, serta mengurangi risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah.
Penelitian menunjukkan bahwa menyusui juga dapat menurunkan risiko bayi dari penyakit tertentu dan membantu membangun sistem kekebalan yang kuat. Selain itu, bayi yang disusui memiliki risiko lebih rendah untuk diare, muntah, infeksi telinga, asma, obesitas, eksim, leukimia, dan lainnya.
Manfaat psikologis menyusui bagi ibu dan bayi
Ya, begitu besar manfaat menyusui baik bagi ibu dan juga bayi ya, Bunda. Apalagi, menyusui merupakan proses alami dan indah dimana dapat menciptakan keintiman dan ikatan antara ibu dan bayi.
Bonding ini pun dirasakan selama pengasuhan dimana dapat memberikan efek psikologis yang menguntungkan bagi ibu dan bayi. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:
1. Tidur yang berkualitas
Salah satu manfaat psikologis terbesar dari menyusui ialah keduanya mendapatkan tidur yang berkualitas. Faktanya, ibu yang hanya menyusui mungkin merasa lebih mudah tertidur, tidur lebih lama, dan tidur lebih banyak.
2. Peningkatan hormon
Saat menyusui, tubuh membuat hormon prolaktin dan oksitosin. Oksitosin menghasilkan perasaan damai dan pengasuhan yang memungkinkan Bunda lebih rileks dan fokus pada Si Kecil. Selain itu, hal ini juga dapat meningkatkan rasa cinta dan keterikatan yang kuat antara Bunda dan bayi.
3. Peningkatan ketenangan
Menyusui juga dapat mendukung kesehatan fisik dan emosional bayi. Bayi yang disusui lebih sedikit menangis secara keseluruhan dan memiliki risiko penyakit masa kanak-kanak yang lebih sedikit.
4. Ikatan fisik dan emosional
Menyusui menciptakan pengalaman ikatan antara ibu dan anak karena mendorong kontak skin to skin. Banyak ahli mengatakan bahwa ikatan kasih sayang selama tahun-tahun pertama kehidupan membantu mengurangi masalah sosial dan perilaku pada anak-anak dan orang dewasa seperti dikatakan Dan Brennan, MD, dikutip dari laman WebMD.
5. Membantu busui membaca isyarat bayi
Diketahui bahwa menyusui juga dapat membantu ibu belajar membaca isyarat bayinya dan dapat membantu bayi belajar mempercayai pengasuhnya. Tentunya, ini akan membantu membentuk perilaku awal bayi.
6. Memberikan ketenangan pikiran
Dengan menyusui, pikiran ibu terasa lebih tenang dan juga bahwa ASI membantu menjaga bayinya lebih bahagia dan sehat.
7. Meningkatkan empati dan kasih sayang
Pelepasan oksitosin yang didapatkan dari aktivitas menyusui membuat busui jadi orang tua yang hangat, penuh perhatian, empati, dan penuh kasih sayang.
8. Bayi merasa dicintai dan dilindungi
Dengan memeluknya dengan aman dan memberikannya nutrisi dari payudara, Bunda dapat memberikan mereka kesinambungan dari kehidupan pra hingga pasca kelahiran. Kemudian, menatap mata bayi akan memberikan pemahaman bahwa mereka dicintai dan dilindungi dan bahwa Bunda selalu ada untuk memenuhi kebutuhannya.
9. Mendorong perilaku keibuan
Menyusui melepaskan hormon dalam tubuh yang pada akhirnya mendorong perilaku keibuan pada wanita. Ikatan emosional ini sama pentingnya dengan manfaat nutrisi yang bayi terima dari ibunya.
Dan, bayi belajar paling baik dalam hal kedekatan emosional dengan orang dewasa. Menyusui diketahui dapat meningkatkan keterikatan yang tumbuh diantara ibu dan bayi yang dapat memainkan peranan penting dalam perkembangannya di tahun-tahun mendatang.
Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
Bunda ingin membeli produk kesehatan dan kebutuhan ibu menyusui lainnya? Langsung aja yuk, klik di sini.
(pri/pri)Simak video di bawah ini, Bun:
Busui, Ini 7 Sarapan Sehat Pengganti Nasi, Ada Ubi Jalar & Quinoa
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Bolehkah Bayi Minum ASI setelah Minum Obat? Simak Penjelasan Dokter
Berapa Lama Ketahanan Menyimpan ASI di Freezer ASI? Simak Caranya agar Tahan Lama
Hanya Puting Menonjol dan Payudara Besar Bisa Sukses Menyusui, Benarkah?
7 Rekomendasi Salep atau Obat Untuk Ibu Menyusui, Aman & Terjangkau
TERPOPULER
Baby Segara Genap 1 Bulan, Shenina Cinnamon & Angga Yunanda Bikin Perayaan Manis
Lagi Viral! Ube Khas Filipina Ternyata juga Ditanam di Indonesia
Hamil Muda, Bunda Ini Kaget dengan Perubahan Unik di Payudaranya
Pakar Ungkap Kecemasan yang Dialami Anak Ternyata Bantu Bangun Kepercayaan Diri
Orang dengan IQ Tinggi Selalu Menahan Diri saat Hendak Ucapkan Kata-Kata Ini
REKOMENDASI PRODUK
5 Panci Stainless Steel Tebal Serbaguna Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Minyak Kemiri untuk Bayi yang Bagus dan Aman, Ada Pilihan Bunda?
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Merek Panci Anti Lengket Keramik Bebas PFOA dan PTFE
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Glossy Balm, Bikin Bibir Plumpy dan Tampak Sehat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci 3 Susun Stainless Steel yang Bagus dan Berkualitas
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenal Kepribadian Orang dari Tanggal Lahir, Ada yang Pemberani hingga Sensitif
Pakar Ungkap Kecemasan yang Dialami Anak Ternyata Bantu Bangun Kepercayaan Diri
Lagi Viral! Ube Khas Filipina Ternyata juga Ditanam di Indonesia
Baby Segara Genap 1 Bulan, Shenina Cinnamon & Angga Yunanda Bikin Perayaan Manis
Hamil Muda, Bunda Ini Kaget dengan Perubahan Unik di Payudaranya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Smart Key Ioniq 5 Sering Baret di Tas? Ini Pilihan Casing Pelindungnya
-
Beautynesia
5 Tanda Kamu Perempuan yang Memiliki Jiwa Tenang dan Percaya Diri
-
Female Daily
Rekomendasi Parfum Patchouli Lokal dengan Aroma Earthy yang Unisex
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Aksi Nekat Wanita yang Dijuluki Bibir Terbesar, Suntik Filler Sendiri di Rumah
-
Mommies Daily
Apa yang Membuat Gong Yoo Tetap Menarik di Usia 40-an? Bukan Cuma Visual